-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1865720/perempuan-garda-nusantara-minta-cepat-atasi-persoalan-bangsa




Perempuan Garda Nusantara minta cepat atasi persoalan bangsa

Sabtu, 28 November 2020 22:19 WIB

Sejumlah tokoh perempuan yang tergabung dalam Perempuan Garda Nusantara 
(ANTARA/HO-Dok Perempuan Garda Nusantara)
Negara harus hadir dengan tegak dan utuh dalam menjamin terkendalinya haluan 
negara.
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah tokoh perempuan Indonesia yang tergabung dalam 
Perempuan Garda Nusantara meminta Pemerintah untuk bertindak cepat dan tegas 
dalam mengatasi setiap persoalan bangsa, mulai dari masalah pandemi COVID-19 
hingga radikalisme yang mengancam keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

Perempuan Garda Nusantara, antara lain beranggotakan analis militer dan 
pertahanan Dr Connie Rahakundini Bakrie, pakar hukum Prof Dr Harkristuti 
Harkrisnowo, aktivis sosial Maryuna Nasution, aktris senior Christine Hakim, 
Olga Lidya, Heni Supolo, dan beberapa tokoh perempuan lainnya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, setidaknya ada tiga 
tuntutan yang disampaikan Perempuan Garda Nusantara.

Pertama, Presiden Joko Widodo harus mampu memperhatikan dan mengukur (sense of 
security) masyarakat, terutama kaum ibu yang mengkhawatirkan masa depan anak 
dan cucu mereka.

"Keraguan negara tercermin dari cederanya objek vital nasional serta 
pembangkangan tokoh ormas dalam mengumpulkan massa di tengah pandemi COVID-19, 
serta menimbulkan gejolak dalam bentuk ancaman dan ujaran kebencian," kata 
Connie.

Beberapa waktu lalu, sejumlah fasilitas di Terminal 3 Bandar Udara 
Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten yang merupakan objek vital nasional, 
mengalami kerusakan sebagai dampak dari kerumunan massa menyambut kedatangan 
pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dari Arab Saudi.

Rangkaian acara yang digelar Rizieq Shihab, di Petamburan, Jakarta Pusat, 
Tebet, Jakarta Selatan, dan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, juga mengundang 
kerumunan massa.

Bahkan, kata dia, muncul klaster-klaster baru penyebaran COVID-19 dari 
acara-acara di tiga lokasi tersebut sehingga polisi kini tengah mengusut kasus 
dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan tersebut.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Connie, lalu lahirlah tuntutan yang kedua 
dari Perempuan Garda Nusantara.

"Tuntutan kedua, negara harus hadir dengan tegak dan utuh dalam menjamin 
terkendalinya haluan negara. Negara harus dapat membuktikan terciptanya 
ketertiban dan keamanan nasional dari kendala yang terus memompa ancaman bagi 
persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Connie.

Harkristuti menambahkan bahwa negara harus membuktikan kehadirannya dengan 
lebih tegas, konsisten dan terukur dalam bertindak.

Ketiga, Perempuan Garda Nusantara bahkan menyinggung soal "reshuffle" atau 
perombakan Kabinet Indonesia Maju.

Menurut Harkristuti, tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo 
oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pemberian izin 
eksportir benih lobster, Rabu (25/11) lalu, hendaknya dijadikan momentum bagi 
Presiden Jokowi untuk melakukan "reshuffle" kabinet secara luas.

"Kami sangat mendukung usaha-usaha untuk me-'reshuffle' Kabinet Indonesia Maju, 
dan juga lembaga-lembaga pemerintah demi efektivitas kerja Presiden dalam 
menjalankan kebijakannya, terutama pada aspek penanganan intoleransi, 
radikalisme dan separatisme, serta penegakan protokol kesehatan COVID-19 dan 
pemulihan ekonomi nasional," kata Harkristuti pula.
Baca juga: PKBI Lampung Kampanyekan Remaja Anti Seks Bebas
Baca juga: Terjunkan personel, tim kemanusiaan PKBI bantu korban tsunami 
Lampung Selatan

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201128175521.cbb59f23b38b74e1fe3433e1%40upcmail.nl.

Reply via email to