Di Bawah Lentera Merah, Buku Soe Hok Gie yang Sempat Dilarang Kejaksaan Agung
Ibrahim H
- Minggu, 19 Desember 2021 | 07:40 WIB
    

Buku Di Bawah Lentera Merah Soe Hok Gie. Foto: Istimewa
Judul Buku                  : Di Bawah Lentera Merah

Penulis                         : Soe HoK Gie

Di edit oleh                 : Edi Cahyono

Penerbit                       : Yayasan Benteng Budaya

Tahun terbit                : 1999

Kota terbit                   : Yogyakarta

Jumlah halaman        : 73


Buku “Di Bawah Lentera Merah” ini merupakan sebuah buku yang diterbitkan dari 
skripsi Soe Hok Gie dalam memenuhi tugas akhir skripsi  Sarjana Muda Jurusan 
Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Buku ini menjelaskan tentang 
salah satu bentuk pergerakan rakyat Indonesia di awal abad ke-20. Pergerakan 
rakyat Indonesia yang dimaksud dalam buku “Di Bawah Lentera Merah” ini adalah 
pergerakan Sarekat Islam di Semarang pada tahun 1917 sampai dengan 1920. Bagian 
awal buku “Di Bawah Lentera Merah” ini menjelaskan tentang latar belakang 
sosial masyarakat pendukung Sarekat Islam di Semarang pada tahun 1917 sampai 
dengan 1920. Pendukung Sarekat Islam di Semarang berubah dari yang tadinya 
didominasi oleh  kaum menengah dan pegawai negeri menjadi kaum buruh dan rakyat 
kecil. Perubahan tersebut melahirkan gerakan marxisme pertama di Indonesia.

Buku “Di Bawah Lentera Merah” juga menjelaskan mengenai tindakan semaun 
(pemimpin Sarekat Islam di Semarang) mengorganisir kaum buruh untuk melakukan 
pemogokkan dan tiga tuntutan kepada perusahaan yang sewenang-wenang. Tiga 
tuntutan yang dimaksud, yaitu: (1) pengurangan jam kerja dari 8,5 jam menjadi 8 
jam, (2) gaji tetap dibyar penuh selama pemogokan kerja, (3) setiap ada buruh 
yang dipecat diberi pesangon gaji selama 3 bulan. Keberhasilan Semaun dalam 
mengorganisir kaum buruh telah meningkatkan semangat juang Sarekat Islam 
Semarang dan mereka mulai berani melawan tuan-tuan tanah yang memeras penduduk 
desa di tanah partikelir. Perjalanan semaun dalam memimpin pegerakan Sarekat 
Islam dihadapkan dengan pemerintahan Belanda yang menentang keras Sarekat 
Islam. Pemerintahan belanda melakukan berbagai tindakan untuk menggagalkan niat 
mulia dari Sarekat Islam, seperti mengadu domba, menangkap tokoh-tokoh Sarekat 
Islam dan lain lain. Kelebihan buku “Di Bawah Lentera Merah” ini adalah 
bahasanya yang mudah dipahami, menambahkan wawasan kita tentang Sarekat Islam 
dan menambah rasa nasionalisme kita terhadap Negara Kesatuan Republik 
Indonesia. Sementara kekurangan buku “Di Bawah Lentera Merah” ini adalah 
pembahasan mengenai Sarekat Islam belum sepenuhmya tuntas, dimana bagian akhir 
dari perjuangan Sarekat Islam itu seperti apa dan apa dampaknya bagi Indonesia 
saat itu.


HARIAN MASSA - Di Bawah Lentera Merah merupakan buku karangan Soe Hok Gie yang 
cukup penting dalam literatur Indonesia modern. 

Buku yang diambil dari skripsi Sarjana Muda, di Jurusan Sejaran, Fakultas 
Sastra, Univesitas Indonesia (UI) ini meneliti pergerakan awal Sarekat Islam 
(SI) Semarang, pada kurun waktu 1917-an. 

Sumber yang digunakan pada buku ini juga tergolong langka, karena menggunakan 
kliping-kliping koran tahun tahun 1917-1920. 


Baca juga: Soe Hok Gie dan Ulang Tahun yang Membeku di Puncak Mahameru

Tidak hanya itu, dalam buku tipis ini Soe Hok Gie juga melakukan wawancara 
langsung kepada pimpinan SI Semarang yang kemudian menjadi Ketua Partai Komunis 
Indonesia (PKI) pertama Semaoen.


Lebih jauh, Soe Hok Gie memotret gambaran PKI sebelum pecahnya pemberontakan 
tahun 1926-1927 yang gagal dan heroik itu.  

Baca juga: 21 Artis Meninggal di Tahun 2021, dari Penyanyi Dangdut hingga Rock

Dalam penelitiannya terhadap koran-koran lawas tahun tersebut, Soe Hok Gie 
bersebrangan dengan peneliti asing Harry J Benda. Menurutnya, penyebab 
terjadinya pemberontakan adalah kemiskinan.   

Namun sayang, buku ini dilarang oleh Kejaksaan Agung, pada 1991. Meski 
demikian, buku ini masih mudah didapatkan secara online.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/28E1E15068AE42E092E5A357C001BC68%40A10Live.

Reply via email to