3 Negara yang Diklaim Jadi Tempat Pertama COVID-19 Merebak
Sabtu , 28 November 2020 | 22:26 
https://www.sinarharapan.co/internasional/read/27500/3_negara_yang_diklaim_jadi_tempat_pertama_covid_19_merebak_
 
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.Listen to this
JAKARTA - Pandemi COVID-19 sampai saat ini masih terus menyebar hingga ke 
berbagai negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Tetapi, sampai saat ini 
masih belum bisa diketahui secara pasti dari mana asal usul virus Corona 
tersebut.

Bahkan belum lama ini, ada klaim yang mengatakan bahwa COVID-19 bukan menyebar 
pertama kali di Wuhan, China. Dugaan ini pun direspons oleh Organisasi 
Kesehatan Dunia (WHO).

"Saya pikir sangat spekulatif bagi kami untuk mengatakan bahwa penyakit itu 
tidak muncul di China," kata Mike Ryan pada briefing virtual di Jenewa setelah 
ditanya apakah COVID-19 bisa pertama kali muncul di luar China, dikutip dari 
Reuters.

"Jelas dari perspektif kesehatan masyarakat bahwa Anda memulai penyelidikan di 
mana kasus manusia pertama kali muncul," tambahnya, mengatakan bahwa bukti 
kemudian dapat mengarah ke tempat lain. Selain China, ada beberapa negara yang 
juga disebut sebagai tempat asal usul virus Corona yang mematikan tersebut.

Berikut 3 negara yang disebut menjadi tempat COVID-19 muncul, dirangkum dari 
berbagai sumber.

1. Spanyol

Virus Corona juga sempat disebut bermula dari Spanyol. Hal ini dibuktikan 
dengan adanya temuan jejak virus Corona di air limbah Spanyol. Dalam hal ini, 
Dr Tom Jefferson, dari Centre of Evidence-Based Medicine (CEBM) di Oxford 
University, telah menunjuk serangkaian penemuan tentang keberadaan virus Corona 
di seluruh dunia sebelum muncul di Asia.

Dikutip dari The Guardian, penemuan ini menjadi bukti soal asal usul pandemi 
virus Corona. Jejaknya sudah ditemukan dalam sampel limbah dari Spanyol, 
Italia, dan Brasil, bahkan sebelum ditemukan di China. Sebuah studi pracetak 
yang belum peer-reviewed juga mengklaim telah menemukan keberadaan genom 
SARS-CoV-2 dalam sampel limbah Barcelona dari 12 Maret 2019.

"Ada cukup banyak bukti virus Corona dalam jumlah besar di air limbah di semua 
tempat, dan semakin banyak bukti ada penularan lewat tinja," lanjut Jefferson. 
Selain itu, suhu 4 derajat Celcius di pembuangan air limbah dinilai Jefferson 
sebagai tempat yang ideal untuk virus.

"Ada konsentrasi tinggi di mana pembuangan limbah adalah 4 derajat Celcius, 
yang merupakan suhu ideal untuk virus. Dan pabrik pengepakan daging sering pada 
suhu 4 derajat Celcius," tegas Jefferson. "Wabah ini perlu diselidiki dengan 
benar," pungkasnya.

2. Italia

Salah satu epidemolog China yang bernama Zheng Guang mengatakan virus Corona 
bukan berasal dari Wuhan, China. Menurutnya virus tersebut hanya 
teridentifikasi pertama kali di kota tersebut.

"Wuhan adalah tempat virus Corona pertama kali terdeteksi, tetapi bukan menjadi 
tempat asalnya (virus Corona)," kata Zeng yang merupakan mantan epidemolog 
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (DCD) China pada konferensi 
akademik, yang dikutip dari South China Morning Post.

Zeng mengutip sebuah penelitian Italia, yang menunjukkan bahwa virus Corona itu 
menyebar di Italia lewat orang tak bergejala, beberapa bulan sebelum dilaporkan 
di Wuhan pada Desember 2019.

Berdasarkan studi National Cancer Institute (INT) kota Milan Italia, COVID-19 
ini sudah menyebar di Italia sejak September 2019. Ini menunjukkan bahwa 
COVID-19 sudah menyebar lebih awal di luar China dari yang diperkirakan 
sebelumnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan infeksi virus Corona COVID-19 tidak 
diketahui sebelum wabah pertama kali di laporkan di Wuhan, China Tengah pada 
bulan Desember 2019. Sementara itu, pasien COVID-19 pertama Italia terdeteksi 
pada 21 Februari 2020 lalu di sebuah kota kecil dekat Milan, di wilayah utara 
Lombardy.

Namun, temuan terbaru para peneliti Italia, yang diterbitkan oleh majalah 
ilmiah INT Tumori Journal, menunjukkan bahwa 11,6 persen dari 959 sukarelawan 
sehat yang terdaftar dalam uji coba skrining kanker paru antara September 2019 
dan Maret 2020, telah mengembangkan antibodi virus Corona jauh sebelum Februari 
2020.

Negara mana lagi yang disebut jadi tempat COVID-19 berasal? Simak penjelasannya 
di halaman berikutnya. 

3. India
Setelah virus Corona COVID-19 yang menjadi pandemi saat ini diduga muncul 
pertama kali di Eropa, kini satu studi menyebut virus itu berawal dari China. 
Studi tersebut dimuat dalam jurnal medis The Lancet berjudul The Early Cryptic 
Transmission and Evolution of Sars-CoV-2 in Human Hosts.

Dalam studi tersebut, para peneliti meneliti dan menghitung mutasi jenis virus 
Corona pada 17 negara. Diduga jumlah mutasi Corona yang ditemukan di beberapa 
negara lebih sedikit daripada yang dilaporkan pada sampel pertama di Wuhan.

Dikutip dari Daily Star, para peneliti mengklaim strain atau jenis Corona yang 
paling sedikit bermutasi, ditemukan di delapan negara yaitu Australia, 
Bangladesh, Yunani, AS, Rusia, Italia, India, dan Republik Ceko.

Namun, para peneliti menyebut virus Corona COVID-19 tak bisa 'melompat' ke 
manusia dari semua tempat ini di waktu yang sama. Disimpulkan, wabah COVID-19 
pertama pasti terjadi di wilayah dengan keragaman genetik. "Tidak ada tempat 
yang lebih beragam secara genetik selain India dan Bangladesh," jelas peneliti. 
(E-4)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B0C7999CFE214652AFD38ED475868C7D%40A10Live.

Reply via email to