1.
Pernyataan Pangdam Panglima Dinilai Kental Nuansa Masa Lalu dan
Menunjukkan Arogansi Tentara

News IDtoday, November 24,2020
https://news.idtoday.co/pernyataan-pangdam-panglima-dinilai-kental-nuansa-masa-lalu-dan-menunjukkan-arogansi-tentara/

IDTODAY NEWS – Pernyataan Panglima Kodam Jaya dan Panglima TNI soal
kerisauan terhadap keutuhan bangsa dan negara belakangan ini dinilai
sangat kental dengan nuansa masa lalu dan menunjukkan arogansi tentara.
Terlebih kerisauan itu tak disertai dengan hal-hal yang konkret
mengenai bentuk dan tensi ancaman yang dimaksud.

“Pernyataan Pangdam Jaya maupun sebelumnya oleh Panglima TNI memang
terkesan sangat kental nuansa masa lalu. Ada kesan arogansi,
menakut-nakuti dan menunjukkan lembaga-lembaga lain lemah sehingga TNI
harus turun tangan di situ,” ungkap Peneliti militer dari Institute for
Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, kepada
Republika, Senin (23/11).

Menurutnya, kerisauan terhadap keutuhan bangsa dan negara itu tak
disertai hal-hal yang konkret dan spesifik mengenai bentuk dan tensi
ancaman, selain problem politik, hukum, dan keamanan. Dia mengatakan,
tiga problem terakhir sebetulnya juga merupakan domain lembaga-lembaga
lain, bukan TNI.

“Saya tak akan terlalu jauh menyinggung soal netralitas dan
profesionalitas, karena bagaimanapun akan selalu ada pintu masuk bagi
TNI untuk ikut terlibat dalam urusan penyelenggaraan negara. Tapi TNI
tetap harus diingatkan agar tak terlalu jauh masuk ke ruang politik
melampaui mandatnya,” kata dia.

Fahmi mengungkapkan, memang sulit untuk membayangkan patriotisme dan
heroisme tentara hadir tanpa disertai antusiasme tinggi dan
kepeloporan. Antusiasme serta kepeloporan itu, kata dia, justru tak
jarang malah berpotensi mengancam demokrasi, supremasi sipil, hak asasi
manusia (HAM), dan ketentuan hukum.

Pada akhirnya, menurut Fahmi, kata kunci peran dan kiprah TNI tetaplah
politik negara. Sepanjang ada kebijakan dan keputusan politik negara
yang mendasari, manuver dan tindakan itu akan aman dan sah bagi TNI,
apapun bentuknya.

“Bahwa manuver dan tindakan itu mungkin menabrak ketentuan
perundang-undangan, itu soal lain,” jelas dia.

Sebelumnya, Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, mengingatkan,
agar jangan ada yang berani mengganggu persatuan di Jakarta. Hal itu ia
sampaikan ketika merespons pertanyaan terkait pimpinan FPI Habib Rizieq
Shihab (HRS).

“Jangan coba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan yang ada di
Jakarta. Kalau mencoba-coba mengganggu, itu akan saya hajar nanti,”
kata Dudung saat memimpin Gelar Pasukan Kesiapan Menghadapi Pilkada
Serentak Tahun 2020 dan Penanggulangan Bencana Banjir di Jakarta di
Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Mendengar pernyataan Dudung lewat pengeras suara itu, pasukan TNI pun
bertepuk tangan. “Nah, semua prajurit mendukung,” kata Dudung.

Sementara itu, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menekankan,
pentingnya perstauan dan kesatuan demi menjaga stabilitas negara. Hadi
meminta agar masyarakat tak termakan provokasi dan ambisi yang
menyebabkan hilang persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saudara-saudara sekalian. Saya ingin menyampaikan kembali, pentingnya
persatuan dan kesatuan dalam menjaga stabilitas nasional,” kata Hadi di
Subden Denma Mabes TNI, Jakarta Pusat, samping Istana Kepresidenan pada
Sabtu (14/11) malam WIB.

Hadi berpesan, TNI tidak bisa membiarkan persatuan dan kesatuan bangsa
di Indonesia hilang atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang
dibungkus dengan berbagai identitas. “Seluruh prajurit TNI adalah alat
utama pertahanan negara, untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh
tumpah darah Indonesia,” kata mantan KSAU tersebut.

Hadi menekankan, tidak satu pun musuh yang dibiarkan, apalagi melakukan
upaya berupa ancaman dan gangguan, terhadap cita-cita luhur bangsa dan
negara Indonesia. “Ingat! Siapa saja yang mengganggu persatuan dan
kesatuan bangsa, akan berhadapan dengan TNI. Hidup TNI. Hidup rakyat.
NKRI harga mati,” kata Hadi. 


2.
Fadli Zon Sindir Jenderal Dudung sebagai Pemenang Perang Baliho
IDtoday News November 24, 2020
https://news.idtoday.co/fadli-zon-sindir-jenderal-dudung-sebagai-pemenang-perang-baliho/



3.
Banjir Karangan Bunga untuk Jenderal Dudung, Netizen: Buat Sendiri,
Heboh Sendiri!

IDtoday News, November 24, 2020
https://news.idtoday.co/banjir-karangan-bunga-untuk-jenderal-dudung-netizen-buat-sendiri-heboh-sendiri/

IDTODAY NEWS – Sejumlah karangan bunga terus berdatangan di Markas
Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur. Karangan bunga ini ditujukan
untuk Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurahman, yang ingin membubarkan
Front Pembela Islam (FPI) serta menugaskan prajuritnya mencopoti
spanduk dan baliho Habib Rizieq mendapat dukungan dari masyarakat.

Karangan bunga tersebut bertuliskan berbagai kalimat dukungan kepada
TNI. Seperti TNI Dahsyat, Bravo TNI, Kami Putra Putrimu Selalu
Mendukung Komando, Terima Kasih Karena Tidak Memihak Pada Penghina,
Tapi Kalian Telah Memihak Pada Kebenaran, Terima Kasih Kepada Kodam
Jaya, dan lain sebagainya. Foto-foto karangan bunga juga itu dibagikan
oleh akun instagram @warung_jurnalis.

Netizen pun ikut mengomentari unggahan dan banyak pula yang bingung
mengenai maksud pemberian karangan bunga untuk Mayjen Dudung tersebut.

“Gak yakin gw klo dari pribadi warga..” tulis akun @m.haviz93, dilihat
Okezone, Selasa (24/11/2020)

“ Yaelah ini kubu sebelah yg apresiasi alias kaum pembenci” komentar
@prio90s_

“Dari warga? Mending beli sembako kayanya drpd beli bunga, mubazir….dan
saya sbg warga ga merasa ujar akun @amirakhmi

“Buat sendiri heboh heboh sendiri,” tulis akun @biodies3l

Ratusan karangan bunga itu mulai memenuhi ruas trotoal di depan Makodam
Jaya. Warga yang melintas pun mengabadikan karangan bungan tersebut
dengan selfie tepat di depan Makodam Jaya.

Sebelumnya, Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam
Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan semua pihak atau orang
di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus taat hukum.

Penegasan itu dilontarkan menyusul ramainya soal pencopotan baliho Imam
Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurut dia, jangan seenaknya sendiri seakan-akan FPI yang paling
benar. “Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja. Kalau
coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang
ngatur. Suka-sukanya sendiri,” tegasnya.

Sumber: okezone.com



4.
Soal Penurunan Baliho HRS, Begini Respons Mantan Pangdam Jaya

IDtoday News
November 24, 2020
https://news.idtoday.co/soal-penurunan-baliho-hrs-begini-respons-mantan-pangdam-jaya/

IDTODAY NEWS – Pengerahan prajurit TNI untuk mencopot baliho Imam Besar
Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), diduga lantaran
instansi terkait (Satpol PP) yang berwenang atas tugas tersebut
mengalami sejumlah kesulitan.

Begitu asumsi yang disampaikan mantan Panglima Kodam Jaya tahun 1996,
Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, saat menjadi narasumber dalam diskusi di
stasiun televisi TVOne, Senin (23/11).

Menurut pria yang akrab disapa Bang Yos ini, jika sudah mengerahkan
pasukan khusus artinya ada tugas yang tidak bisa diselesaikan oleh
satuan lain.

“Pasukan khusus Kopassus itu barang-barang amat mahal. Itu hanya
ditugaskan kepada sebuah sasaran yang niscaya ini tidak bisa dilakukan
oleh satuan lain itu,” jelas Sutiyoso seperti dikutip Kantor Berita
RMOLJakarta, Selasa (24/11).

Namun demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai, penerjunan
pasukan khusus saat ini belum diperlukan karena keadaan tidak genting.

“Saya kira belum segenting itu. Tindakan apapun harus terukur jangan
berlebihan,” sambungnya.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini juga tidak mau
menyalahkan panglima maupun prajurit TNI. Sebab segala sesuatu yang
dikerjakan pasti atas perintah atasan.

“Bagaimanapun bila panglima (Kodam Jaya) dapat perintah dari atas dia
susah juga. Tetapi menurut saya, sekali lagi, TNI itu maju pada
saat-saat terakhir sebagai senjata pamungkas kalau yang lain sudah
tidak bisa lagi,” tegasnya.

“Karena intinya tentara itu diharapkan untuk menghadapi musuh dari luar
maupun dari dalam misalnya separatis, teroris, nah itu baru
(diturunkan),” demikian Sutiyoso.

Sumber: rmol.id 








-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201126112034.20fa1e23%40lilik-ThinkPad-T420s.

Reply via email to