Dari Sulaman Miao hingga Kedokteran Tradisional,
Ikutilah Jejak Xi Nikmati Keasrian Budaya dan Adat Istiadat
2021-06-11 15:50:19  
http://indonesian.cri.cn/20210611/75963e58-edfe-cc57-db17-ba989da8158b.htmlKebudayaan
 tradisional adalah sumber kelahiran budaya bangsa Tionghoa. Pemimpin tertinggi 
negara selalu berpesan agar masyarakat mewarisi dan mewariskan kebudayaan 
terbaik bangsa Tionghoa dengan menyesuaikan diri dengan arus zaman agar adat 
istiadat bangsa memperlihatkan pesona dan keasrian zaman yang kekal abadi. 
Menjelang tibanya Hari Peh Cun atau Duanwu, marilah kita ikuti jejak Xi Jinping 
untuk menikmati bersama pesona kebudayaan bangsa Tionghoa.

Menjelang tibanya Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek, Xi Jinping 
melakukan inspeksi kerja ke sebuah desa etnis Miao di pegunungan terpencil di 
Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya. Begitu masuk ke desa, Xi Jinping segera 
tertarik oleh pakaian adat etnis Miao dan pernak-pernik adiluhung.



Sulaman Miao yang diwarisi turun-temurun oleh rakyat Miao kerap kali dijuluki 
“sampel hidup sejarah busana Tiongkok”. Kini sebanyak 500 ribu tenaga kerja 
wanita terlibat di industri sulaman Miao di Guizhou. Produk sulaman Miao 
terjual ke 60 negara dan daerah.

Xi Jinping memberikan dorongan kepada masyarakat setempat agar terus 
menyemarakkan kerajinan tersebut.

“Hal-hal tradisional juga adalah hal feyson. Kebudayaan boleh juga dikembangkan 
sebagai industri, yang selain bisa mengembangkan kebudayaan bangsa, juga bisa 
dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan dan revitalisasi pedesaan.”



Selain Sulaman Miao, Permadani Tibet adalah kerajinan lain lagi yang juga 
tercantum dalam Daftar Warisan Tak Benda Tingkat Nasional. Beberapa hari lalu, 
Xi Jinping mendatangi Qinghai, kampung halaman Permadani Tibet untuk 
menginspeksi pabrik permadani setempat, terutama inovasi yang terjadi di sektor 
tersebut.

Permadani Tibet adalah hasil kerajinan tangan yang bersejarah 2000 tahun. Xi 
Jinping mengatakan, industri Permadani Tibet adalah industri yang layak 
dikembangkan di Qinghai, karena industri ini selain bisa menyejahterakan rakyat 
dan mendorong revitalisasi pedesaan, juga berperan memperkuat persatuan antar 
etnis.



Kedokteran tradisional atau jamu yang bersejarah lama patut disebut sebagai 
khazanah bangsa Tionghoa. Xi Jinping pernah memberikan instruksi penting atas 
pengembangan usaha jamu tradisional. Ia berpesan agar berkonsistensi pada 
tradisi unggul dan berinovasi diri untuk mendorong kedokteran tradisional 
semakin mendunia. Sejak 2020, kedokteran tradisional telah memberikan andil 
yang luar biasa dalam menangani pandemi COVID-19.



“Dalam keadaan tiada obat khasiat, diterapkan perpaduan kedokteran tradisional 
dengan kedokteran Barat, dan berturut-turut digulirkan delapan protokol 
pengobatan penyakit COVID-19. Sementara itu ditemukan ‘tiga farmasi dan tiga 
resep’ untuk diterapkan dalam perawatan klinis yang berbasis perpaduan 
kedokteran tradisional dan kedokteran Barat. Preskripsi itu dijadikan refleksi 
atau digunakan di banyak negara lain,” demikian ujar Xi Jinping.



Minuman teh yang populer di seluruh dunia adalah salah satu nama kartu budaya 
bangsa Tionghoa. Dalam pergaulan dengan pimpinan luar negeri, Xi Jinping sering 
kali menyuguhkan teh kepada sahabat asing untuk meningkatkan saling pengertian. 
Pada 2014 saat berpidato di Belgia, Xi Jinping mengumpamakan minuman teh dan 
minuman keras sebagai dua peradaban yang seharusnya saling toleransi dan 
bercermin satu dengan yang lainnya.

“Minuman teh yang berkarakter introvert dan minuman keras yang ekstrovert 
mewakili pemahaman dunia melalui dua saluran yang berbeda. Akan tetapi minuman 
teh dan arak bukanlah dua hal yang tidak bisa dipersatukan. Kedua-duanya boleh 
dimanfaatkan untuk meningkatkan silaturahmi antara sesama manusia.”



Xi Jinping menunjukkan perlunya mengembangkan budaya teh, industri teh dan 
teknologi teh secara selaras dan menjadikannya sebagai industri soko guru dalam 
membangkitkan pedesaan.

Mewarisi dan mewariskan kebudayaan bangsa selalu melekat di lubuk hati Xi 
Jinping. Ia mengatakan, “Bangsa Tionghoa yang jaya sudah bersejarah lama dan 
memiliki peradaban yang adiluhung. Bangsa Tionghoa telah menciptakan dan 
mewariskan kebudayaan tradisional yang ulung, itulah akar dan kekayaan 
spiritual bangsa Tionghoa,” tutur Xi Jinping.




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/15D814D95F8D475A8DF08157C19E01FC%40A10Live.

Reply via email to