Hubungan Telepon Xi Jinping dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel
2021-10-16 14:42:54  
http://indonesian.cri.cn/20211016/85ae65c0-d487-e10c-2765-2a7d3e857a56.htmlPresiden
 Tiongkok Xi Jinping melakukan hubungan telepon dengan Presiden Dewan Eropa 
Charles Michel kemarin (15/10).

Xi Jinping menunjukkan, sejak tahun ini, situasi internasional mengalami 
perubahan baru, hubungan Tiongkok - Eropa juga menghadapi masalah yang baru. 
Tiongkok dan Uni Eropa adalah kekuatan terbesar yang independen dan mandiri, 
juga adalah mitra strategis yang komprehensif, kedua pihak perlu meningkatkan 
komunikasi strategis, bersama-sama mendorong hubungan Tiongkok- Eropa 
berkembang secara sehat dan mantap, hal ini sesuai dengan kepentingan bersama 
Tiongkok dan Eropa.

Charles Michel menyatakan, belakangan ini perkembangan situasi internasional 
berubah dan ini memungkinkan Uni Eropa dan negara anggotanya lebih menyadari 
pentingnya peningkatan independensi strategis. Meskipun sistem politik dan pola 
perkembangan Eropa dan Tiongkok berbeda, namun Eropa dan Tiongkok mendukung 
multilateralisme, kedua pihak perlu mengadakan kerja sama di bidang 
penanggulangan pandemi Covid-19, pendorongan pemulihan ekonomi, penanganan 
perubahan iklim dan pemeliharaan perdamaian dan kestabilan regional. 
Pengembangan terus hubungan mitra strategis antara Eropa dan Tiongkok sesuai 
dengan kepentingan bersama rakyat kedua pihak.

Charles Michel memperkenalkan pandangan Eropa terhadap situasi Afghanistan. Xi 
Jinping menekankan, Tiongkok menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan keutuhan 
wilayah Afghanistan, menghormati  jalan dan sistem yang dipilih berbagai negara 
secara independen, memprakarsai peradaban yang berbeda berada bersama  dan 
saling mencontohi. Tiongkok selalu memainkan peranan konstruktif untuk 
menyelesaikan masalah Afghanistan melalui pendekatan politik, komunitas 
internasional hendaknya membentuk lingkungan luar kondusif untuk pembangunan 
kembali Afghanistan secara damai.



Tiongkok Berupaya Dorong Kerja Sama Internasional dan Manifestasikan 
Tanggung-jawab Negara Besar
2021-10-16 14:41:01  
http://indonesian.cri.cn/20211016/52dacd50-63b9-6028-349a-727cbc073bbf.html

Hari ini, tanggal 16 Oktober, adalah Hari Bahan Pangan Dunia. Terdampak wabah 
Covid-19 dan faktor lain, populasi yang kekurangan bahan pangan di dunia 
menanjak dan 10 persen populasi dunia terancam kelaparan. Selama beberapa tahun 
ini, Tiongkok melalui berbagai cara membantu negara-negara berkembang 
meningkatkan kapasitas produksi pertanian.



Sejak FAO mulai melancarkan kerja sama Selatan-Selatan pada tahun 1996, sejauh 
ini, Tiongkok telah mengirim sekitar 1100 orang pakar pertanian dan tehnisi ke 
40 negara dan daerah Afrika, Asia,Pasifik Selatan dan Karibia, dan jumlahnya 
merupakan 60 persen dalam jumlah total orang yang dikirim kerja sama 
Selatan-Selatan FAO. Dalam kerangka FAO, pakar Tiongkok memperkenalkan dan 
mempromosi seribu teknik pertanian di bidang produksi tanaman, akwakultur, 
irigasi pertanian dan produk pertanian. Sekitar 100 ribu petunia setempat 
menerima penataran praktek.






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DD2ACF413E714F0F855BFD8AFE1AC548%40A10Live.

Reply via email to