*Rakyat p. Obi  - Maluku  dapat apa? Jaangan sampai yang ditinggalkan hanya
lobang-lobnag di p Obi dan rakyat tetap miskin.*
*https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/41649/luhut_resmikan_operasi_pengolahan_nikel_di_pulau_obi
<https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/41649/luhut_resmikan_operasi_pengolahan_nikel_di_pulau_obi>*
Luhut Resmikan Operasi Pengolahan Nikel di Pulau ObiRabu , 23 Juni 2021 |
18:40

*AKARTA -* Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko
Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan operasi produksi fasilitas
pengolahan bijih nikel High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pulau Obi,
HLuhut menjelaskan ada dua teknologi pengolahan untuk bijih nikel yaitu
melalui jalur RKEF (pirometalurgi) maupun HPAL (hidrometalurgi) seperti
yang ada di Pulau Obi.

Smelter HPAL akan banyak memanfaatkan bijih nikel dengan kadar yang lebih
rendah (limonit), yang jumlahnya sangat melimpah di Indonesia. Menurut dia,
hal itu merupakan bagian dari optimasi atau peningkatan nilai tambah dari
sumber daya mineral yang dimiliki oleh Indonesia.

Proses HPAL dapat menghasilkan produk nikel kelas satu, yakni Mixed
Hydroxide Precipitate (MHP) dengan turunannya berupa nikel sulfat (NiSO4)
dan cobalt sulfat (CoSO4) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku
baterai. Produk-produk tersebut bernilai tambah lebih tinggi dibandingkan
dengan produk yang dihasilkan dari jalur RKEF.

"Untuk itu, kita perlu dukung dan terus didorong untuk terjadi peningkatan
investasi agar ada penambahan line (jalur) produksi, sehingga kita mendapat
sebesar-besarnya manfaat dari proses produksi ini," imbuh Luhut.

PT Halmahera Persada Legend (HPL) menggelontorkan lebih dari 1 miliar dolar
AS untuk investasi smelter HPAL di Pulau Obi. Selain PT HPL, di Kawasan
Industri Pulau Obi juga terdapat perusahaan smelter lainnya, yakni PT Megah
Surya Pertiwi dan PT Halmahera Jaya Feronikel. Kedua perusahaan tersebut
memproduksi ferronickel menggunakan RKEF.

Di samping perusahaan smelter, ada juga perusahaan pertambangan bijih
nikel, yaitu PT Gane Permai Sentosa dan PT Trimegah Bangun Persada.

"Diharapkan kawasan ini menjadi pusat pengembangan dan pusat pertumbuhan
wilayah di Pulau Obi khususnya dan di Halmahera, serta Maluku Utara secara
umum," kata Luhut.

Luhut pun mengingatkan bahwa pengembangan industri smelter harus didukung
dengan kesiapan tenaga kerja. Oleh karena itu, ia menilai pembangunan
politeknik di kawasan industri seperti ini menjadi penting. Hal ini berguna
agar dapat memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat lokal untuk
menggali ilmu dan bekerja di industri smelter.

"Guna mendukung industri ini, kesiapan tenaga kerja menjadi penting.
Perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal menjadi perhatian. Untuk
itu, diperlukan fasilitas pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja yang
akan bekerja di industri smelter ini," tambahnya.

Luhut menambahkan mengingat pentingnya kawasan industri smelter yang
beroperasi di Pulau Obi, maka untuk menjaga kelangsungan operasi dan
investasinya, perlu dukungan dari pemerintah. Untuk itu kawasan industri
tersebut akan diajukan sebagai kawasan industri strategis dan perlu untuk
ditetapkan sebagai objek vital nasional.

"Kita perlu jadikan kawasan industri Pulau Obi ini sebagai kawasan industri
strategis, dan perlu untuk dijadikan sebagai Objek Vital Nasional
(Obvitnas)," pungkas Luhut. *(E-3)*



almahera Selatan, Maluku Utara, Rabu (23/6/2021).

Pengolahan bijih nikel HPAL berbasis teknologi hidrometalurgi itu
diharapkan akan dapat mendorong percepatan hilirisasi mineral menuju
industrialisasi berbasis baterai dan pengembangan kendaraan listrik di
Indonesia.

"Indonesia memiliki sumber daya dan cadangan nikel serta cobalt yang cukup,
didukung oleh mineral lain seperti tembaga, aluminium, dan timah yang akan
menjadi modal besar untuk bermain dalam industri kendaraan listrik," kata
Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Pengembangan industri kendaraan listrik jadi target nasional seiring dengan
prediksi pada 2030 masyarakat secara global mempunyai kesadaran untuk
mengurangi emisi dan akan mendorong kenaikan permintaan kendaraan listrik
yang nilainya dapat mencapai 31,1 juta unit.

Di Indonesia sendiri, pemerintah menargetkan dapat memproduksi 600 ribu
unit kendaraan listrik roda empat dan 2,45 juta roda dua. Peningkatan
permintaan kendaraan listrik dapat menaikkan permintaan baterai, terutama
jenis NCM (nikel-cobalt-mangan).

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2Dv6pipK26m6pmXO1rNv28x6rrHGs7_n0T%3DoW46jsdVSw%40mail.gmail.com.

Reply via email to