Tiongkok Desak Australia Berkaca pada Sejarah
2021-07-10 10:25:09  
http://indonesian.cri.cn/20210710/7ee5baba-844b-da35-90e6-40df956ba7ad.htmlBaru-baru
 ini media utama Australia berturut-turut menerbitkan rangkaian artikel 
peringatan 50 tahun kunjungan mantan Perdana Menteri Edward Gough Whitlam ke 
Tiongkok. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa 
pers kemarin (9/7) menjawab pertanyaan seputar hal itu. Ia mengatakan, Whitlam 
melakukan kunjungan “ice-breaking” ke Tiongkok dengan memimpin delegasi Partai 
Buruh, partai oposisi Australia pada Juli 1971. Beliau patut diperingati karena 
telah memberikan sumbangan penting bagi penggalangan hubungan diplomatik 
Tiongkok-Australia dan perkembangan hubungan bilateral. Tiongkok mendesak 
Australia bercermin pada sejarah, mempertimbangkan kembali “aspirasi” 
penggalangan hubungan diplomatik kedua negara, dan tidak bergerak mundur.

“Pada 50 tahun yang lalu, antara Tiongkok dan Australia terdapat jauh lebih 
banyak perselisihan jika dibanding masa kini. Mengapa para politisi Australia 
pada waktu itu dapat memelopori kerja sama dengan Tiongkok bahkan berani 
‘berkontak Asia’ dengan mengatasi segala kendala dan kesulitan, malah pada masa 
kini sejumlah orang di pemerintah Australia bertindak melawan arus sejarah, 
bahkan berulang kali menghalangi kerja sama dan memprovokasi konfrontasi antara 
kedua negara? Kami mendesak Australia merefleksi diri dengan berkaca pada 
sejarah, dengan sungguh-sungguh mendengarkan seruan dari tokoh-tokoh yang bijak 
di negerinya, memikirkan ulang ‘aspirasi’ yang mendorong penggalangan hubungan 
diplomatik kedua negara, mengesampingkan mentalitas perang dingin dan prasangka 
ideologis, berbuat hal-hal yang menguntungkan peningkatan kepercayaan dan kerja 
sama Tiongkok-Australia serta hal-hal yang sesuai dengan semangat kemitraan 
strategis dan komprehensif Tiongkok-Australia dan hal-hal yang sesuai dengan 
kepentingan rakyat kedua negara, tidak lagi bergerak mundur,” demikian kata 
Wang Wenbin.



Tiongkok Desak AS Kaji Ulang Perihal Visa Pelajar Warga Tiongkok
2021-07-10 10:24:41  
http://indonesian.cri.cn/20210710/16a2648b-9e61-82e7-f975-12a045473d47.html

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers 
kemarin (9/7) mendesak pihak Amerika tepat memandang dan mengkaji ulang masalah 
visa pelajar Tiongkok, menghentikan penindasan tanpa dasar dan tanpa batas 
terhadap para pelajar Tiongkok yang ingin melanjutkan studi ke AS, benar-benar 
melindungi hak dan kepentingan mereka.

Wang Wenbin menyatakan hal itu ketika menjawab pertanyaan terkait keputusan AS 
yang menolak pemberian visa kepada para pelajar Tiongkok.

Diberitakan, juru bicara Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini memberikan 
penjelasan tentang penolakan visa kepada para pelajar Tiongkok. Dikatakannya, 
langkah tersebut didasari surat keputusan presiden nomor 10043 dan hanya 2 
persen pemohon warga negara Tiongkok yang terpengaruh. Jubir AS itu menyatakan 
AS menyambut kunjungan para pelajar internasional, termasuk para pelajar 
Tiongkok ke AS.

Atas penjelasan pihak AS tersebut, jubir Kemenlu Tiongkok Wang Wenbin 
mengatakan, pertukaran antar masyarakat adalah fondasi hubungan Tiongkok-AS. 
Pertukaran akademis, pendidikan dan iptek adalah salah satu bagian penting dari 
pertukaran antar masyarakat Tiongkok-AS.

“AS menyebut langkah tersebut hanya mempengaruhi tidak sampai 2 persen pemohon 
visa warga negara Tiongkok. Namun menurut evaluasi Georgetown University AS, 
kurang lebih 3.000 hingga 5.000 mahasiswa Strata II warga Tiongkok terpengaruh 
surat Keputusan nomor 10043, atau sebesar 16 hingga 27 persen dari semua 
pemohon visa pelajar ke AS,” demikian ujar Wang Wenbin.




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/31611FD9D87941CBBF59F2C704B9095D%40A10Live.

Reply via email to