Kerja Sama Strategis Tiongkok-Rusia Semakin Intensif, 
Keamanan dan Kestabilan Dunia Semakin Terjamin
2021-06-29 16:13:44  
http://indonesian.cri.cn/20210629/de458bd2-9f93-141d-812b-73c5cb3321c9.htmlPresiden
 Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden Rusia 
Vladimir Putin di Beijing hari Senin kemarin (28/6). Pemimpin kedua negara 
sempat mengeluarkan pernyataan bersama, yang memutuskan untuk memperpanjang 
“Perjanjian Ketetanggaan yang Baik dan Kerja Sama Persahabatan Tiongkok-Rusia”.

Dua puluh tahun yang lalu, penandatanganan Perjanjian Ketetanggaan yang Baik 
dan Kerja Sama Persahabatan Tiongkok-Rusia dianggap sebagai sebuah peristiwa 
besar dalam histori hubungan Tiongkok-Rusia. Perjanjian tersebut telah 
meletakkan dasar kerja sama persahabatan kedua negara sebagai dua negara 
tetangga terbesar bagi satu sama lain. Saat itu, media Barat pernah 
menggembar-gemborkan bahwa Tiongkok dan Rusia akan menggunakan kesempatan 
tersebut untuk membentuk persekutuan, namun kenyataan akhirnya membuktikan 
bahwa selama kurun waktu 20 tahun, kerja sama Tiongkok-Rusia selalu berpegang 
teguh pada prinsip tidak bersekutu, tidak berlawan, tidak tertuju pada pihak 
ketiga, selalu saling menghormati kepentingan inti satu sama lain, dan saling 
memperhatikan keprihatinan rasional satu sama lain, menghasilkan cara baru 
untuk pergaulan antar negara besar di dunia. Hal tersebut tidak hanya 
bermanfaat untuk memelihara kepentingan bersama kedua negara, tapi juga memberi 
sumbangan penting bagi perdamaian dan keamanan dunia. Dewasa ini, situasi 
ekonomi dan politik internasional cenderung rumit, isi perjanjian tersebut 
tidak hanya tidak usang, tapi justru telah ditambah dengan isi yang baru.

Pertemuan pemimpin tertinggi Tiongkok dan Rusia serta pernyataan bersama yang 
dikeluarkan seusai pertemuan tersebut, sama-sama dengan tegas menyatakan 
penentangan terhadap hegemonisme dan unilateralisme, serta menyatakan dukungan 
teguh terhadap kepentingan inti satu sama lain. Dibandingkan tindakan beberapa 
negara Barat yang mencoba menyusun peraturan internasional berdasarkan 
kepentingan pribadi, apa yang dilakukan Tiongkok dan Rusia bertujuan untuk 
bersama menjaga tata tertib internasional yang adil dan rasional, dan 
memelihara kepentingan bersama mayoritas negara di dunia.

Di dalam pernyataan bersama yang ditandatangani kemarin, Tiongkok dan Rusia 
sepakat melaksanakan sejumlah besar misi kerja sama. Antara lain meningkatkan 
volume perdagangan bilateral, meningkatkan kerja sama energi strategis dan 
komprehensif, meningkatkan kerja sama iptek dan inovasi, serta mendorong 
penyinergian inisiatif “Sabuk dan Jalan” dengan Uni Ekonomi Eurasia, banyak hal 
besar yang perlu dikerjakan dalam kerja sama Tiongkok-Rusia. Hal ini tidak 
hanya sesuai dengan kepentingan bilateral, tapi juga bermanfaat bagi 
interkonektivitas dunia.

Praktik telah membuktikan, Rusia membutuhkan Tiongkok yang makmur dan stabil, 
sedangkan Tiongkok membutuhkan Rusia yang kuat dan sukses. Sementara dunia kita 
membutuhkan dua negara besar Tiongkok dan Rusia untuk menginjeksikan tenaga 
positif dan membawa kestabilan. Dapat diprediksi bahwa pada saat umat manusia 
mengalami sejumlah krisis seperti saat ini, hubungan kerja sama strategis 
Tiongkok-Rusia yang semakin erat, akan membuat keamanan dan kestabilan dunia 
semakin terjamin.



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/8AB6E257A89E4BF8843E53704889144A%40A10Live.

Reply via email to