Artikel Bersama Ilmuwan Berbagai Negara dalam Majalah CELL 
Bantah Argumentasi ‘Kebocoran Laboratorium Wuhan’
2021-08-23 11:05:33  
http://indonesian.cri.cn/20210823/ff242827-8686-ae8b-cf9f-539f3d059378.htmlSebuah
 artikel mengenai penelusuran sumber virus COVID-19 yang ditulis bersama 
ilmuwan berbagai negara dirilis di majalah CELL AS pekan ini. Artikel ini 
adalah penilaian penting para ahli profesional di bidang tersebut mengenai 
masalah penelusuran sumber virus dengan berdasarkan bukti ilmiah yang telah 
ada. Artikel membantah  konspirasi ‘kebocoran laboratorium’ yang 
digembar-gemborkan oleh sejumlah politikus AS, dan menunjukkan bahwa penularan 
lintas spesies dari hewan ke manusia adalah sumber paling memungkinkan bagi 
virus COVID-19.

Artikel ini ditulis bersama oleh 20 lebih ilmuwan top di dunia. Menurut artikel 
tersebut, tiada satu pandemi pun dalam sejarah manusia yang ditimbulkan oleh 
pelarian virus tipe baru, dan juga tiada data yang menunjukkan bahwa sebelum 
COVID-19 merebak, Institut Virologi Wuhan atau laboratorium lain sedang 
meneliti virus corona baru atau virus apa pun yang bisa menjadi leluhur virus 
COVID-19. Dengan kata lain, tiada bukti apa pun yang menunjukkan bahwa setiap 
kasus awal COVID-19 memiliki hubungan dengan Institut Virologi Wuhan.

Dibandingkan dengan kontak yang sering terjadi antara manusia dan hewan dalam 
perdagangan hewan liar, kebocoran virus dari laboratorium sangat tidak mungkin. 
Jika tidak bisa menyelidiki asal usul zoonosis melalui penelitian yang 
kooperatif dan koordinatif, dunia ini akan tetap lemah saat menghadpi pandemi 
yang ditimbulkan aktivitas manusia di masa depan.



Situs Web Iptek AS: 
Sistem Kesehatan Publik AS Rusak, 
Masalah Pengumpulan Data Pandemi Tak Terselesaikan Selama 18 Bulan
2021-08-23 11:02:23  
http://indonesian.cri.cn/20210823/44308b9d-a1cc-6e7b-2e61-16ecb5afe556.htmlSitus
 web iptek AS “The Verge” dalam artikelnya baru-baru ini menyatakan, sistem 
kesehatan publik AS bermasalah serius. Para ahli AS dalam penelitian vaksin 
Covid-19 dan penanggulangan virus mutan Delta tidak memiliki banyak data 
domestik sebagai referensi, bahkan perlu mengandalkan data dari luar negeri. 
Pandemi awal sejak merebak hingga kini telah berjalan selama 18 bulan, dan 
masalah ini masih belum terselesaikan.

“The Verge” dalam artikelnya yang berjudul “US: Covid-19 data has never been 
good enough” menyatakan, sistem kesehatan publik AS rusak, dan pengumpulan data 
pandemi Covid-19 mengalami kekacauan. CDC hanya mengumpulkan data kasus 
perawatan di RS dan data kematian setelah vaksinasi, namun tidak secara 
menyeluruh melacak penerima vaksinasi. Selain itu, CDC dalam menganalisis data 
tidak membagikannya kepada pihak terkait secara tepat waktu, dan ini  
mengecawakan banyak ahli. Mereka berharap dapat melihat perubahan data yang 
dinamis, agar dapat memahami pengaruh virus mutan Delta terhadap para penerima 
vaksin.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/F092D9E3A6F04534AFBE1DF1AF3FEA1D%40A10Live.

Reply via email to