Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
Datum: Tue, 1 Dec 2020 20:13:37 +0100
Von: "Lusi D." <[email protected]>
1.
Tak Perlu Panik, Pria ini Bagikan Tips Cara Tangkap Ular Liar Pakai
Toples dengan Mudah.
Sabtu, 21 November 2020 21:36 WIB
https://www.indozone.id/news/zosY4Nv/tak-perlu-panik-pria-ini-bagikan-tips-cara-tangkap-ular-liar-pakai-toples-dengan-mudah?utm_source=insight&utm_medium=insighitsrc&utm_campaign=insightsrc
INDOZONE.ID - Saat bertemu dengan ular liar yang tiba-tiba saja masuk
halaman atau rumah, pastinya bikin sebagian orang panik ketakutan
berhadapan dengan makhluk melata yang satu ini.
Namun tak perlu khawatir jika kamu menemukan ular yang berkeliaran d
rumahmu, ada berbagai cara yang mudah dan bisa kamu lakukan saat ingin
menangkap binatang tersebut.
Seperti unggahan video pada akun vs.senthil di TikTok, terlihat seorang
pria dengan mudahnya menangkap ular hanya menggunakan toples plastik.
Terlihat pria tersebut perlahan mendekatkan lubang toples ke kepala
ular tersebut. Setelah kepala ular masuk, ia pun menjepit sebagian
tubuh ular, dan mencoba mendorong ular tersebut masuk ke dalam toples.
Meski terlihat mudah, lebih baik kamu menghubungi petugas setempat bila
ingin menangkap ular yang berkeliaran di rumahmu agar tak terjadi hal
yang tak diinginkan.
Hingga kini video tersebut telah ditonton hingga 2,5 juta kali dan
mendapatkan beragam komentar kocak dari netizen.
2.
Novel Baswedan Ungkap Mengapa KPK Masih Bisa OTT Edhy Prabowo dan Ajay
M Priatna Meski Dilemahkan
Mahbub Ridhoo Maulaa - 30 November 2020, 11:27 WIB
https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011034944/novel-baswedan-ungkap-mengapa-kpk-masih-bisa-ott-edhy-prabowo-dan-ajay-m-priatna-meski-dilemahkan
PIKIRAN RAKYAT - Pegawai-pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
perlahan-lahan mundur teratur semenjak undang-undang baru diteken DPR
RI dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penyidik KPK Novel Baswedan mengakui kalau pelemahan dalam UU KPK baru
sangat serius sehingga menghambat upaya pembasmian koruptor di
Indonesia.
Namun, Novel Baswedan mengungkap kalau saat ini operasi tangkap tangan
(OTT) masih berhasil menangkap beberapa pejabat seperti Edhy Prabowo
dan Ajay M Priatna karena sejumlah alasan.
Saat diwawancara Karni Ilyas, Novel mengatakan kerisauan atas pelemahan
KPK memang menjadi pendorong mundurnya rekan-rekan dia di komisi
antirasuah itu.
"Kami ada di KPK itu inginnya adalah ingin berjuang memberantas
korupsi," tuturnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube Karni
Ilyas Club pada Senin 30 November 2020.
"Ketika keadaannya tidak ideal untuk bisa memberantas korupsi dengan
baik, maka itu menjadi kerisauan tersendiri," ucap Novel tegas.
Ia mengungkapkan kalau para pegawai KPK menganggap upaya pemberantasan
korupsi sebagai jalan yang mulia.
Oleh karena itu, intervensi yang mempersulit langkah KPK membuat mereka
semua enggan karena independensi lembaga antirasuah ini jadi diragukan.
Mulai dari rekrutmen hingga pembinaan karir pegawai diintervensi oleh
lembaga di luar KPK sehingga integritas komisi tersebut akan makin
rendah.
"Ini kan berbahaya pak Karni. Ini bisa menjadi jalan atau peluang untuk
intervensi," ucap Novel.
Novel mengakui kalau transisi menuju sistem KPK seusai UU baru itu
mulai terasa. Akibatnya, satu persatu pegawai KPK mengundurkan diri.
"Pertanyaannya seringkali dikatakan, 'Lah sekarang kenapa bisa OTT?
Kenapa masih bisa bekerja?' karena pelemahannya belum bisa 100 persen
berjalan," ucapnya tegas.
Ia pun belum keluar dari KPK karena masih berharap adanya perubahan
dari komisi antirasuah itu ke depannya.
"Sejujurnya, saya sudah beberapa waktu lalu ingin mundur, tapi kemudian
ketika saya timbang-timbang kembali, saya berpikir, saya akan menunggu
sampai pada masa betul-betul tidak bisa ngapa-ngapain, tidak bisa
berbuat sungguh-sungguh. Saya akan mundur di sana," kata Novel.***
3.
Pencucian Uang Ekspor Benur, Effendi Gazali Sebut Dilakukan Diam-diam
Sejak Pelarangan Ekspor
Ferdinandi Pratama Putra - 1 Desember 2020, 16:55 WIB
PR CIREBON - Pasca tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy
Prabowo dalam Operasi Tangkap Tangan karena adanya indikasi dugaan
korupsi.
Yang mana masalah ekspor benih lobster kini kembali ramai
diperbincangkan.
Dari permasalahan kasus Benih Lobster tersebutlah yang membuat Ketua
Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan
dan Perikanan (KP2-KKP), Effendi Gazali kembali menyuarakan
pernyataanya terkait ekspor benih lobster.
Seperti yang telah dilansir PikiranRakyat-Cirebon.com Dalam podcast
yang tayang di channel Youtube Deddy Corbuzier hari Senin, 01 Desember
2020, Effendi Gazali diundang untuk berdiskusi tentang kasus ekspor
benih lobster dan kasus korupsi yang dilakukan Menteri Kelautan dan
Perikanan, Edhy Prabowo.
Yang mana telah banyak diketahui bahwa kegiatan ekspor benih lobster
sempat dilarang di kepemimpinan menteri sebelumnya yaitu Susi
Pudjiastuti.
Namun ada yang berbeda dengan dulu, kini ekspor benih lobster telah
dilegalkan oleh pemerintah.
Menurut Effendi Gazali, ekspor tersebut tetap dilakukan diam-diam sejak
pelarangan ekspor tersebut. Nilainya pun terbilang sangat fantastis,
mencapai Rp10,2 triliun.
Ternyata pencucian uang yang didapat dari penyelundupan ekspor benih
lobster yang diendus oleh PPATK berjumlah Rp900 miliar untuk tahun 2019
saja.
Artinya bahwa selama Vietnam dapat terus-menerus melakukan ekspor
lobster ke berbagai negara lain, maka dapat dikatakan bahwa 80%
benihnya dipastikan dari Indonesia.
“Ketika peraturan resmi melarang ekspor benih lobster, Vietnam itu
tetap menerima. Jadi di depan mata kita satu juta benih menyebar… satu
juta benih menyebar… setiap hari,” ujarnya.
“Jadi totalnya per tahun itu 360 juta benih, diselundupkan sebagian
besar melalui Singapore," imbuhnya.
Seperti yang diketahui, kasus ekspor benih lobster ini kembali
diperbincangkan sejak penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy
Prabowo atas dugaan suap izin ekspor bibit lobster atau benur.***
4.
Habib Rizieq Shihab Diuber-uber Hasil Tes Covid-19, Jokowi Pernah
Tegaskan Pasien Punya Hak Privasi
Tim PRMN - 30 November 2020, 10:50 WIB
https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011034966/habib-rizieq-shihab-diuber-uber-hasil-tes-covid-19-jokowi-pernah-tegaskan-pasien-punya-hak-privasi
PIKIRAN RAKYAT - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq
Shihab masih terus didesak Wali Kota Bogor Bima Arya untuk mengungkap
hasil tes Covid-19 miliknya.
Wali Kota Bima Arya bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor bahkan sudah
melaporkan RS Ummi yang merawat Habib Rizieq Shihab ke pihak kepolisian.
Habib Rizieq Shihab dan keluarga masih bersikeras untuk menutup-nutupi
hasil tes Covid-19, sampai-sampai 'kabur' dari RS Ummi Bogor.
Namun, sebenarnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah lama menegaskan
kalau pasien memang punya hak privasi atas hasil tes Covid-19.
Hal ini diungkap Presiden Jokowi saat mengumumkan adanya kasus positif
Covid-19 pertama di Indonesia sebagaimana dikabarkan Galamedianews.com
dalam artikel "Usik Terus Habib Rizieq, Bima Arya Ditampol Presiden
Jokowi: Hormati Privasi Mereka!".
"Saya telah memerintahkan menteri untuk mengingatkan agar rumah sakit
dan pejabat pemerintah untuk tidak membuka privasi pasien yang dirawat
karena virus korona," tulisnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari cuitan
akun Twitter @jokowi pada 3 Maret 2020.
"Hak-hak pribadi mereka harus dijaga," kata Jokowi tegas.
"Begitu juga media massa, saya minta untuk menghormati privasi mereka,"
"Mungkin perintah presiden ini bisa jadi acuan @PemkotaBogor dan
@BimaAryaS daripada tindakan ada akan makin membuat gaduh untuk hal
kecil, adahal yg lebih besar seperti KKN, OPM, pengangguran dan
kemiskinan di negeri yg butuh perhatian kita semua," cuit Muharib pada
akun @muharib89571843, Minggu 29 November 2020.
Joko Widodo @jokowi·3 Mar 2020
Saya telah memerintahkan menteri untuk mengingatkan agar rumah sakit
dan pejabat pemerintah untuk tidak membuka privasi pasien yang dirawat
karena virus korona. Hak-hak pribadi mereka harus dijaga.
Begitu juga media massa, saya minta untuk menghormati privasi mereka.
ujarnya menutup kicauan itu.
Netizen pun langsung memention @PemkotaBogor dan @BimaAryaS untuk
mengingatkan pesan Presiden Jokowi tersebut.
muharib @muharib89571843 · 29. Nov.
Mungkin perintah presiden ini bisa jadi acuan @PemkotaBogor dan
@BimaAryaS daripada tindakan ada akan makin membuat gaduh untuk hal
kecil, adahal yg lebih besar seperti KKN, OPM, pengangguran dan
kemiskinan di negeri yg butuh perhatian kita semua
5.
Terbaru, Dubes Arab Saudi Bongkar Kebohongan Pejabat RI Terkait HRS
Swarakyat News, November 30, 2020
https://www.swarakyat.com/2020/11/terbaru-dubes-arab-saudi-bongkar.html
SWARAKYAT.COM - Dubеѕ Arаb Saudi untuk Indоnеѕіа Eѕѕаm bin Abеd
Al-Thаԛаfі mеmbоngkаr kеbоhоngаn реjаbаt RI terkait Hаbіb Rіzіеԛ Sуіhаb
(HRS).
Dаlаm wаwаnасаrа dеngаn CNN Indonesia mulаі раdа menit 20:38, Essam bіn
Abed Al-Thаԛаfі berbicara terkait HRS tеrmаѕuk isu overstay yang
dіungkарkаn pejabat Indonesia tеrmаѕuk Dubеѕ RI dі Arab Saudi.
Eѕѕаm mеngаtаkаn, HRS tidak аdа masalah ѕеlаmа tinggal di Mekkah Arаb
Sаudі. “Tіdаk аdа mаѕаlаh ѕааt dіа tіnggаl dі Mekkah karena keputusan
ѕеndіrі, itu bukan kami. Jаdі ketika mеmutuѕkаn kеmbаlі kе Indоnеѕіа
kаmі mеngіzіnkаnnуа,” kаtа Eѕѕаm.
Kаtа Essam, tidak ada реlаnggаrаn уаng dіlаkukаn HRS ѕеlаmа tinggal dі
Mekkah. “Tіdаk аdа jеnіѕ реlаnggаrаn арарun. Dіа ѕесаrа рrіbаdі lеbіh
mеmіlіh untuk tinggal ѕаmраі tіbа wаktunуа untuk kembali ke Indоnеѕіа.
Itu уаng tеrjаdі,” jеlаѕnуа.
Mеnurut Eѕѕаm, HRS tіnggаl di Mеkkаh ѕереrtі muѕlіm lainnya.
6.
Pengajian Abuya Uci Membludak, FPl: Gak Usah Disebar, Kasihan Kapolda
Banten Bisa Dicopot
https://www.swarakyat.com/2020/11/pengajian-abuya-uci-membludak-fpl-gak.html
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201201205318.2923fcf3%40lilik-ThinkPad-T420s.