* 100 tahun Institut Teknologi Bandung.*
Diterjemahkan dari majallah Hua Yi Belanda.
Seratus tahun lalu, tepatnya 3 Juli 1920, Institut Teknologi Bandung
didirikan.
Sekitar tahun 1900, 25 - 30% dari semua insinyur Delft bekerja di Hindia
Belanda, tetapi ini terhenti karena Perang Dunia Pertama (1914-1918).
Pada bulan Februari 1914, Pemerintah Hindia Belanda membentuk Komite
Keuangan untuk Yayasan Eener Technische Hoogerchool dengan Ketua Gubernur
Batavia H Rijfsnijderf dan Sekretaris Mr. I.Hen, dengan anggota:
1. E.A. Zelinga Azn, Presiden Javasche Bank
2. C. Canne, Ketua Dewan Kota Batavia
3. F.H.K. Pemimpin Redaksi Bataviasch Handelsblad
4. G.P.N. Elenbaas, Arsitek
5. R.M. Ario Dhipokoesoemo, Bupati Batang
6. Raden Batin Djaja Negara, Kepala Jaksa di Batavia
7. Kapiten der Chinezen Nio Hoey Oen (Liong Yin Tang)
8. Phoa Keng Hek, Presiden Perkumpulan Tiong Hwa Hwee Kwan
9. H.H. Kan, Tuan Tanah, Anggota Dewan Kota Batavia
10. Dr. J. Noordhoek, Direktur S.T.O.V.I.A
11. Dr. Ingr.P.N. Degens, Guru K.W.S.
12. F.J.H Cowan, Sekretaris Departemen Kehakiman
1. 13. Dr. W.M.G. Schumann, Ambtenaar ter beschikking b/d Burg.
Geneeskundige Dienst
Namun pada tahun 1915, Menteri Pendidikan Belanda menggagalkan rencana
pendirian Technische Hogeschool di Hindia Belanda, dengan alasan jumlah
siswa yang mungkin mendaftar terlalu sedikit.
Pada tahun 1917 datang delegasi dari Hindia Belanda yang kali ini mendapat
perhatian dari pemerintah di Belanda yang menyetujui rencana pendirian
Technische Hogeschool di Hindia Belanda.
Mengapa Technische Hogeschool akhirnya bisa didirikan di Hindia Belanda?
1. Ada kebutuhan besar akan insinyur di bidang pertambangan dan pengeboran
minyak bumi.
2. Pengaruh politik etis.
3. Tumbuhnya seruan untuk kemerdekaan Indonesia.
4. Saat itu jumlah lulusan HBS dan AMS cukup banyak.
5. Ide untuk mendirikan TH didukung oleh K.A.R. Bosscha, sejumlah pemilik
industri, pengusaha, dan pengusaha perkebunan. Bosscha adalah seorang
pengusaha perkebunan yang sangat kaya, filantroop dan putra dari Dr. J.
Bosscha, salah satu rektor TH Delft.
Nio Hoey Oen (Liong Yin Tang), Phoa Keng Hek dan H.H. Kan telah
mengumpulkan 500.000 gulden dari orang-orang Tionghoa kaya. Bosscha dan
pengusaha lainnya telah mengumpulkan 3 juta gulden dalam 1 malam. Walikota
Bandung telah menawarkan lahan seluas 30 ha secara gratis untuk pendirian
Perguruan Tinggi Teknik ini. Kemudian Bandung ditetapkan sebagai lokasi
Sekolah Menengah Teknik ini.
Insinyur Delft terlibat dalam pendirian TH Bandung. Guru besar matematika
dan mekanik terapan Jan Klopper, misalnya, berkontribusi pada Program
Pembelajaran dan menjadi rektor magnificus pertama di Bandung. Awalnya,
sekolah tersebut hanya menawarkan jurusan teknik sipil. Gelombang pertama
terdiri dari 25 siswa, termasuk seorang perempuan. Pada tahun kedua
keberadaannya, mahasiswa paling terkenal dari Bandung mendaftar: Sukarno,
presiden pertama Indonesia merdeka. Bahkan kini ada ikatan khusus antara
Bandung dan Delft. Kolaborasi terjadi di berbagai bidang seperti
pengelolaan air dan pendidikan arsitektur. Kuliah Karel Luyben tahunan yang
rencananya akan berlangsung di Bandung pada bulan Juli ini telah ditunda
karena adanya krisis korona. Pameran di Arsitektur dan Teknik Sipil juga
akan dibatalkan untuk sementara waktu.
TH Bandung kemudian menjadi bagian dari Universitas Indonesia. Pada tanggal
2 Maret 1959, TH Bandung dipisahkan dari Universitas Indonesia dan
ditetapkan sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). 38 tahun setelah
berdirinya TH Bandung pada tahun 1920, Cicit Nio Hoey Oen (Liong Ying Tang)
Liong Sie Tjin (Soetjipto Nagaria) menjadi mahasiswa Teknik Kimia ITB. Dia
lulus pada tahun 1964.
What a wonderful world - Paduan Suara Guru dan Alumni ITB- 100 tahun ITB :
https://www.youtube.com/watch?v=1PEUHiyezuY
[image: Summarecon hibah lahan ITB Innovation Park]
Kiri Herman Nagaria. Sebelahnya, ayahnya, Soetjipto Nagaria, dari
Summarecon Agung.
https://industri.kontan.co.id/news/summarecon-hibah-lahan-itb-innovation-park
Soetjipto Nagaria (Liong Sie Tjin, alumni ITB, buyut Nio Hoey Oen)
menyumbangkan 1 ha lahan untuk ITB dan 1 ha lagi untuk pembangunan ITB
Innovation Park di Gedebage, Bandung.
Bila kakek buyutnya, Nio Hoey Oen bersama Phoa Keng Hek dll. mendirikan
sekolah Pahoa (Patekoan Tiong Hoa Hwee Koan) ditahun 1901, Liong Sie Tjin
(Soetjipto Nagaria) dan kawan2nya alumni PaHoa mendirikan sekolah Pahoa
integrated dari Taman Kanak-kanak hingga SMA di Serpong kurikulum nasional
dengan tambahan bahasa Mandarin dan pendidikan Confucianisme ( Di Zi Gui).
Sekarang focus pada 3 M : Moral, Mandarin, Matematika,
Sumber:
Delft Outlook, No.2, Juli 2020
https://industri.kontan.co.id/news/summarecon-hibah-lahan-itb-innovation-park
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavi-dtk6ZLfBYv4SK4o-9egf0c0Ez7agZu%2Bj9FXjBS5-1g%40mail.gmail.com.