Agaknya konflik keberagamaan  di NKRI tidak pernah akan selesai sampai
dunia kiamat.’NKRI sudah berumur 76 tahun masih saja soal taik kucing terus
berlangung. Bukan  saja konflik mulut tetapi konflik berdarah
 dilansungkan  dengan dikirimnya sserdadu agama ke Sulawesi Tengah dan
Maluku untuk membasmi kaum nasrani kurang lebih 20 tahun lalu. Jadi pasti
NKRI tidak akan aman dan nyaman bagi warganegaranya yang ingin hidup aman
dan nyaman. Bagaimana bisa hidup aman dan nyaman kalau para pengurus negara
terdiri dari tukang catut bin garong? hehehehehehe

https://www.sinarharapan.co/hukum/read/52072/komnas_ham__konflik_beberagamaan_di_indonesia_masih_tinggi



*Komnas HAM: Konflik Keberagamaan di Indonesia Masih Tinggi*

Senin , 15 November 2021 | 15:08

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengakui hingga
saat ini tren atau kasus-kasus konflik keberagamaan di Tanah Air masih
tinggi, meskipun semuanya masih dapat diatasi dengan baik.

"Kita masih menyisakan pekerjaan rumah atau kasus yang sudah lama dan
hingga kini belum terselesaikan," kata Koordinator Subkomisi Pemajuan
HAM/Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Beka Ulung Hapsara
dalam rangka Festival HAM, di Jakarta, Senin (15/11/2021).

Masih belum terselesaikannya kasus-kasus lama tersebut dikarenakan
menyangkut agama dan keyakinan di tengah masyarakat, sehingga membutuhkan
waktu untuk mengurai persoalan itu agar tidak terjadi gesekan."Ini bukan
perkara mudah menyelesaikan kasus-kasus tersebut," kata Beka.

Menurut dia, kecenderungan konflik atau kisruh agama tersebut perlu segera
diatasi secepatnya. Sebab, konflik yang terjadi tidak hanya mengenai
antarpemeluk agama yang berbeda, tetapi dalam satu agama juga bisa terjadi
pertikaian contohnya beda aliran.

Namun, secara umum ia menilai tingkat kerukunan dan kemajemukan masyarakat
di Indonesia sudah baik. Sebab, dengan wajah Indonesia yang multikultural
maka tidak akan bisa menjadikannya satu warna."Jadi kita tidak akan mungkin
menyeragamkan Indonesia untuk satu warna," ujarnya.

Saat ini, kata Beka, Kota Semarang, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah
yang bisa dijadikan contoh oleh kabupaten dan kota lain dalam hal pemajuan
dan penegakan HAM.

Atas kepedulian dan keberpihakan Kota Semarang dalam penegakan HAM, maka
penyelenggaraan Festival HAM 2021 dipusatkan di kota tersebut

Terkait terpilihnya Kota Semarang sebagai tuan rumah Festival HAM 2021,
dikarenakan kota itu mampu mengalahkan Kota Bogor yang sebenarnya juga
berminat menjadi tuan rumah.

Sebelum penetapan tuan rumah Festival HAM 2021, masing-masing kepala daerah
kedua kota itu melakukan presentasi di depan Komisioner Komnas HAM. Pada
akhirnya Komnas HAM memilih Semarang dengan beberapa catatan.

Selain Semarang, Komnas HAM juga mencatat beberapa daerah lain yang ramah
HAM dari segi kerukunan umat beragama atau berkeyakinan, di antaranya
Wonosobo, Singkawang, Salatiga, Bogor, Pematang Siantar, dan beberapa
daerah lainnya.

"Jadi sebenarnya masih banyak kota dan kabupaten lain yang sangat toleran
dan ramah kepada mereka yang berbeda," dia menambahkan.(*)



Sumber Berita: Antara

* BERITA TERKAIT*

·         Komnas HAM Didesak Selidiki Dugaan Rasisme di Asrama Papua
Surabaya
<https://www.sinarharapan.co/hukum/read/7319/komnas_ham_didesak_selidiki_dugaan_rasisme_di_asrama_papua_surabaya>

·         Komnas HAM Segera Selidiki Dugaan Rasisme di Asrama Papua Surabaya
<https://www.sinarharapan.co/hukum/read/7322/komnas_ham_segera_selidiki_dugaan_rasisme_di_asrama_papua_surabaya>

·         Komnas HAM Minta Polisi Jelaskan Soal Kerusuhan di DPR
<https://www.sinarharapan.co/hukum/read/8433/komnas_ham_minta_polisi_jelaskan_soal_kerusuhan_di_dpr>
Tags :

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2AEfS3UTxkYbncZ-HVHSv-jGJQLf--nd%2BBoTGHbdsBWkA%40mail.gmail.com.

Reply via email to