June 11, 2020BySuperredaksiPartai Komunis di Jazirah Arab
Superredaksi-Uncategorized-844 Views
https://redaksiindonesia.com/read/partai-komunis-di-jazirah-arab-html

  a.. b.. c.. d.. 
   
  e.. Prof. Sumanto Al Qurtubi, profesor asal Indonesia, yang mengajar di King 
Fahd University of Petroleum and Minerals (Universitas Raja Fahd untuk 
Perminyakan dan Mineral) menyatakan, paham Komunisme sempat tumbuh di Kerajaan 
Arab Saudi, meskipun tidak sesukses kawasan Arab lain seperti Yaman, Palestina, 
Irak, Mesir, Suriah, Libanon, Yordania, Bahrain, Tunisia, Sudan, atau Aljazair, 
dimana Partai Komunis dan ideologi komunisme sempat tumbuh subur dan berjaya.

Sejumlah sarjana dan sejarawan seperti Toby Matthiesen dan Kamel al-Khatti 
menduga perkembangan awal komunisme di Arab Saudi diperkenalkan oleh para 
pekerja migran dari kawasan Arab Timur Tengah yang dulu direkrut oleh para 
pejabat ARAMCO (perusahaan minyak terbesar di Saudi dan dunia) demi membela 
kaum pekerja yang mendapat perlakuan yang timpang.


Tetapi sejak pertengahan 1960an, pemerintah Kerajaan Saudi Arabia berhasil 
mengatasi berbagai gerakan oposisi, baik yang berhaluan kiri maupun bukan, 
dengan baik.

Menariknya, tidak seperti Jendral Suharto di Indonesia – yang membantai habis 
kelompok komunis maupun yang “setengah komunis” atau bahkan mereka yang hanya 
sekedar “berbau komunis”, Raja Faisal hanya menangkap para gembong dan 
menghukum orang-orang yang terlibat gerakan makar, kekerasan, pengeboman, dan 
terorisme saja. Selebihnya tidak dihukum apalagi diuber-uber dan dicap bersih 
lingkungan dan KTPnya dicap ‘ET’ alias eks Tapol.

Lebih lanjut Sumanto Al Qurtuby, Associate Professor of Anthropology in the 
Department of Global & Social Studies, King Fahd University menyatakan, di 
kawasan Tanah Arab dan Timur Tengah, pendukung komunisme adalah kaum agama. 
Komunisme dianggap sebagai alat perjuangan dan dipisahkan fungsinya dengan 
lembaga agama. Tak seperti di sini, komunis jadi najis karena dianggap 
(otomatis) atheis

Komunisme bertujuan menciptakan sebuah masyarakat yang berbasis pada sistem, 
struktur dan tatanan sosial-politik-ekonomi yang egaliter dan tanpa kelas.

Dalam perkembangannya, ada berbagai mazhab komunisme seperti Marxisme, 
Leninisme, Anarkhisme, dan lain sebagainya.

Dari berbagai sumber, berikut profil singkat beberapa partai komunis di jazirah 
Arabia :

1. Popular Front for Liberation of Palestine.

Palestina memiliki sebuah partai politik bernama Popular Front for Liberation 
of Palestine (PFLP) yang berasaskan komunisme. Partai ini memegang teguh ajaran 
Marxisme dan Leninisme, meski berkembang di negara Islam. Satu hal yang cukup 
mengusik akal pikiran kita di Indonesia kini.

PFLP adalah partai kedua terbesar di Palestina. Bahkan partai ini bergabung 
dengan PLO – Organisasi Pembebasan Palestina. Semua anggota partai komunis ini 
berada di garda depan dalam memerangi Israel.

Ketika George Habash, pendiri PFLP yang berhaluan Marxis-Leninis, meninggal 
pada 2008, seluruh faksi politik di Palestina berkabung. Kematian Habash, sang 
komunis yang konsisten, dianggap sebagai duka bagi seluruh anak bangsa 
Palestina.

Sosok George Habash sekilas mengingatkan saya pada Tan Malaka (1897-1949), 
“Orang Kiri” Indonesia yang hadir di Sidang Komunis Internasional dan menulis 
risalah “Merdeka 100% “(1946). Tapi bedanya, Tan Malaka pejuang yang dilupakan.

Tan Malaka adalah mntan Ketua PKI dan wakil Ketua PK Asia Tenggara yang terjun 
dalam gelanggang pergerakan melawan kolonialisme Belanda. Bahkan, pada 1925, 
Tan Malaka sudah menggagas ide mengenai “Republik Indonesia” dalam buku 
berjudul “Naar de Republiek Indonesia”. Buku yang beredar di bawah tanah inilah 
yang menginspirasi pergerakan dan pemikiran para tokoh bangsa selain “Massa 
Actie” (1926).

2. Syrian Communist Party.

Ada satu partai komunis yang bergabung dengan koalisi pemerintahan Suriah yang 
resmi. Nama partai itu adalah ‘Syrian Communist Party’. Meski hanya hanya 
memiliki 8 dari 250 orang dalam dewan, partai ini cukup diperhitungkan di 
negara ini. Setidaknya mereka bertahan setelah dibentuk pertama kali di tahun 
1986.

3. Communist Party of Afganistan. Partai Kommunis di Afganistan memang bukan 
partai dominan. Tapi partai pergerakan ini memiliki kontribusi dalam mengusir 
penjajah AS dari negerinya Mereka terus berjuang dan tidak ingin negerinya 
terus dihancurkan oleh perang yang digawangi oleh Amerika dan kroni-kroninya.

4. National Liberation Front – Bahrain.

Front Pembebasan Nasional atawa ‘National Liberation Front’ adalah sebuah 
partai dengan aliran Marxisme dan Leninisme yang berdiri pada tahun 1955 di 
Bahrain. Sejak saat itu, partai ini berkembang dengan cukup masif meski tidak 
menjadi partai terbesar di negeri mungil ini.

Saat ini partai ini tidak memiliki anggota pada parlemen. Namun pada tahun 2002 
dan 2006, sekitar tiga anggota mereka ikut dalam parlemen dan membangun Bahrain 
jadi lebih baik.

5. Egyptian Communist Party.

Partai Komunis Mesir atau Egyptian Communist Party (ECP) berdiri pada tahun 
1975. Partai ini mendapatkan tentangan yang keras saat Presiden Anwar Sadat dan 
Hosni Mubarak berkuasa. Mereka dijatuhkan dan dilarang mengikuti pemilihan umum 
di negerinya.

Meski demikian, ECP terus bergerak mengumpulkan kekuatan untuk bisa lebih 
diakui di negerinya sendiri.

6. Communist Party of Iran – Iran
Di negeri para Mullah Iran juga ada partai komunis atau ‘Communist Party Iran’. 
Saat ini CPI di negeri para Mullah ini bergerak di bawah tanah, bersama para 
milisi lain yang menuntut kebebasan.

Partai ini memperjuangkan agar negara Iran lebih menghargai wanita dengan 
memberi mereka hak asasi manusia. Selain itu, partai ini juga menuntut adanya 
hukum tentang buruh serta perlindungannya dalam dunia kerja.

7. Iraqi Communist Party –

Merupakan partai komunis yang cukup berpengaruh di Irak. Partai ini mendominasi 
golongan kiri di negeri Babilonia ini dan kerap melakukan protes kepada negeri. 
Saat Saddam Hussein menjadi presiden, partai ini sempat redup. Namun sekarang 
mulai menunjukkan taringnya dengan mengirim beberapa orang menempati kursi 
anggota dewan.

8. Partai Ba’ath di Irak.

Partai Ba’ath mulai memegang kuasa di Suriah pada tanggal 8 Maret 1963 dan 
tetap berpengaruh sampai sekarang; “Ba’athis” memegang kuasa di Irak sejak 
Februari 1968 sampai 2003.

Setelah penyingkiran de facto pemimpin Baath Saddam Hussein pada perang Irak 
2003, pemerintahan yang menduduki Irak melarang Partai Ba’ath pada Juni 2003.

Bahasa Arab kata Ba’ath berarti ‘kelahiran kembali’. Keyakinan Ba’athis yaitu 
menggabungkan Sosialisme Arab, militerisme, nasionalisme, dan pan-Arab.

Ideologi sekulernya sering kali bertentangan dengan pemerintahan Arab lainnya 
di Timur Tengah, yang cenderung mendukung Islamisme dan teokrasi.

Motto partai ini adalah Wahdah, Hurriyah, Ishtirrakiyah berarti “Persatuan, 
Kebebasan, Sosialisme”. ‘Persatuan’ berarti persatuan “Pan-Arab”, ‘Kebebasan’ 
menekankan kebebasan dari pengaruh Barat, dan ‘Sosialisme’ menspesifikasikan 
pada Sosialisme Arab.

9. Partai Komunis Yaman. Di negeri nenek moyang Riziek Shihab dan Anies 
Baswedan ada partai al-Hizb al-Ishtiraki al-Yamani alias Partai Komunis Yaman.

Sebagai penerus dari Front Pembebasan Nasional, partai ini menjadi partai 
pemerintahan di Yaman Selatan sampai penyatuan Yaman pada 1990.

Awalnya “al-Hizb al-Ishtiraki al-Yamani” beraliran Marxis–Leninis, namun secara 
bertahap beralih menjadi partai oposisi sosialis demokrat di Yaman saat ini 
yang telah disatukan.

Sedangkan di Indonesia negeri muslim demokratis terbesar di dunia, pernah 
memiliki partai komunis yang kuat juga. PKI. Orang orang komunis diketahui ikut 
berjuang dan memerdekakan negara dan jadi pahlawan nasional.

Di tahun 1960 Aidit mengklaim kadernya 10 juta. Tapi setelah meletus Peristiwa 
1965 tamat riwayatnya. Pengikutnya diberangus. Hingga ke akar akarnya.

Meski begitu ‘Hantu Komunis’ masih dijual buat menakut nakuti mereka yang 
berbeda pendapat dengan Orba dan geng kaum Islam militan. ***

PS :

Buat yang masih penasaran, ada sejumlah buku yang membahas tentang sejarah dan 
perkembangan komunisme dan Partai Komunis di Timur Tengah ini. Misalnya “The 
Communist Movement in the Arab World” (karya Tareq Ismael), “Communism in the 
Arab East” (oleh Suliman Bashear), “The Palestine Communist Party” . Atau 
“Communist Parties in the Middle East: 100 Years of History”

** Hingga kini para pengagum ajaran Karl Marx masih ada di Timur Tengah hingga 
penerbit merespons dengan menerjemahkan karya-karya Marx atau Friedrich Engels 
ke dalam Bahasa Arab. Buku “Manifesto Komunis” (Bahasa Arab: “al-Bayan 
al-Syuyu’i”) diterjemahkan oleh Al-Afif al-Akhdar. Sedangkan buku babon “Das 
Kapital” (Bahasa Arab: “Ra’s al-Mal”), diterjemahkan oleh Falah Abdul Jabbar. **

Sumber : Status facebook Supriyanto Martosuwito



*Komunis itu bangkit bukan di Indonesia, justru Komunisme itu bangkit di Negara 
Negara Arab.*
*Tidak ada Partai Komunis itu di Indonesia, tapi banyak sekali Partai 
KomuKomunisnis di Negara Negara Arab sana!*

*Orang komunis dan Partai Komunis itu ternyata banyak sekali di Negara Negara 
Arab sana dan berkembang dengan pesat bahkan Partai Komunis Palestina itu 
menjadi salah satu partai besar yang ada di Palestina sana!*

*Ini beberapa Partai komunis di Negara Negara jazirah Arabia :*
*Popular Front for Liberation of Palestine (Palestina), Syrian Communist Party 
(Siria), National Liberation Front (Bahrain), Egyptian Communist Party (Mesir), 
Communist Party of Iran (Iran), Iraqi Communist Party (Irak) dll*

https://redaksiindonesia.com/read/partai-komunis-di-jazirah-arab-html

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/251C7FCC5C514D39932C8359DE1543CB%40A10Live.

Reply via email to