-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2181-darurat-keteladanan




 Sabtu 28 November 2020, 05:00 WIB 

Darurat Keteladanan 

Administrator | Editorial 

  Darurat Keteladanan MI/Seno Ilustrasi MI. BANGSA ini tidak hanya mengalami 
darurat kesehatan akibat pandemi covid-19. Ada persoalan yang lebih besar lagi, 
yakni darurat keteladanan. Figur-figur yang bisa dijadikan rujukan nilai dalam 
berperilaku dan bertindak kian langka. Para tokoh agama mestinya tampil sebagai 
figur rujukan nilai bagi masyarakat. Menjadi rujukan karena ia santun bertutur, 
bersahaja dalam berpenampilan, satu kata dengan perbuatan. Atribut moralitas 
tidak dipakai untuk membenarkan kekerasan fisik maupun kekerasan verbal. Di 
tengah situasi darurat keteladanan itu, muncul harapan yang ditawarkan Rais Aam 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar yang terpilih menjadi Ketua 
Umum Majelis Ulama Indonesia atau MUI periode 2020-2025, menggantikan Ma’ruf 
Amin. Miftachul Akhyar mengajak seluruh ulama untuk kembali kepada jati diri 
ulama yang mendapat amanah untuk menegakkan ajaran Islam secara benar. Ulama 
semestinya menjalankan tugas utama, yakni berdakwah, mengajak umat untuk 
menjalankan kebaikan. Patut didukung pernyataan Miftachul Akhyar bahwa dakwah 
itu mengajak, bukan mengejek. Dakwah itu merangkul, bukan memukul; menyayangi, 
bukan menyaingi; mendidik, bukan membidik; membina, bukan menghina; mencari 
solusi, bukan mencari simpati; dan membela, bukan mencela. Kiranya kepemimpinan 
baru MUI mampu membawa kesejukan bagi bangsa dan negara sesuai dengan harapan 
Wapres Ma’ruf Amin agar lembaga itu tetap memegang komitmen dalam menjaga 
implementasi Islam wasatiah (moderat). Kita berharap, sangat berharap, agar 
kepemimpinan baru MUI tidak berlama-lama melakukan konsolidasi organisasi sebab 
bangsa ini masih didera darurat kesehatan akibat pandemi covid-19. MUI 
diharapkan segera menunjukkan kontribusinya dalam mengawal proses persiapan 
vaksinasi. Mengawal proses, sebagaimana diharapkan Wapres, tidak hanya terkait 
dengan sertifikasi halal bagi vaksin covid-19 yang akan digunakan pemerintah, 
tetapi juga dalam menyosialisasikan pentingnya vaksin sebagai salah upaya 
pengendalian covid-19. Sosialisasi vaksin sangat penting sebab hasil survei 
nasional menyebutkan masih ada perbedaan penerimaan vaksin di setiap provinsi. 
Survei dilakukan Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory 
Group on Immunization dengan dukungan Unicef dan WHO. Perbedaan penerimaan 
vaksin dilatarbelakangi oleh berbagai aspek, di antaranya aspek ekonomi, 
keyakinan agama, status pendidik, serta wilayah. Meski demikian, mayoritas 
penduduk bersedia divaksinasi. Terus terang, untuk mengatasi pandemi yang telah 
menewaskan ribuan orang di Indonesia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. 
Seluruh elemen masyarakat mesti terlibat, termasuk pemuka agama. Sebagai 
pemimpin umat, mereka malah memiliki peran sentral seperti halnya tenaga 
kesehatan. Mereka harus berada di garda terdepan dalam penanggulangan wabah 
ini. Para tokoh agama tidak cukup hanya berteriak di atas mimbar, tetapi juga 
harus memberi keteladanan tanggung jawab lewat perbuatan. Jika tanggung jawab 
perawatan dan medis ada pada dokter dan perawat, tanggung jawab pencegahan 
wabah sebetulnya juga ada di tangan para tokoh agama. Bahkan, dengan kultur 
religius yang kuat di Indonesia, ucapan para tokoh agama tak jarang lebih 
dahsyat dampaknya ketimbang pemerintah. Dalam konteks itulah kita berharap para 
tokoh agama tidak melalaikan peran dan kearifan mereka pada kondisi meruaknya 
pandemi ini. Mereka sejatinya tidak ikut mengumpulkan massa dengan alasan apa 
pun, apalagi tanpa mematuhi protokol kesehatan.  

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2181-darurat-keteladanan







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201128174205.e74a984d887ef219280f9872%40upcmail.nl.

Reply via email to