Bukan ABS, Jokowi Ternyata ARS?A43 - Tuesday, June 29, 2021 12:30
https://www.pinterpolitik.com/celoteh/bukan-abs-jokowi-ternyata-ars
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (tengah) meresmikan gedung baru Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Desember 2015 silam. (Foto: MerahPutih.com)
3 min read

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menyematkan gelar 
The King of Lip Service kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Instagram. 
Apa ini mirip dengan sebuah istilah umum – yakni asal bapak senang (ABS)?


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

Publik baru-baru ini diramaikan dengan sebuah kabar yang menarik. Kabar ini 
datang dari kawan-kawan mahasiswa yang ada di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 
Universitas Indonesia (UI).

Gimana nggak heboh? Di tengah akhir pekan kemarin, BEM UI melalui akun 
Instagram-nya mengunggah sebuah poster atau meme dengan foto Presiden Joko 
Widodo (Jokowi) di dalamnya.

Di gambar tersebut, Pak Jokowi digambarkan sebagai sosok pejabat yang dijuluki 
sebagai The King of Lip Service. Sontak aja, langsung ramai jadi buah bibir tuh 
posting-an Instagram dari BEM UI.

Kabarnya, sejumlah pegiat media sosial (medsos) langsung mencecar kawan-kawan 
kita yang ada di BEM UI tuh. Banyak yang bilang kalau cara kritik melalui meme 
tersebut dianggap tidak sopan dan cenderung menghina.

Nggak hanya sejumlah pegiat medsos – alias buzzer, pihak Rektorat UI pun 
langsung memanggil BEM UI. Menurut Rektorat sih, kritik yang disampaikan oleh 
BEM UI tidak sejalan dengan koridor hukum lho.

Ya, terlepas dari benar atau tidaknya cara kritik kawan-kawan BEM UI ini, 
mungkin, bisa aja maksud dari kritiknya sudah tersampaikan tuh. Mimin jadi 
ingin mendalami soal istilah lip service di tulisan ini, gaes.

Baca Juga: The King of Lip Service, Apa Salahnya?

 
Ya, intinya, lip service ini kan menggambarkan bahwa apa yang dikatakan dan 
dijanjikan tidak sejalan dengan apa yang dilakukan sebenarnya. Mudahnya sih, 
hanya di mulut doang. Gitu, gaes.

Mungkin nih, istilah ini mirip-mirip dengan salah satu istilah yang sudah 
populer duluan, yakni asal bapak senang (ABS). Kan, dulu kala pemilihan 
presiden (Pilpres) 2019, ramai tuh istilah tersebut.

Waktu itu, ada yang bilang kalau bawahan-bawahannya Pak Jokowi banyak yang ABS 
doang. Artinya, banyak bawahan-bawahan presiden hanya melaporkan hal-hal yang 
baik tanpa memberikan kabar-kabar buruk. Yang penting, bapak presiden senang. 
Begitulah kurang lebih. Hehe.

Nah, mungkin nih, Pak Jokowi juga perlu nih menerapkan sistem ini. Mungkin, 
jadinya bukan ABS kali ya, melainkan ARS (asal rakyat senang).

Banyak kok pernyataan-pernyataan Pak Jokowi yang memang membuat rakyat senang. 
Janji untuk menguatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), misalnya, merupakan 
salah satu pernyataan yang membuat rakyat senang akan pemimpinnya lah.

Nah, kalau ada yang masih mengkritik keras pemerintahan Pak Jokowi, berarti 
rakyat lagi nggak senang tuh. Apalagi, baru-baru ini, banyak juga rakyat yang 
sedih dengan meninggalnya kerabat dan teman mereka akibat pandemi Covid-19 yang 
malah melonjak tinggi jumlah kasus positifnya.

Kuncinya tetap satu sih buat pemerintah. Asal rakyat senang. Biar senang, 
gimana ya caranya? Simple dong, gaes. Ya, dengan membuat kebijakan yang memihak 
ke rakyat. Meminjam kata-kata ala Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), gitu 
aja kok repot. Bukan begitu? Hehe. (A43)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/74DFD508CB5E4C99A405F8F40A6CD21E%40A10Live.

Reply via email to