Megawati Perlu Rebranding PDIPS13 - Friday, January 22, 2021 8:00
https://www.pinterpolitik.com/megawati-perlu-rebranding-pdip
 
Megawati Soekarnoputri (Foto: istimewa)
3 min read

"Berpikirnya itu bencana datang dari Gusti Allah. Tentu iya, saya sangat 
mengerti, tapi manusia berusaha untuk menghindari hal tersebut”. – Megawati 
Soekarnoputri, Ketum PDIP


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

Rebranding. Istilah yang catchy ini emang udah melekat di dunia bisnis. Ketika 
bicara tentang produk atau barang dengan merek tertentu, orang selalu 
mengatakan bahwa rebranding menjadi jalan untuk menyegarkan citra atau kemasan 
produk atau barang tersebut demi menambah nilai jualnya untuk menimbulkan 
ketertarikan dari masyarakat.

Kisah tentang Instagram misalnya, dulu awalnya bukan seperti aplikasi yang kita 
kenal sekarang. Pada tahun 2010-an, aplikasi ini fungsinya jadi semacam future 
plans atau rencana masa depan gitu buat bisa hang out atau bikin janji ketemuan 
dengan teman-teman. Nah, kemudian dari janji ketemuan itu, fotonya bisa 
dipublish.

Baca Juga: Jokowi Was-Was 2021 Ganti Presiden?

Namun, fungsi aplikasi yang demikian ini dianggap terlalu rumit. Akhirnya, para 
pendirinya memutuskan melakukan rebranding untuk memfokuskan pada fungsi 
posting foto saja. Hasilnya, aplikasi yang satu ini menjadi salah satu media 
sosial paling populer – bisa dibilang bahkan yang paling populer di kalangan 
anak-anak muda. Dari yang awalnya rumit, akhirnya bisa difokuskan hanya untuk 
hal yang disukai oleh pengguna.

 
Nah, kisah tentang rebranding Instagram ini sepertinya jadi pertaruhan besar 
yang harus dilakukan juga oleh partai terbesar di Indonesia saat ini, yakni 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan alias PDIP. Soalnya banyak yang menilai, 
citra partai ini udah anjlok, baik itu di parlemen maupun di masyarakat.

Ini terkait aksi salah satu kadernya, Bu Ribka Tjiptaning yang sempat memprotes 
dan menolak vaksin Covid-19. Akibat penolakannya itu, doi yang sempat dibela 
oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, digeser juga pada akhirnya dari Komisi IX 
ke Komisi VII DPR.

Konteks citra PDIP secara umum terjadi juga dalam hal lain loh. Misalnya, sejak 
Ketua DPR RI yang adalah kader PDIP, Bu Puan Maharani mempertontonkan drama mic 
mati di sidang RUU Cipta Kerja, banyak yang emang negatif melihat partai ini.

Lalu, terkait kebijakan di Pilkada yang kerap mengusung calon outsider 
ketimbang kader sendiri, kemudian korupsi yang menjerat banyak kadernya – 
terutama yang terbaru dari mantan Menteri Sosial Jualiari Batubara – semuanya 
terakumulasi menjadi citra buruk PDIP. Jangan lupakan pula kasus Harun Masiku.

Nah, makanya pilihan rebranding adalah cara yang bisa dilakukan oleh PDIP. 
Soalnya, partai ini sudah terkesan makin Mega-sentris, tidak berpihak pada 
kader, dan banyak kadernya terjerat korupsi. Duh.

Bisa ikutin gaya PKS tuh yang udah duluan rebranding. Mungkin dengan ganti logo 
misalnya kali ya, dari merah jadi orange biar lebih milenial. Uppps. Menarik 
untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C8036F31526B420E95FA28F90CC1C979%40A10Live.

Reply via email to