Wang Yi Adakan Kontak Telepon dengan Menlu Jepang Yoshimasa Hayashi 2021-11-19 14:32:30 http://indonesian.cri.cn/20211119/88586e7e-93ac-f5a2-45e0-757dd4ada24e.htmlXINHUA: Pada hari Kamis kemarin (18/11), Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan kontak telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi.
Wang Yi mengatakan bahwa sejak PM Fumio Kishida menjabat sebagai PM Jepang, para pemimpin Tiongkok dan Jepang telah secara aktif melakukan interaksi. Presiden Xi Jinping dan PM Jepang Fumio telah mencapai kesepahaman untuk membentuk hubungan Tiongkok-Jepang yang sesuai dengan permintaan era baru. Kedua pihak harus bersiap-siap dan memanfaatkan genap 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik Tiongkok-Jepang pada tahun mendatang untuk mendorong hubungan kedua negara maju pada jalur yang tepat dan berkembang dengan stabil. Wang Yi menunjukkan bahwa PKT baru saja dengan sukses menggelar Sidang Pleno ke-6 Komite Sentral ke-19, yang menegaskan bahwa PKT selalu memperhatikan masa depan dan nasib umat manusia dari perspektif dunia, selalu berdiri di sisi benar sejarah, serta selalu berdiri di sisi kemajuan umat manusia. Sebagai dua negara penting di kawasan, serta ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, Tiongkok dan Jepang harus bersama-sama menyesuaikan diri dengan tren zaman, memegang arah benar hubungan kedua negara, agar lebih baik menyejahterakan rakyat kedua negara dan menyuntikkan energi positif kepada Asia dan dunia. Diharapkan pihak Jepang akan mematuhi berbagai prinsip yang tercantum dalam empat dokumen politik Tiongkok-Jepang, dengan objektif dan rasional memandang perkembangan Tiongkok, mencerminkan konsensus politik bahwa kedua negara adalah “mitra bersama dan tidak menimbulkan ancaman satu sama lain” dalam kebijakan dan mengimplementasikannya ke dalam tindakan. Pada masalah penting yang berkaitan dengan landasan politik hubungan kedua negara dan iman dasar kedua negara seperti masalah sejarah dan masalah Taiwan, kedua negara harus memastikan untuk bersikap tidak tergoyah, tidak mundur, dan tidak melintasi garis batas. Wang Yi mengatakan bahwa kedua pihak hendaknya berusaha mewujudkan target saling melengkapi dengan keunggulan masing-masing, saling menguntungkan dan menang bersama pada level yang lebih tinggi, bersama-sama mempertahankan rantai industri global, kestabilan rantai pasokan serta iklim investasi dan perdagangan yang adil dan terbuka, sehingga mendorong perkembangan bermutu tinggi dan perbaikan kesejahteraan rakyat kedua negara. Kedua pihak hendaknya menggunakan keunggulan uniknya dari geografis dan kebudayaan, memanfaatkan Olimpiade Musim Dingin Beijing dan “Tahun Pendorongan Pertukaran Olahraga dan Budaya Tiongkok-Jepang” pada tahun ini dan tahun mendatang sebagai kesempatan, untuk menciptakan suasana sosial dan opini publik yang positif. Tiongkok dan Jepang adalah negara-negara penting di kawasan, harus menyadari pentingnya memikul tanggung jawab internasional, bersama-sama mempraktikkan multilateralisme sejati, serta menolak segala intrik konfrontasi dan perang dingin baru. Pada Januari mendatang, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau RCEP akan mulai berlaku, Tiongkok dan Jepang akan untuk pertama kalinya memberlakukan penurunan tarif bea masuk bilateral. Kedua pihak harus bekerja sama untuk memimpin kerja sama dan proses integrasi regional di Asia. Wang Yi menunjukkan bahwa Jepang dan AS merupakan sekutu, sedangkan Tiongkok dan Jepang adalah dua negara tetangga. Tiongkok dan AS sedang membahas tentang masalah strategis yang berkaitan dengan masa depan Tiongkok dan AS. Jepang diharapkan juga dapat mengikuti tren ini, fokus pada kepentingan bersama negara dan kawasan, dan menangani hubungannya dengan Tiongkok dan AS dengan baik. Yoshimasa Hayashi mengatakan bahwa komunitas internasional sedang mengalami masa perubahan besar, pentingnya Asia makin meningkat, perkembangan Tiongkok sangat pesat, sehingga masyarakat internasional memberikan lebih banyak perhatian dan harapan kepada hubungan Jepang-Tiongkok. Jepang bersedia bersama dengan Tiongkok, dengan berkesempatan peringatan genap 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik Tiongkok-Jepang pada tahun mendatang, memperkuat dialog dan pertukaran, memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan, meningkatkan pertukaran antara rakyat kedua negara, mengendalikan perselisihan dengan tepat, memikul tanggung jawabnya atas penanganan tantangan global, mengimplementasi konsensus seperti “tidak akan menjadi ancaman bagi satu sama lainnya”, serta membentuk hubungan Jepang-Tiongkok yang stabil dan konstruktif. Wang Yi menjelaskan prinsip dan pendirian Tiongkok pada masalah Kepulauan Diaoyu, masalah Hong Kong, masalah Xinjiang, masalah Laut Tiongkok Selatan dan lain-lain. Kedua pihak juga bertukar pandangannya mengenai masalah internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama kedua pihak. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/82152F324A314FBFBA029D05F7DCEEC7%40A10Live.
