https://www.antaranews.com/berita/2321454/7-perempuan-korban-perdagangan-manusia-di-cibubur-diselamatkan




7 perempuan korban perdagangan manusia di Cibubur diselamatkan

Rabu, 11 Agustus 2021 23:05 WIB

BP2MI selamatkan tujuh perempuan korban perdagangan manusia yang akan dikirim 
ke Irak di Cibubur, Jakarta, Rabu (11/8/2021). ANTARA/HO-BP2MI
Mereka hampir saja diberangkatkan ke Irak
Jakarta (ANTARA) - Badan Perlindungan Pekerja Migrasi Indonesia (BP2MI) 
menyelamatkan tujuh perempuan korban perdagangan manusia di Cibubur, Jakarta 
Timur, yang akan dikirim ke Irak.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Jakarta, Rabu malam, mengatakan ketujuh korban 
perdagangan tersebut diselamatkan dari sebuah tempat penampungan.

Rencananya mereka akan diberangkatkan ke Irak pada Kamis (12/8).

"Mereka hampir saja diberangkatkan ke Irak," kata dia.

Ia menambahkan tujuh perempuan itu berasal dari sejumlah daerah, seperti 
Sukabumi, Indramayu, dan Karawang.

Sejak 2016, pihaknya sudah melarang pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah.

Dia mengatakan tujuh korban perdagangan tersebut, saat ini untuk sementara 
ditampung di kantor BP2MI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur, sebelum nantinya 
dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

"Tidak boleh ada lagi perbudakan modern, mereka adalah manusia yang harus kita 
hormati, tapi kemudian diperjualbelikan oleh sindikat perdagangan orang," ujar 
Benny Rhamdani.

Baca juga: Pemprov Aceh pulangkan tujuh pemuda diduga korban "human trafficking"
Baca juga: Polda NTB tangkap dua anggota sindikat perdagangan manusia
Baca juga: Pekerja migran harus merdeka dari eksploitasi, sebut Kepala BP2MI

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210811192216.a053cfc5e8bf887b09eb8f23%40upcmail.nl.

Reply via email to