Vaksinasi Hindarkan 40 Ribu Lansia Brasil dari Kematian Akibat Virus Corona
2021-06-21 14:09:25  
http://indonesian.cri.cn/20210621/c3ea5bea-9001-2814-25f2-3da16ad73ef9.html

Baru-baru ini, Universitas Federal Pelotas mengumumkan hasil penelitian bersama 
dengan Universitas Harvard, menyatakan bahwa berkat vaksinasi berskala besar, 
selama 5 bulan pertama tahun ini, sekitar 43 ribu orang lansia Brasil yang 
berusia di atas 70 tahun terhindar dari kematian akibat virus Corona.



Para peneliti berpendapat, hasil ini membuktikan efektivitas vaksin Sinovac dan 
AstraZeneca Covid-19 yang disuntikkan secara massal di Brasil, dan membuktikan 
efektivitas perlindungan vaksin terhadap varian mutasi baru virus Corona tipe 
P1 yang ditemukan di Brasil.



Penelitian tersebut menganalisa data kematian dan cakupan vaksin yang diumumkan 
Kementerian Kesehatan Brasil dari 3 Januari sampai 27 Mei, dan menemukan bahwa 
proporsi kematian lansia berusia 80 tahun ke atas dari semua kasus kematian 
virus Corona dari 27,7% pada Januari telah menurun sampai 12,4%, sedangkan 
kasus kematian kelompok usia antara 70-79 tahun juga telah menurun dari 27,7 % 
sampai 16,2%.





Statistik menunjukkan, sampai akhir Mei lalu, hampir 99% lansia yang berusia di 
atas 80 tahun telah menerima setidaknya satu dosis suntikan vaksin, dan 94% 
lansia berusia 70-79 tahun telah menerima setidaknya satu dosis suntikan 
vaksin. Jika dibandingkan dengan faktor lain penyebab kematian, proporsi lansia 
kedua kelompok umur tersebut terpelihara stabil.






 
Pembicaraan Wina mengenai Perjanjian Nuklir Iran Hampir Capai Kesepakatan
2021-06-21 10:16:31  

Pembicaraan putaran ke-6 mengenai restorasi perjanjian nuklir Iran-AS yang 
dipartisipasi oleh pihak-pihak terkait Perjanjian Nuklir Iran berakhir di Wina, 
Austria pada hari Minggu kemarin (20/06). Perwakilan dari UE Enrique Mora 
Benavente menyatakan bahwa pembicaraan kali ini hampir mencapai kesepakatan.

Sidang tersebut dipimpin oleh Enrique Mora Benavente, dan dihadiri oleh 
perwakilan dari Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris dan Iran.

Seusai sidang tersebut, kepada media Mora menyatakan, mereka sudah hampir 
mencapai kesepakatan, namun masih belum mencapai target.

Mora menyatakan, berbagai pihak telah mencapai kemajuan dalam masalah teknologi 
dan memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai dokumen teknologi perjanjian. 
Wakil-wakil berbagai negara akan kembali ke negara mereka masing-masing untuk 
berdiskusi. Dia berharap, saat kembali ke Wina dan memulai pembicaraan putaran 
selanjutnya, mereka dapat mengajukan ide yang lebih jelas untuk mencapai 
kesepakatan.

Mora tidak menyinggung kapan akan diadakan pembicaraan kembali, namun dia 
menantikan perjanjian teknik sementara yang dicapai oleh Iran dan IAEA dapat 
diperpanjang kembali sesudah 24 Juni.

Iran dan IAEA mencapai sebuah perjanjian teknik sementara yang berlangsung 
selama 3 bulan pada Februari lalu. IAEA akan meneruskan pemeriksaan dan 
pengawasan, dan Iran akan menyimpan rekaman pengawasan video terhadap fasilitas 
nuklirnya dalam 3 bulan. Jika AS mencabut sanksi terhadap Iran dalam 3 bulan, 
Iran akan memberikan rekaman pengawasan video tersebut kepada IAEA. Jika sanksi 
AS tersebut tidak dicabut, Iran akan menghancurkan rekaman tersebut. Kedua 
pihak setuju untuk memperpanjang perjanjian teknik selama 1 bulan pada 24 Mei 
lalu.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/21309B0CDC79499F9D00F9A5B31E6EDF%40A10Live.

Reply via email to