Arah Maju Hubungan Tiongkok-Eropa Hendaknya Ditingkatkan 2021-07-07 12:21:41 http://indonesian.cri.cn/20210707/ae6ae105-1e70-cede-963f-fb4349b16de3.html
Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel hari Senin ini (5/7) mengadakan KTT secara virtual, dan ini merupakan KTT virtual kedua kali pemimpin tiga negara tersebutdalam kurun waktu 3 bulan terakhir ini. Hal ini menandakan bahwa Tiongkok dan Eropa sangat mementingkan dan ingin meningkatkan dialog dan kerja sama antara kedua pihak. Bekerja sama di atas dasar prinsip saling menghormati dan mencari persamaan sementara mengesampingkan perbedaan, hubungan kemitraan strategis komprehensif bilateral secara maksimal mewujudkan kesepahaman.” Demikian dinyatakan Presiden Xi dan ini juga menentukan arah perkembangan hubungan Tiongkok-Eropa. Untuk itu Presiden Xi mengajukan 4 butir usulan, antara lain mempertahankan saling pengertian secara tepat, memperluas kerja sama saling menguntungkan, memelihara multilateralisme serta membentuk hubungan negara besar yang pada pokok stabil dan berkembang secara seimbang. Usulan tersebut tidak hanya merupakan pengalaman berharga yang ditarik dari proses perkembangan hubungan Tiongkok-Eropa, tapi juga pertimbangan mendalam Tiongkok terhadap hubungan Tiongkok-Eropa dalam situasi perubahan abad ini, sekaligus menetapkan jalan bagi Tiongkok dan Eropa untuk dengan baik menangani perselisihan sementara memperluas kesepahaman dan kerja sama. Seputar usulan Tiongkok itu, Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan, ada banyak kesepahaman dan ruang kerja sama antara Eropa dan Tiongkok, kedua pihak harus saling menghormati dan mengurangi perselisihan melalui dialog. Presiden Prancis Macron juga menyatakan dukungan atas persetujuan investasi Eropa-Tiongkok, dan bersedia meningkatkan komunikasi dan pertukaran dengan Tiongkok terkait sejumlah topik termasuk pula perubahan iklim. Pernyataan sikap tersebut mewakili pendirian pragmatis internal Uni Eropa. Tiongkok menantikan satu Eropa yang mengupayakan strategi independen dapat mengupayakan kepentingan maksimal dengan Tiongkok, memfokus kerja sama, dengan baik menangani perselisihan, supaya memberikan kontribusi dalam menanggapi tantangan globaldan berupaya menjadi teladan memelihara multilateralisme. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/21BE90DFAB6D4540B73F289A25998E03%40A10Live.
