Masyarakat Internasional Mustahil Terkelabui Tipu Muslihat Jepang
2021-05-29 16:08:33  
http://indonesian.cri.cn/20210529/b369547e-93ff-a726-407d-ef99bba5845b.htmlKedutaan
 Besar Jepang untuk Tiongkok baru-baru ini menjawab pertanyaan secara online 
seputar masalah pembuangan air limbah nuklir PLTN Fukushima, di mana sosok 
diplomat tersebut menyebut bahwa air limbah yang dibuang ke laut itu bukan “air 
limbah nuklir”, melainkan “air olahan ALPS”, dan menyebut bahwa metode 
pengolahan tersebut sesuai dengan peraturan internasional, dengan alasan 
berbagai negara di dunia termasuk Tiongkok umumnya “membuang material limbah 
radioaktif PLTN ke laut”.

Di hadapan kritik luas masyarakat internasional, pemerintah Jepang bertindak 
keras kepala, tetap ingin memainkan intrik penipuan “gali lubang, tutup 
lubang”, dalam rangka mencoba mengalihkan opini umum dan menghindari 
kewajibannya.

Padahal, media Jepang dan dokumen-dokumen resmi pemerintah Jepang tetap 
menggunakan istilah “air limbah nuklir”. Namun Kementerian Luar Negeri Jepang 
sengaja menggunakan istilah “air pasca olah” dalam komunikasi dengan luar 
negeri, dan berbohong kepada dunia bahwa air limbah beracun serius dari PLTN 
dapat langsung dibuang ke laut setelah diproses oleh fasilitas tertentu, sama 
seperti PLTN berbagai negara membuang air pendingin pasca pakai ke laut.

Intrik yang mengaburkan definisi air limbah radioaktif dengan air limbah 
setelah pemorsesan tidak akan mengelabui masyarakat internasional. Sama seperti 
apa yang ditunjuk oleh sejumlah pakar bahwa, air limbah nuklir yang diakibatkan 
kecelakaan nuklir Fukushima telah tercemar dengan bahan bakar nuklir yang 
bocor, dan elemennya sangat sulit ditangani karena mengandung sejumlah nuklida 
radioaktif. Air tersebut sama sekali tidak sama dengan air pendingin yang 
digunakan di dalam PLTN yang beroperasi normal. Pendingin air biasa dibuangkan 
berdasarkan standar umum internasional, bukan air limbah radioaktif. Pihak 
Jepang mencoba mengaburkan kedua konsep tersebut adalah tindakan memalukan yang 
mendiskreditkan masyarakat internasional.

Selain itu, pihak Jepang tak pernah melakukan konsultasi penuh dengan 
negara-negara tetangga dan masyarakat internasional soal masalah pembuangan air 
limbah PLTN Fukushima, sebelumnya malah menolak para ahli dari negara-negara 
tenaga seperti Tiongkok, Korsel, Korut dan Rusia memantau PLTN Fukushima, dan 
mengambil bagian ke dalam penanganan air limbah nuklir, bertindak keras kepala 
membuangkan air limbah nuklir ke laut yang merugikan diri sendiri dan orang 
lain. Perbuatan tersebut telah disaksikan bersama seluruh dunia bahwa: apa yang 
disebut “air pemrosesan” hanya tipu muslihat pemerintah Jepang. Biarpun 
disamarkan, tak bisa menutup sifat pembuangan “air limbah nuklir” ke laut. 
Masyarakat internasional mutlak tidak akan mengizinkan hal tersebut terjadi.




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1BBC680BFB3845CFA91CEFAE8A18DB00%40A10Live.

Reply via email to