Realisasi Pendapatan Negara Sementara di 2021 Capai Rp2.003,1 Triliun
Senin , 03 Januari 2022 | 19:47 
https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/55334/realisasi_pendapatan_negara_sementara_di_2021_capai_rp2_003_1_triliun
 
Sumber Foto : Istimewa
Menkeu Sri Mulyani.Listen to this
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan realisasi 
sementara pendapatan negara sampai 31 Desember 2021 mencapai Rp2.003,1 triliun 
atau 114,9 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.


"Dengan asumsi yang mengalami deviasi ini, kita lihat APBN yang realisasinya 
sangat positif. Sampai dengan 31 Desember 2021, pendapatan negara capai 
Rp2.003,1 triliun," kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa 
2021 di Jakarta, Senin.

Pendapatan negara sementara di tahun 2021 tersebut naik 21,6 persen 
dibandingkan pendapatan tahun 2020 lalu yang sebesar Rp1.647,8 triliun.

"Tahun ini masih ada pandemi yang memukul dengan varian delta dan omicron, 
namun kita masih bisa tumbuh di 21,6 persen," kata Menkeu.

Realisasi sementara penerimaan pajak mencapai Rp1.277,5 triliun atau 103,9 
persen dari target dalam APBN 2021 yang sebesar Rp1.229,6 triliun.

"Jadi realisasi penerimaan pajak kita Rp47,9 triliun lebih tinggi dari target 
APBN," imbuh Menkeu.

Penerimaan pajak tahun 2021 tumbuh 19,2 persen dibandingkan tahun 2020 lalu 
yang hanya sebesar Rp1.072,1 triliun karena perekonomian sedang terpukul akibat 
COVID-19. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercapai sebesar Rp269 
triliun atau 125,1 persen dari target APBN 2021 sebesar Rp215 triliun.

"Tahun lalu penerimaan bea dan cukai mencapai Rp213 triliun dan relatif stabil 
tapi tetap sedikit terkontraksi untuk bea masuk dan keluar. Kalau sekarang 
(penerimaan kepabeanan dan cukai) tumbuh 26,3 persen, ini recovery luar biasa," 
ucap Menkeu.

Sementara itu realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp452 
triliun atau 151,6 persen dari APBN 2021 yang sebesar Rp298,2 triliun. 
Realisasi sementara PNBP 2021 tumbuh 31,5 persen dibandngkan tahun lalu yang 
sebesar Rp343,8 triliun.

"Ini sudah recover dibandingkan tahun lalu. Jangan lupa tahun ini masih ada 
COVID-19 dan PNBP ini telah lebih tinggi dari level sebelum COVID-19," katanya. 
(E-3)


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6152A74326B5404FBE8A52DA93AD1B75%40A10Live.

Reply via email to