https://mediaindonesia.com/humaniora/469628/kasus-malaria-di-sejumlah-wilayah-alami-peningkatan
Minggu 06 Februari 2022, 16:31 WIB
Kasus Malaria di Sejumlah Wilayah Alami Peningkatan
Atalya Puspa | Humaniora
Kasus Malaria di Sejumlah Wilayah Alami Peningkatan AFP Ilustrasi nyamuk
yang menyebabkan penyakit malaria. KASUS malaria di daerah endemi mengalami
peningkatan yang cukup signifikan pada tahun lalu. Di antaranya, Sumatra Utara
yang meningkat 1.531 kasus menjadi 2.529 kasus, dari sebelumnya 998 kasus pada
2020. Lalu, peningkatan juga terjadi di Lampung sebanyak 132 kasus, dari semula
424 kasus pada 2020 menjadi 556 pada 2021. Selain itu, di NTB meningkat 114
kasus dari yang tadinya 247 kasus pada 2020 menjadi 351 pada 2021. "Di Papua
cukup tinggi peningkatan kasusnya, yakni hingga 26.880 kasus menjadi 243.721,
dari yang tadinya 216.841 kasus pada 2020," jelas Direktur Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Didik
Budijanto, Minggu (6/2). Baca juga: Waspadai Potensi Peningkatan Kasus DBD
Hingga April Kementerian Kesehatan memiliki target eliminasi malaria sepenuhnya
pada 2030. Pencapaian eliminasi malaria dilakukan secara bertahap. Mulai dari
kasus terakhir penularan setempat pada 2025, semua provinsi mencapai eliminasi
malaria pada 2028, hingga Indonesia mencapai eliminasi pada 2030. Meskipun ada
pandemi covid-19, lanjut dia, target tersebut tidak akan berubah. "Rencana
eliminasi malaria tetap secara nasional pada 2030. Setiap tahunnya selalu ada
target kabupaten/kota yang mendapatkan sertifikasi eliminasi," paparnya.
"Bahkan di 2021 kemarin, target yang ditetapkan 345 kabupaten/kota yang
eliminasi, kami mencapai dan melebihi target, yaitu 347 kabupaten/kota yang
eliminasi," sambung Didik. Baca juga: Sebanyak 5,5 Juta Masyarakat Indonesia
Telah Disuntik Booster Dalam upaya mencapai eliminasi malaria pada 2030, salah
satu strategi pemerintah pusat adalah mendorong komitmen pemerintah daerah,
khususnya daerah endemis tinggi. Itu dalam hal pengendalian malaria, serta
dukungan aktif dari segenap pemangku kepentingan dan masyarakat lokal.
Meningkatnya kasus penyakit tular vektor dikatakan pakar kesehatan masyarakat
Kementerian Kesehatan Malaysia Rohaida Ismail, disebabkan perubahan iklim
akibat pemanasan suhu global. Salah satu vektor penyakit yang beresiko tinggi
di kawasan Asia adalah nyamuk. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO), kawasan Asia memiliki jumlah kematian akibat kasus penyakit malaria dan
demam berdarah tertinggi nomor 2 setelah Afrika. Jika tidak ada upaya mengawal
perubahan iklim, angka kematian akibat malaria dan demam berdarah bisa mencapai
2.700 jiwa dalam setahun.(OL-11) TAGS: # Kementerian Kesehatan # upaya
pengendalian # penyakit malaria # Perubahan Iklim
Sumber:
https://mediaindonesia.com/humaniora/469628/kasus-malaria-di-sejumlah-wilayah-alami-peningkatan
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220206223956.e37aeaecf0226b2b9ff21549%40upcmail.nl.