Intervensi Militer AS Berdampak Kesengsaraan Rakyat Afghanistan
2021-08-25 11:56:24  
http://indonesian.cri.cn/20210825/d7fe4259-2062-d921-d9ca-2b5b7c0ab989.htmlDewan
 HAM PBB hari Selasa kemarin (24/8) mengadakan sidang khusus mengenai masalah 
Afghanistan. Para wakil dari Tiongkok, Kuba, Venezuela dan Iran menunjukkan, 
intervensi militer AS telah membawa kesengsaraan bagi rakyat Afghanistan.

Duta Besar Tiongkok untuk PBB di Jenewa dan organisasi internasional lainnya di 
Swis, Chen Xu menyatakan, situasi Afghanistan telah mengalami perubahan besar, 
dan Tiongkok menghormati keinginan dan pilihan rakyat Afghanistan sendiri. 
Tugas urgen dewasa ini adalah secepatnya memulihkan perdamaian, kestabilan dan 
ketertiban. Keselamatan dan kepentingan rakyat jelata Afghanistan dan warga 
asing di Afghanistan harus dijamin, kepentingan lembaga diplomatik dan para 
diplomat untuk Afghanistan harus dijamin. Tiongkok telah mencatat bahwa Taliban 
sudah berkali-kali menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan masalah yang 
dihadapi rakyat dan memenuhi keinginan rakyat, berupaya membangun pemerintah 
Islam yang terbuka dan inklusif, mengumumkan untuk mengampuni para anggota staf 
bekas pemerintah, dan berkomitmen untuk menjamin hak bicara, kerja dan 
pendidikan kaum wanita dan kepentingan lainnya.

Chen Xu menyatakan, Tiongkok mendorong dan mengharapkan Taliban memenuhi 
komitmennya.

Chen Xu menyatakan, AS melakukan intervensi militer terhadap negara berdaulat 
atas nama demokrasi dan HAM, memaksakan pola negaranya sendiri kepada negara 
yang sepenuhnya memiliki sejarah, kebudayaan dan keadaan negara yang berbeda, 
merugikan kedaulatan dan keutuhan wilayah negara terkait, dan juga telah 
membawa kesengsaraan bagi rakyat negara terkait. Fakta sekali membuktikan bahwa 
penyelesaian masalah dengan politik kekuasaan dan metode militer adalah sebuah 
jalan buntu, hanya akan dengan serius merugikan kestabilan kawasan dan HAM 
rakyat setempat. Masalah pelanggaran HAM tentara AS, Inggris dan Australia di 
Afghanistan pasti akan diusut pertanggungjawaban.

Kuba menyatakan, AS dan sekutunya harus memikul tanggung jawab langsung atas 
keadaan Afghanistan sekarang ini. AS tidak berhak untuk menentukan nasib 
Afghanistan atau negara berdaulat lain mana pun. Sejarah membuktikan bahwa 
semua negara yang diintervensi AS dengan alasan “demokrasi”, “HAM” dan 
“pemberantasan terorisme” telah mengalami kekacauan, sabotase, kematian dan 
kemiskinan.

Venezuela menyatakan, AS dan sekutu Eropanya telah melakukan pemaksaan dan 
intervensi militer selama 20 tahun di Afghanistan, dan terjadi tindakan 
pelanggaran HAM dan impunitas dalam jumlah besar, telah mengakibatkan 
kekacauan, sabotase dan pembunuhan, dan itulah   kejahatan terhadap kemanusiaan.

Iran menyatakan, intervensi militer AS mengakibatkan kerusakan, kesengsaraan 
dan keputusasaan kepada afghanistan, telah mengakibatkan kekacauan dan bahaya 
kepada daerah itu. AS harus bertanggung jawab atas hal itu.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7C53EA8BFA7F4EE4A620486241D440E4%40A10Live.

Reply via email to