https://news.detik.com/internasional/d-5551715/filipina-ogah-tarik-kapal-meski-utang-budi-ke-china?single=1





Round-Up

Filipina Ogah Tarik Kapal Meski Utang Budi ke China

Tim detikcom - detikNews

Kamis, 29 Apr 2021 23:07 WIB
2 komentar
SHARE
URL telah disalin
Soal Jaminan Keamanan, Duterte Batal Uji Coba Vaksin dari Rusia
Foto: Presiden Filipina Duterte (DW (News))
Manila -

Ketegangan antara Filipina dengan China terkait sengketa laut China Selatan 
belum juga reda meski ada utang budi Presiden Filipina, Duterte di baliknya. 
Yang terbaru, Duterte menegaskan tidak akan menarik kapal-kapal Angkatan Laut 
dan penjaga pantai yang berpatroli di laut China Selatan.

Ketegangan di laut yang diklaim China hampir seluruhnya itu, awalnya meningkat 
ketika Beijing menolak untuk menarik kapal-kapalnya dari Zona Ekonomi Eksklusif 
Filipina. Tak hanya itu, ketegangan semakin menjadi lantaran Manila pun 
meningkatkan patroli maritim di laut tersebut.
Baca juga:
Tantang China, Duterte Tak Mau Tarik Kapal Filipina dari Laut China Selatan

Kini Duterte berada di bawah tekanan pihak dalam negeri Filipina untuk 
mengambil tindakan tegas dan lebih keras kepada China. Namun demikian Duterte 
enggan menghadapi China terkait persoalan tersebut lantaran dia membina 
hubungan yang lebih dekat dengan raksasa ekonomi itu.

Duterte sempat menyatakan pada Rabu (28/4) malam waktu setempat, bahwa meski 
Filipina berhutang budi kepada "teman baiknya" China untuk banyak hal, termasuk 
vaksin gratis COVID-19, namun klaim negaranya atas perairan itu "tidak dapat 
ditawar".

"Saya akan memberi tahu China, kami tidak ingin masalah, kami tidak ingin 
perang. Tetapi jika Anda menyuruh kami pergi - tidak," kata Duterte.

"Ada hal-hal yang sebenarnya tidak bisa dikompromikan, seperti kami mundur. Ini 
sulit. Saya berharap mereka mengerti, tapi saya juga memiliki kepentingan 
negara yang harus dilindungi," imbuhnya.

Pernyataan ini disampaikan Duterte setelah Departemen Pertahanan Filipina 
menyatakan "China tidak memiliki urusan untuk memberi tahu Filipina apa yang 
dapat dan tidak dapat kami lakukan dengan perairan kami sendiri".

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Kondisi tegang antara kedua negara ini belum reda hingga kini. Penjaga pantai 
Filipina bahkan saat ini sedang melakukan latihan di dekat Pulau Thitu dan 
Scarborough Shoal, serta kepulauan Batanes di utara dan bagian selatan dan 
timur negara itu.

Scarborough - salah satu tempat memancing terkaya di kawasan itu - telah lama 
menjadi sumber ketegangan antara Manila dan Beijing.

Menanggapi latihan militer tersebut, Kementerian Luar Negeri China mengatakan 
bahwa Filipina harus "menghentikan tindakan yang memperumit situasi dan 
meningkatkan perselisihan".
Baca juga:
Duterte Bersiap Kirim Kapal Perang Filipina ke Laut China Selatan

Sementara itu, dalam beberapa pekan terakhir, Manila telah meningkatkan 
"patroli kedaulatan" yang melibatkan angkatan laut, penjaga pantai dan 
perikanan di Kepulauan Spratly - sebuah kepulauan di Laut China Selatan yang 
diperebutkan oleh beberapa negara.

Beijing telah mengabaikan keputusan pengadilan internasional 2016 yang 
menyatakan klaim historisnya atas sebagian besar Laut China Selatan tidak 
berdasar.

Perselisihan diplomatik antara China-Filipina sebetulnya awalnya dipicu oleh 
kehadiran ratusan kapal China di Kepulauan Spratly pada bulan lalu. China - 
yang mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan - telah menolak 
permintaan berulang kali Filipina untuk menarik kembali kapal-kapal tersebut.
(maa/maa)
laut china selatan
filipina
china
duterte
round-up






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210429193015.cf7d8080e587cd216ce63bfe%40upcmail.nl.

Reply via email to