Kemhan Tiongkok: 
Kegiatan Biomiliterisasi AS Tidak Transparan dan Rugikan Keamanan Regional
2021-10-29 13:58:27  
http://indonesian.cri.cn/20211029/d6945699-59b5-612e-8b53-7688679b2d04.htmlJubir
 Kementerian Pertahanan Tiongkok Tan Kefei dalam jumpa pers   hari Kamis 
kemarin (28/10) menyatakan, belakangan ini, Menlu Tiongkok dan Rusia 
mengeluarkan pernyataan bersama mengenai pengintensifan “Konvensi Larangan 
Senjata Biologis”. Pernyataan tersebut menunjukkan, kegiatan biomiliterisasi 
yang diadakan AS dan sekutunya di dalam maupun luar wilayah mengundang 
keprihatinan dan kecurigaan serius masyarakat internasional terhadap ketaatan 
mereka pada konvensi terkait, dan mengakibatkan risiko serius terhadap keamanan 
Tiongkok dan Rusia, dan juga merugikan keamanan kawasan terkait.

Tan Kefei menekankan, kegiatan biomiliterisasi adalah masalah penting yang 
berkaitan dengan perdamaian dan keamanan internasional, juga berhubungan dengan 
kepentingan keamanan berbagai negara. Tiongkok mendesak pihak AS untuk dengan 
sungguh-sungguh menanggapi keprihatinan masyarakat internasional dengan sikap 
yang terbuka, transparan dan bertanggung jawab, melaksanakan kewajiban sebagai 
negara penandatangan konvensi, dan memberikan penjelasan menyeluruh mengenai 
kegiatan biomiliterisasinya di dalam maupun luar wilayah.



Tsai Ing-wen Akui Keberadaan Militer AS di Taiwan
2021-10-29 13:43:18  
http://indonesian.cri.cn/20211029/c09e5ca6-8d20-59d2-67b3-a3cc1ddc7baf.htmlPemimpin
 Taiwan Tsai Ing-wen baru-baru ini untuk pertama kalinya mengakui keberadaan 
militer AS di Taiwan. Berkenaan hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri 
Tiongkok Wang Wenbin hari Kamis kemarin (28/10) mengatakan bahwa orang yang 
mengkhianati leluhur dan memecah-belahkan tanah air pasti tidak akan bernasib 
baik.

Jubir Kemlu Tiongkok menyatakan, prinsip Satu Tiongkok merupakan dasar politik 
hubungan Tiongkok-AS, Tiongkok dengan tegas menentang kontak resmi maupun 
hubungan militer dalam bentuk apapun antara AS dengan kawasan Taiwan, juga 
menentang intervensi AS terhadap urusan dalam negeri Tiiongkok.

Wang Wenbin menunjukkan, akhir-akhir ini, kapal perang AS sering memamerkan 
kekuatan dan melakukan provokasi di Selat Taiwan, memberikan sinyal yang salah 
kepada kekuatan “Taiwan merdeka”, sehingga mengancam perdamaian dan kestabilan 
kawasan Taiwan. Siapa yang melakukan “pemaksaan” terkait isu Taiwan jelas 
dilihat  masyarakat internasional.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/32974596FC8E478EBD0FAA729B73D619%40A10Live.

Reply via email to