*Terkesan bahwa pak Sepoer Kloethoek arif bijaksana namun terlalu terpengaruh propaganda pro Amerika Serikat maka beruntung ada pak Chan yang bisa memberikan keseimbangan dengan propaganda pro Republik Rakyat China. *
Pada tanggal Sen, 30 Agu 2021 pukul 12.43 sepoer kloethoek < [email protected]> menulis: > Terima kasih pak Chan. Mohon maaf, seharusnya saya nyatakan di awal bahwa > itu bukan tulisan saya, tapi sharing seorang kawan (yang juga tidak > menyebut penulisnya) yang saya pikir bisa saya share di grup "relating to > China" ini. Namun saya sepakat dengan tulisan itu (karenanya saya share) > bahwa kita, masyarakat ini, baik lokal, nasional, regional, maupun global; > sudah terbiasa - in some extent, menikmati - anggapan umum. Para pengamat > dan ilmuwanlah yang terkadang mencoba mengurai konstruksi anggapan yang > sudah dianggap umum itu. Menariknya, sehebat apapun dekonstruksi sebuah > anggapan, itu tidak mengubah apa-apa; sekeliru apapun anggapan itu. > Perubahan hanya/bisa terjadi secara perlahan jika dekonstruksi dilakukan > secara sistematis dan masif; atau secara cepat jika digunakan unsur > kekerasan. Wallahu'alam... > > Salam sehat > > On Mon, Aug 30, 2021, 09:55 Chan CT <[email protected]> wrote: > >> Weleeeh, ... ternyata yang menamakan diri sepoer kloetheok banyak >> mengikuti perkembangan teknologi didunia! Bukan sepoer kloethoek, tapi >> kecepatan ROKET! Sangat baguuus dan mantap analisanya, siapa sesungguhnya >> yang bajak teknologi atau siapa sesungguhnya yang sudah tertinggal, ...??? >> >> Tapi, dalam kenyataan kehidupan manusia, sejak dari bayi itu meniru apa >> yang dilihat dan rasakan, ... lalu mengembangkannya sendiri setelah dasar >> pengetahuannya cukup! Jadi, meniru, mencotoh bahkan menjiplak diawal mula >> proses perkembangan pasti terjadi! Yang jadi masalah, kemampuan seseorang >> untuk inovasi, mengembangkan lebih maju dan lebih baik! Bukan mandeg tanpa >> ada perubahan dan pengembangan yang lebih sempurna dan bermanfaat bagi >> kehidupan manusia. >> >> Salam, >> ChanCT >> >> >> *From:* sepoer kloethoek >> *Sent:* Monday, August 30, 2021 8:29 AM >> *To:* GELORA45_In >> *Subject:* [GELORA45] The truth indeed.. >> >> _*"If you think of China as a country that copies rather than innovate - >> think again!!" (Amy Webb).*_ >> >> Ambillah Tiongkok memang benar mencuri teknologi maka bagi AS untuk >> mengatasi hal ini sangat mudah. Tinggal buktikan saja didepan pengadilan >> dan tuntut Tiongkok untuk membayar lunas semua paten yang dilanggar, >> gampang sekali 'kan? Apalagi AS 'kan gudangnya ahli hukum (lawyer) kelas >> dunia, kurang apalagi? Jika AS menempuh jalan ini ada banyak keuntungan >> diperoleh, Tiongkok akan jatuh namanya karena terbukti mencuri dan AS akan >> menerima banyak uang sebagai ganti rugi paten yang dilanggar. Disinilah >> kita harus kritis, mengapa AS tidak menempuh jalan hukum yang begitu mudah >> ini? Namun memilih untuk sekedar berpolitik? Penjelasan rasional yang >> paling mudah adalah AS tidak memiliki bukti bahwa terjadi pencurian >> teknologi oleh Tiongkok. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana >> fenomena ini dapat dijelaskan? >> >> Untuk mendapatkan jawaban ini kita perlu terlebih dahulu memahami >> perkembang-an teknologi Tiongkok yaitu bahwa ada beberapa bidang teknologi >> dimana Tiongkok mandiri dari Barat. Sebagai contoh, Kereta Cepat >> (High-Speed Train), Teknologi Konstruksi, 5G, Space Technology, Railgun >> Technology, AI, Electric Car, Renewable Energy, Hydrogen Bomb and >> Thermonuclear yang diluncurkan tahun 1964 - 1967, pada saat Tiongkok masih >> di -embargo Barat. Disini perlu kita perhatikan hal-hal sbb yaitu: >> >> *Pertama*, Apa perlunya Tiongkok susah-susah mencuri? Jika Tiongkoklah >> yang memimpin (world leader) dibidang teknologi tsb? Misalnya untuk >> Teknologi 5G, Railgun, High-Speed Train, Renewable Technology, AI dan Mobil >> Listrik. >> >> Untuk 5G, Tiongkok sepenuhnya mandiri, Barat sendiri belum mampu membuat >> IC 5G dan komponen untuk antena 5G. Oleh karena Huawei memdominasi patent >> 5G dan semua proyek pembangunan jaringan 5G. (Elizabeth Woyke, "China is >> Racing Ahead in 5G. Here's What That Means," MIT Technological Review, >> December 18, 2018; >> /s/612617/china-is-racing-ahead-in-5g-heres-what-it-means/). >> >> Demikian juga dengan Railgun yang teknologinya jauh lebih modern daripada >> Railgun AS. Menurut analis militer, Railgun Tiongkok dapat merontokkan >> kapal induk AS dalam jarak 150 km dari pantai. Tiongkok begitu maju dalam >> Railgun Technology ini karena teknologi elektromagnetik-nya jauh lebih >> canggih daripada Barat (Jamie Seidel, "China's World First: Electromagnetic >> Railgun Goes to Sea," , news-story/ 6e31d167e88308f59ec9633 ef1e867b; Josh >> K. Elliott, "Why China's Miracle Railgun Weapon Should Scare the US Navy," >> Global News, January 3, 2019; news/ 4810853/china-railgun-warship-weapon/) >> >> Tiongkok adalah yang terdepan di dunia ini dalam Teknologi Kereta Cepat. >> Sampai hari ini, AS tidak memiliki sebuah kereta cepatpun, sedangkan >> Tiongkok memiliki jaringan kereta cepat yang melayani seluruh kota besar >> yang ada (Agence France Presse, "China First in the World for High-Speed >> Train," The Jakarta Post, July 4, 2019; >> life/2019/07/03/china-first-in-the-world-for-high-speed-trains.html). >> >> Demikian juga untuk AI (Artificial Intelligent), mega investasi yang >> bernilai multi-milyar dollar US menyebabkan Tiongkok yang terdepan dibidang >> ini (Amy Webb, "China is Leading in Artificial Intellegence," >> 201809/amy-webb/china-artificial-intellegence.html; James Vincent, " China >> is about to overtake America in AI Research." The Verge, March 19, 2019; >> Louis Columbus, " How China is Dominating Artificial Intellegence." Forbes, >> December 16, 2018) >> >> Untuk Enerji Terbarukan (Renewable Energy) ini adalah enerji masa depan. >> Pada saat perkembangan enerji terbarukan di Barat terhambat karena lobby >> politik perusahaan minyak. Tiongkok justru memimpin kemajuan di bidang ini >> (Dominic Dudley, "China is Set to Become the World's Energy Superpower," >> Forbes, January 11, 2019; Dominic Chiu, "The East is Green: China's Global >> Leadership in Renewable Energy," CSIS Report, e-energy) >> >> Demikian juga dengan Teknologi Mobil Listrik. Teknologi ini adalah masa >> depan industri mobil. Saat ini kemajuan teknologi mobil listrik di Barat >> stagnan. Kini Tiongkoklah yang terdepan didunia ini (Bloomberg >> Businessweek, " China is Leading the World to an Electric Car Future," >> November 15, 2018; Alex Thornton, "China is Winning the Electric Vehicle >> Race," World Economic Forum, 04 February 2019; >> >> *Kedua*, Bagaimana Mungkin Tiongkok Mencuri Teknologi Jika Saat Itu >> Tiongkok diembargo dan di-isolasi oleh Barat? Misalnya, Teknologi Bom >> Hydrogen dan Bom Nuklir? Untuk Hydrogen Bomb ( UPI Archives, "China Fires >> H-Bomb," June 17, 1967; "China First Hydrogen Test Successful, 1967" >> >> Untuk Persenjataan Nuklir, Tiongkok adalah yang terbaik, bahkan melewati >> AS dan Russia, dalam Teknologi Persenjataan Nuklir (lihat, Alex Lockie, "We >> Ranked the World's Nuclear Arsenals. Here's Why China Came Out on Top." >> Business Insider, January 25, 2019). >> >> *Ketiga*, Apabila Tiongkok Mencuri Teknologi, pasti teknologinya jauh >> lebih buruk dibandingkan Barat. Bagaimana mungkin bisa mendominasi hak >> Paten Teknologi? Paten diajukan untuk penemuan produk & teknologi baru dari >> segi ini Barat telah tertinggal oleh Tiongkok. >> >> World Intellectual Property Organisation melaporkan bahwa untuk tahun >> 2017 dari 3.17 juta paten yang diterbitkan. Paten dari Tiongkok ada 1.38 >> juta (43.53%) sedangkan AS 607,000 (19.14%), Jepang 318,000 (10.03%), Korea >> Selatan 205,000 (6.46%). Baru disusul Uni Eropa 167,000 (5.26%). Data ini >> menunjuk kan bahwa selain dominasi teknologi Tiongkok; juga dominasi Asia >> karena dari 3 negara Asia Timur tsb sudah mendominasi 58.82% paten >> teknologi. Jika dilihat Asia secara keseluruhan ada 65% dari total paten. >> Sedangkan AS dan Eropa hanya 24.40%, jadi kini penemuan teknologi >> didominasi Asia, bukan oleh Eropa dan AS. Trend seperti ini stabil sejak >> tahun 2011 yl. Ini membuktikan bahwa Asia telah bangkit dan telah >> mendominasi teknologi ("China Continues to Dominate Worldwide Patent >> Applications" Engineering and Technology, December 4, 2018; Barney Thompson >> and Nian Liu, "China Leads the Way in Legal Technology Patents," Financial >> Times, 17 February 2019; IPPro, "China is Overtaking the US as the World's >> Largest Innovator," 20 November 2018, specialistfeatures/ >> specialistfeature.php?specialist_id=26). >> >> *Keempat*, Menurut intelektual dan akademisi Barat yaitu Joseph Needham, >> seorang ilmuwan yang terhormat (well-respected) dari Cambridge University, >> UK. Penulis ensiklopedia Science and Civilization in China. Needham menulis >> bahwa: "Tiongkok adalah Peradaban Sains dan Teknologi (Science and >> Technology Civilization). Masyarakat Tiongkok sangat menghargai proses >> belajar, studi dan meneliti, sehingga mereka memiliki kemampuan >> mengembangkan sains dan teknologi secara mandiri. " Tulisan Needham ini >> menjelaskan mengapa pada saat diisolasi/diembargo Barat. Kemajuan teknologi >> Tiongkok untuk industri dasar, hydrogen dan nuklir tetap melaju kedepan >> secara mengesankan. >> >> Lebih lanjut, Needham menulis bahwa kompas, jam (penunjuk waktu), mesiu, >> senjata api (senapan, meriam, dinamit, roket, dsb), crossbow, astronomi, >> kertas, uang kertas, bank, bank cheque, teknik percetakan, seismograph - >> alat pengukur gempa. Saat itu kaisar Tiongkok sudah bisa mengetahui kapan >> terjadi gempa, seberapa besar gempa tsb dan dimana lokasi gempa sehingga >> bisa cepat mengirim bantuan. Menarik bahwa seismograph modern masih tetap >> meng-gunakan prinsip teknologi yang sama dengan seismograph Tiongkok kuno. >> Serta masih banyak lagi seperti kincir air, irigasi, matematika, dsb. >> Seluruh teknologi ini telah biasa digunakan di Tiongkok dijaman dinasti >> Tang. Baru 1000 tahun kemudian diperkenalkan di Barat oleh rahib Jesuit, >> yang waktu itu ber -kunjung ke Tiongkok, menjadi tamu kaisar dan diijinkan >> belajar tekonologi Tiongkok. Jadi menurut Needham, Baratlah yang terlebih >> dulu belajar teknologi dari Tiongkok. Kehadiran teknologi Tiongkok di Eropa >> mendorong terjadinya Pencerahan (rennaisance) yang merupakan titik awal >> bangkitnya liberalisme dan humanisme, yang kemudian mendorong kebangkitan >> Eropa (Joseph Needham, Science and Civilization in China, Cambridge >> University Press, 2015). >> >> Jika kita meminjam nilai-nilai liberal Barat, fairness, justice, >> gentleman, ethics dsb yang selama ini dijunjung tinggi dan dibanggakan oleh >> dunia Barat. AS semestinya membayar lunas semua paten teknologi Tiongkok >> yang digunakannya terlebih dahulu. Barulah AS bisa klaim pencurian >> teknologi oleh Tiongkok. Jika hal ini dilakukan maka AS tidak akan lagi >> mampu tegak berdiri, limbung karena bangkrut. >> >> Selama bertahun-tahun para petinggi di Washington meremehkan >> (underestimate) Tiongkok. Mereka terjebak kedalam paradigma yang diciptakan >> sendiri; bahwa Tiongkok dikuasai rejim komunis yang otoritarian, bahwa >> rakyat Tiongkok menderita dibawah pemerintahan otoritarian, bahwa dengan >> kemajuan ekonomi yang terjadi, rakyat Tiongkok akan bangkit dan menuntut >> demokrasi, jika tuntutan demokrasi ini terjadi maka rejim komunispun >> tumbang dan Tiongkok - pun menjadi demokrasi liberal seperti Barat. >> Ditambah lagi untuk politisi dari kubu White-Supremacy, Tiongkok adalah >> non-Caucasian jadi secara budaya, moral dan kecerdasan sangat rendah, jadi >> tidak mungkinlah bisa berkembang menyaingi AS, dsb. >> >> Ini adalah asumsi yang sepenuhnya irasional; oleh karena tidak didasarkan >> pada data dan studi kontemporer (contemporary studies) yang mendalam pada >> struktur sosial-politik Tiongkok. Namun hanya didasarkan pada persepsi >> "sebagai orang luar terhadap komunisme Tiongkok." Akibatnya seperti >> intelektual AS Gordon Chang yang laris dan disukai para petinggi >> Washington. Gordon sejak tahun 2005 yl selalu memprediksikan bahwa rejim >> politik dan ekonomi Tiongkok akan runtuh dan prediksinya selalu keliru. >> Sekalipun selalu keliru, Gordon tetap digandrungi para petinggi Washington >> karena Gordon berceritera apa yang ingin didengar oleh para petinggi >> Washington, bukan apa yang sebenarnya terjadi. Akibatnya, kebijakan >> Washington terhadap Tiongkok tidak pernah efektif, bahkan sepenuhnya tidak >> tepat sehingga Washington gagal menghentikan kemajuan Tiongkok. Puncak dari >> kegagalan Washington ini adalah perang dagang baru saja berlalu. >> >> Frustasi menghadapi Tiongkok, langkah paling mudah adalah melancarkan >> hoax politik "mencuri teknologi" dengan tujuan membentuk persepsi dan opini >> publik AS dan dunia bahwa Tiongkok adalah negara inferior dengan tingkat >> kecerdasan rendah, bermoral rendah, bisanya cuma mencuri. Sedangkan AS >> adalah sang adikuasa yang superior, pembela demokrasi dan HAM, sumber ilmu >> dan teknologi; yang telah mejadi "korban" kejahatan Tiongkok. >> >> Hoax politik ini sangat jitu dalam menenangkan publik AS atas rontoknya >> superioritas teknologi AS oleh Tiongkok. Gambaran bahwa AS adalah "korban" >> kejahatan dan kelicikan Tiongkok cukup meyakinkan kaum White Supremacist >> dan dapat menenangkan kemarahan kaum buruh dan para penganggur korban PHK >> karena relokasi industri ke Tiongkok. Film yang dibuat Peter Navarro, >> "Death by China" menggambarkan dengan jelas upaya politik ini. Tiongkok >> menjadi kambing hitam kegagalan kebijakan ekonomi AS sehingga sektor >> manufaktur dalam negeri rontok, hutang menumpuk, pengangguran meningkat, >> produktivitas nasional menurun dan AS menjadi sangat konsumtif yang >> mengakibatkan defisit perdagangan meledak semua ini berujung pada >> meningkatnya angka kemiskinan. Kini jauh lebih banyak jumlah orang miskin >> di AS daripada di Tiongkok. Pada tahun 2017 yl UN Rapporteur Philip Alston >> berkunjung ke AS untuk meneliti kemiskinan yang terjadi dan dia melapor-kan >> ada sejumlah 51 juta orang yang dikategorikan sebagai on extreme poverty >> (Ed Pilkington,"The UN Rapporteur on Extreme Poverty in America," The >> Guardian, 1 December 2017). Pada tahun yang sama jumlah orang miskin di >> Tiongkok tinggal 9 juta dan Xi mentarget-kan bahwa ditahun 2020 kemiskinan >> tidak ada lagi di Tiongkok. >> >> Semua ini hanyalah mentalitas pihak yang kalah (the loser mentality). >> Tidak akan menolong AS untuk memperbaiki dirinya. AS bagaikan atlit yang >> kalah bertanding kemudian sibuk menyalahkan lawannya (Tiongkok) dan >> wasitnya (WTO). >> >> *"Sebagai akhir kata, data diatas menunjuk dengan jelas bahwa kini Asia >> memimpin dunia dalam Inovasi Teknologi sehingga langkah Asia memasuki abad >> 21 adalah dengan tegap. Fajar telah merekah di Asia, yang dulu adalah budak >> dan jajahan Barat. Akhirnya semua kembali kepada kita, Apakah kita akan >> menoleh ke Timur dimana fajar merekah dengan indah? Ataukah tetap terpaku >> ke Barat untuk menyaksikan matahari terbenam? Apakah kita akan ikut >> berderap bersama para tetangga memasuki abad Asia sambil memberi warna >> Indonesia? Ataukah kita memilih sibuk bertengkar masalah Suku, Ras, Agama >> dan Politik? Langkah apapun yang kita ambil adalah pilihan kita sendiri"* >> -- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi >> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAL809hmmsS19y3k4L7mC3%2BX40WTptQPa-wBULF9eY2Pk04-qBQ%40mail.gmail.com >> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAL809hmmsS19y3k4L7mC3%2BX40WTptQPa-wBULF9eY2Pk04-qBQ%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer> >> . >> > -- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi > https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAL809hmTQ4dsPHZeFzCUEwY8GhggKEbKEoLWeyqS20fmK-r6Wg%40mail.gmail.com > <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAL809hmTQ4dsPHZeFzCUEwY8GhggKEbKEoLWeyqS20fmK-r6Wg%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPSTC-nwFh3cQFugRcF_E7BoghgYd9u1jtpBZJiMsTw%3DTw%40mail.gmail.com.
