Perjalanan Bertema ke Xi'an bagi Para Istri Dubes Asing Dimulai
2021-07-08 15:54:41  
http://indonesian.cri.cn/20210708/8be8af41-da44-f37c-2cd3-ab2c35ddd4f9.htmlPada 
hari Senin (5/7), kegiatan “Prelude PON, Perjalanan Bertema ke Xi'an bagi Para 
Istri Dubes Asing” dimulai di Xi’an dengan diikuti oleh para istri Duta Besar 
Gabon, Gambia, Samoa dan negara lainnya untuk menikmati pesona baru Xi’an yang 
unik.



Wakil Wali Kota Xi’an Shen Liping dalam sambutannya menyatakan, dengan 
mengundang para istri Dubes berbagai negara ke Xi’an, diharapkan mereka dapat 
merasakan budaya, menyaksikan perkembangan, memperdalam komunikasi, mendorong 
kerja sama, mencicipi masakan lezat dan menikmati pemandangan indah, serta 
menonton film promosi Kota Xi’an yang unik di bidang sejarah humaniora, 
industri modern dan pelestarian ekologi.



Pejabat Distrik Lintong Xi’an Zhao Lei mengatakan, kegiatan yang dimulai di 
Xi’an ini bermakna penting, akan menjadi lembaran baru Xi’an dan Distrik 
Lintong Di bidang komunikasi dengan dunia luar di zaman baru.



Komisaris Umum CRI Online CMG, Zang Julin menyatakan, kegiatan ini bertujuan 
untuk menyampaikan suara Xi’an dan memperlihatkan sosok Xi’an melalui hal-hal 
yang disaksikan dan didengar oleh para istri Dubes negara-negara untuk Tiongkok.



Di lapangan peresmian kegiatan tersebut, istri Duta Besar Gabon untuk Tiongkok 
Ndong Ella Christian menyatakan, Xi’an mempunyai pesona budaya yang tak 
terbatas, seperti tambang yang tak akan habis.  Ndong Ella Christian sampai 
menyanyikan lagu “Tanpa PKT, Tak Akan Ada RRT”. Para tamu agung pun ikut 
menikmati lagu tersebut sambil bertepuk tangan.





Tiongkok Tangani Masalah Utang Afrika secara Adil
2021-07-08 13:31:55  
http://indonesian.cri.cn/20210708/f42b847c-70a8-38cf-b597-5635ea61b9a4.htmlJuru 
Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin hari Rabu kemarin (7/7) di 
depan jumpa pers menyatakan, Tiongkok selalu berpegang pada pandangan benar 
tentang keadilan dan kepentingan dalam menangani masalah  hutang dan 
penangguhannya, dengan sungguh-sungguh mempraktekkan prinsip “benar, pragmatis, 
akrab, dan jujur” sehingga telah memperoleh pengakuan dan sambutan  
negara-negara terkait di Afrika.

Baru-baru ini, sejumlah politikus dan media negara-negara Afrika beramai-ramai 
menyangkal apa yang disebut “Tiongkok membuat perangkap utang di Afrika”. 
Presiden Rwanda, Paul Kagame menyatakan, Tiongkok tidak pernah memaksa negara 
mana pun untuk berutang, Presiden dan media-media dari Namibia, Kenya, Senegal 
dan Botswana juga berturut-turut secara terbuka mendukung kerja sama investasi 
dan pendanaan antara Tiongkok dan Afrika.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7D2C876B2E324FFCA4518768299EEB8D%40A10Live.

Reply via email to