Ketua Yayasan Warisan Budaya Pertanian Dunia: 
Yuan Longping Berikan Kontribusi Penting bagi Ketahanan Bahan Pangan Tiongkok 
Bahkan Dunia
2021-05-24 15:18:37  

Ketua Yayasan Warisan Budaya Pertanian Dunia Parviz Koohafkan kepada China 
Media Grup (CMG) menyatakan, Yuan Longping memberikan kontribusi penting bagi 
ketahanan bahan pangan Tiongkok bahkan seluruh dunia.





Dia mengatakan, dirinya telah melihat Tiongkok dari sebuah negara yang miskin 
menjadi salah satu negara yang modern dan maju. Usaha pengentasan kemiskinan 
Tiongkok mencapai kesuksesan yang luar biasa, bahkan kita dapat mencicipi 
makanan enak Tiongkok di Italia. Penelitiannya membantu Tiongkok menanggulangi 
kemiskinan dan menjamin ketahanan bahan pangan Tiongkok.



Sejauh ini, padi hibrida telah ditanam secara besar-besaran di India, 
Bangladesh, Indonesia, Vietnam, Filipina, AS, Brasil dan negara lainnya. Luas 
penanaman tahunan mencapai 8 juta hektar, jumlah produksinya rata-rata melebihi 
dua ton per hektar dari jenis unggul setempat. Koohafkan menyatakan, beras 
tidak saja menjadi makanan utama orang Tiongkok, tapi juga sumber makanan 
penting negara-negara Asia dan Afrika. Yuan Longping sangat luar biasa karena 
dia tidak saja memberikan kontribusi besar bagi ketahanan bahan pangan Tiongkok 
tapi juga bagi seluruh dunia.





Hasil Per Mu Padi Hibrida di Myanmar Bertambah Dua Kali Lipat
2021-05-24 15:29:57  
http://indonesian.cri.cn/20210524/d1726921-505f-eaab-3ea3-8d39cb953404.htmlMyanmar
 adalah negara pertanian besar, sekitar 35% tanah garapan di Myanmar ditanami 
padi. Namun karena teknologinya yang masih terbelakang, kebanyakan petani 
Myanmar masih menanam padi dengan bibit yang disimpannya sendiri, dan luas 
penanaman padi hibrida hanya menduduki 1% dari area tanah garapan umum, hal ini 
termasuk sebagai tahap awal. Namun justru karena bibit padi hibrida Tiongkok 
yang baru memasuki pasar Myanmar inilah, Myanmar telah merealisasi pertumbuhan 
hasil panennya menjadi dua kali lipat sehingga industri beras Myanmar memiliki 
harapan baru.

Myanmar adalah negara penghasil beras terbesar ketujuh di dunia, hasil 
tahunannya mencapai 14-15 juta ton, Myanmar juga adalah negara pengekspor beras 
terbanyak ke-7, setiap tahun akan mengekspor 2-3 juta ton beras. Selama 7 bulan 
sebelum tahun fiskal berjalan (10/2020-4/2021), pemasukan devisa ekspor beras 
Myanmar telah mencapai 430 juta dolar AS. Namun karena teknologinya masih 
terbelakang, petani Myanmar sulit mewujudkan peningkatan pendapatan.

Direktur Perusahaan Teknologi Bibit Mingtian Jiangsu Tiongkok, Jiang Yintao 
menyatakan, mereka mulai mempromosikan bibit padi hibrida Tiongkok di Myanmar 
sejak tahun 2016. Hingga kini, luas penanamannya telah melampaui 13.333 ribu 
hektar, dan telah merealisasi peningkatan hasil panen sebesar dua kali lipat.

Penanaman padi di Myanmar kebanyakan tetap menggunakan bibit yang disimpan 
petani sendiri dengan hasil per mu (0,067 hektar) hanya mencapai 270 kg, 
sedangkan hasil per mu padi hibrida dapat mencapai 550 kg. Keunggulan terbesar 
padi hibrida adalah bibit, peningkatan jumlah hasil produksi dapat menurunkan 
biaya produksi, dengan demikian meningkatkan daya kompetitif internasional. 
Dapat dikatakan bahwa padi hibrida Tiongkok adalah sebuah kartu nama 
internasional. “Saat ini bibit kami sangat populer di Myanmar dan selalu habis 
terjual. ” Ujar Jiang Yintao.

Hasil pertukaran dan kerja sama di bidang padi hibrida antar pemerintah 
Tiongkok-Myanmar juga mencapai banyak hasil. Pada tahun 2019, Kementerian 
Perdagangan Tiongkok dan Perusahaan Teknologi Tinggi Pertanian Yuan Longping 
bersama-sama mengadakan penataran luar negeri teknologi padi hibrida Myanmar 
selama 45 hari , dan meluluskan 60 lebih teknisi pertanian Myanmar yang 
mempelajari metode produksi dan teknik pembudidayaan berteknologi tinggi dan 
tercanggih Longping dalam penataran tersebut. Sementara itu di tahun yang sama, 
Wakil Kepala Universitas Mawlamyine San San Aye mendirikan tiga tanah garapan 
uji coba untuk menghibrida dua macam bibit padi Tiongkok dan Myanmar untuk 
menanam lebih banyak varietas padi yang berkualitas tinggi.

Dia menyatakan, program hibrida padinya mendapat dukungan dana dari Yayasan 
Kerja Sama Lancang-Mekong, sudah menghasilkan bibit baru, dan mulai 
melaksanakan uji coba di bawah pimpinan Kementerian Pertanian Myanmar. Saat ini 
mereka perlu menguji apakah gen bibit baru tersebut lebih baik, setelah uji 
coba tersebut selesai, dapat didaftarkan secara resmi ke dalam bibit padi jenis 
baru negara Myanmar dan dapat dipromosikan pada para petani Myanmar.

Dewasa ini, penanaman padi hibrida masih berada pada tahap permulaan, menurut 
pandangan Kanselor Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok Kedutaan Besar Tiongkok 
untuk Myanmar Tan Shufu, prospek perkembangan padi hibrida di Myanmar sangat 
cerah, jika dapat ditanam di area yang luas, akan bermanfaat bagi penjaminan 
ketahanan bahan pangan dan peningkatan pemasukan ekspor beras Myanmar.




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EC6B5B4CB9E34D5791F8DC854827ECAF%40A10Live.

Reply via email to