“Peranan Esktra” Digunakan Coreng Xinjiang
2021-05-02 11:31:51  
http://indonesian.cri.cn/20210502/c4c2c357-8597-24bd-b74a-562f51f4fb95.html

Tahun-tahun terakhir ini, beberapa negara barat yang dikepalai AS selalu 
mengambil contoh kasus “penderita Xinjiang” untuk mencoreng Tiongkok, sejumlah 
“penderita Xinjiang” sering diajak politikus atau media barat untuk menampilkan 
diri di depan media-media barat termasuk koran, TV ataupun forum internasional 
untuk menceritakan “penderitaan apa yang dialaminya di Xinjiang”.



Akan tetapi apa kenyataan sebenarnya?

Wadah pemikir milik China Daily dalam laporan yang berjudul “Rumor Rekayasa dan 
Kenyataan di Xinjiang” menunjukkan, dengan merekayasa “proyek data Xinjinag”, 
“data penderita Xinjiang” dan “data hukum transisi Uighur”, kekuatan anti 
Tiongkok berupaya mencari apa yang disebut sebagai “bukti atau saksi mata” 
terkait “genosida” di Xinjiang.



Kemudian, para “penderita Xinjiang”tersebut hanyalah digunakan sebagai “peranan 
ekstra” dalam “sandiwara anti-Tiongkok”.



Ketiga data itu melibatkan kurang lebih 12 ribu orang, namun setelah 
diselidiki,1342 orang di antaranya adalah “orang palsu” yang dibuat saja dan 
tidak dapat diidentifikasikan, 238 orang telah meninggal dunia, 3244 dihukum 
dengan nama kejahatan mengancam keamanan negara, teroris atau kejahatan 
kriminal lainnya. 264 orang berada di luar negeri, 6962 orang selebihnya masih 
berhidup baik di Xinjiang.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0134B8AB8AD44AEE816F2AB48F97D768%40A10Live.

Reply via email to