Konsumsi Tiongkok Menurun? Tidak!
2021-12-16 12:34:17  
http://indonesian.cri.cn/20211216/374d52f5-52fd-db96-742c-ec58d0b314ce.htmlBiro 
Statistik Nasional Tiongkok hari Rabu kemarin (15/12) mengumumkan sejumlah data 
ekonomi utama bulan November lalu, volume penjualan ritel komoditi konsumsi 
yang menandakan daya konsumsi tercatat 4 triliun 104,3 miliar yuan Renminbi, 
naik 3,9% dibandingkan masa sama tahun lalu, namun menurun 1 poin dibandingkan 
bulan Oktober, dan laju pertumbuhannya diperlamban.

Terpengaruh beberapa faktor termasuk wabah, ada orang yang  khawatir bahwa 
keinginan dan kemampuan konsumsi warga Tiongkok terikat, dan tren eskalasi 
konsumsi Tiongkok bakal menurun.



Seputar hal itu, dalam jumpa pers Rabu (15/12) kemarin, juru bicara Biro 
Statistik Nasional Tiongkok Fu Linghui berpendapat, meskipun konsumsi Tiongkok 
terganggu oleh wabah selama 2 tahun ini, tapi dilihat secara keseluruhan, tren 
eskalasi konsumsi Tiongkok tetap berlanjut dan tidak muncul gejala penurunan.

Jubir Fu Linghui mengatakan, pertama, dampak wabah pada konsumsi Tiongkok 
memang ada tapi terbatas. Meskipun konsumsi kontak langsung seperti jasa boga 
terpengaruh dengan nyata dan cenderung menurun pada bulan November lalu dari 
pada kenaikan sebelumnya, tapi volume ritel secara keseluruhan masih stabil.

Kedua, tren eskalasi konsumsi tidak berubah. Di antara 1,4 miliar populasi 
Tiongkok, lebih dari 400 juta orang tergolong penduduk berpenghasilan menengah, 
Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita melampaui US$ 10 ribu. Sekarang Tiongkok 
sedang berada pada masa pertumbuhan dan eskalasi konsumsi yang pesat, daya 
konsumsinya pun berpotensi besar.



Ketiga, pendapatan warga Tiongkok terus meningkat dan situasi lapangan kerja 
Tiongkok pun cukup stabil. Kedua hal tersebut menguntungkan peningkatan 
kemampuan dan keinginan konsumsi. Dari bulan Januari hingga bulan November 
tahun ini, penambahan kesempatan kerja baru di kota-kota Tiongkok tercatat 
12,07 juta, telah melampaui target sepanjang tahun.

Jubir itu berpendapat, pemulihan ekonomi secara bertahap dan penyempurnaan 
terus jaminan sosial juga bakal menguntungkan keyakinan konsumsi. Terkait 
ekonomi tahun ini, rapat kerja ekonomi sentral yang baru ditutup minggu lalu 
juga sekali lagi mengemukakan perlunya melaksanakan strategi perluasan 
permintaan domestik dengan baik.


Kuliner Peking dalam Lencana Olimpiade Musim Dingin Beijing
2021-12-16 12:38:44  
http://indonesian.cri.cn/20211216/8c62ba10-bc5e-a07b-e289-ded7112bb186.htmlOlimpiade
 Musim Dingin Beijing semakin dekat, ketika menjumpai penggemar lencana 
Olimpiade, kata-kata yang pertama mereka ucapkan mungkin adalah “maukah 
bertukar lencana?”

Penggunaan lencana Olimpiade berasal dari Olimpiade Athena 1896, selama seratus 
tahun lebih ini, lencana Olimpiade secara hidup menyebarkan budaya Olimpiade, 
menghadiahkan dan bertukar lencana Olimpiade adalah cara penting orang-orang 
untuk menyampaikan rasa persahabatan dan menyimpan kenangan Olimpiade. Di dunia 
terdapat banyak penggemar dan penyimpan lencana Olimpiade.


 


Lencana Olimpiade adalah bagian yang tak boleh kurang dalam Olimpiade.

Lencana Olimpiade Musim Dingin Beijing dibuat dengan hak cipta Panitia 
Olimpiade Beijing, dan uang yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung 
persiapan Olimpiade.

Kali ini yang akan diperkenalkan adalah lencana seri ‘Bushibushi’ Olimpiade 
Musim Dingin Beijing yang secara hidup dan menarik memperlihatkan budaya 
kuliner dan makanan khas Peking. Marilah bersama-sama mengenal kuliner Beijing 
bersama lencana Olimpiade.





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/14AE07E07E4C46D28C48AE5F8F8DA614%40A10Live.

Reply via email to