*Indonesia bukan hanya Jawa, kata Puan. Tetapi Jawa sangat maju dan
berkembang pesat, tetapi Morotai (Maluku ) tetap terkebelakang serta miskin
melarat abadi. *

*Di Morotai ada beberapa patung antara lain jenderal **Mc Arthur **yang
memimpin perang di Pacific serta patung **Nakamura**. Nakamura adalah
seorang tentara jepang yang  bersembunyi di hutan selama kurang lebih 30
tahun setelah perang Dunia II berakhir. Pada  perang Dunia II  Morotai
menjadi tempat untuk menyerang Filipina, Okinawa dst. Patung-patung itu
bisa dilihat, ada internet.*

https://nasional.kompas.com/read/2022/02/09/19575111/resmikan-monumen-soekarno-di-maluku-utara-puan-indonesia-bukan-hanya-jawa?page=all#page2



Resmikan Monumen Soekarno di Maluku Utara, Puan: Indonesia Bukan Hanya Jawa

Kompas.com - 09/02/2022, 19:57 WIB


Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani
meresmikan Monumen Soekarno di Kabupaten Morotai, Maluku Utara, Selasa
(8/2/2022).(DOK. Humas DPR RI)

Penulis Alifia Nuralita Rezqiana | Editor Amalia Purnama Sari

KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI)
Puan Maharani meresmikan Monumen Soekarno di Kabupaten Morotai, Maluku
Utara, Selasa (8/2/2022).

Ia mengaku bangga dapat melakukan napak tilas perjalanan sang kakek,
Presiden RI Pertama Ir Soekarno, ke Morotai 65 tahun silam.

"Dengan Bung Karno datang ke Morotai maka itu menegaskan komitmen
kebangsaan bahwa Indonesia itu satu kesatuan. Bahwa Indonesia itu bukan
hanya Jawa, bukan hanya Sumatera. Bahwa sejak awal kemerdekaan itu Morotai
sudah bagian dari Indonesia,” kata Puan, dikutip dari dpr.go.id, Rabu
(9/2/2022).

Dia mengaku baru pertama kali datang ke Morotai. Padahal, Puan sudah
melakukan perjalanan keliling Indonesia sejak duduk di bangku sekolah
menengah pertama (SMP).

 "Saya sudah muter-muter Indonesia dari SMP, baru sekarang sampai Morotai.
Pasti ada sejarah yang memanggil. Tidak mungkin tiga generasi ini datang ke
Morotai. Artinya Morotai itu penting bagi Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Wacana Penyatuan Ganjar-Puan di Pilpres 2024, Ini Kata Dosen
Komunikasi Politik Satya Wacana

 Puan bercerita, kala itu Soekarno datang ke Morotai untuk meresmikan
sebuah SMP.

“Beliau melihat pendidikan itu penting, sendi utama bangsa. Ini tugas kami
di DPR untuk mencermati pendidikan di Morotai dan daerah-daerah terpencil
lagi,” kata Puan.

Ia menekankan, kemajuan Indonesia harus turut dirasakan oleh masyarakat
Morotai.

“Manfaat pembangunan yang didapat oleh anak-anak di Jawa, harus bisa
dirasakan oleh anak-anak di Morotai,” tegasnya. Adapun bersamaan dengan
acara peresmian Monumen Soekarno tersebut, digelar pula acara penyerahan
Program Indonesia Pintar, vaksinasi untuk anak-anak, bantuan untuk unit
mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bibit, dan pendidikan anak usia dini
(PAUD).

Baca juga: Ketika Jokowi, Puan, dan Anies Minta PTM Dievaluasi, tetapi Tak
Digubris Kemendikbud Ristek

 Pada kesempatan itu, Puan berpesan agar masyarakat Morotai menjaga
kebersihan Monumen Soekarno. “Dijaga kebersihan monumennya dan diceritakan
terus ke generasi muda tentang bagaimana dulu pada 1957 Presiden Soekarno
datang ke Morotai untuk menegaskan kesatuan bangsa Indonesia,” pesannya.

Sebagai informasi, dalam peresmian tersebut, Puan juga menyapa sejumlah
pelaku sejarah penjemput Bung Karno ketika datang ke Morotai pada 1957.

 Kelima pelaku sejarah yang hadir dalam acara itu adalah Rosalina Sasue
(pemegang baki saat pengguntungan pita peresmian SMP Negeri 1 Morotai),
Harniaty Mulyono (pelaku pengalungan bunga), Muhajir Kololi (salah satu
peserta barisan paduan suara), serta Sarifudin Lanoni dan Icong (pihak yang
ikut menjemput Bung Karno di pelabuhan).

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2D7a6fsEVCa6SLpTLgkchAF70M%3DsUfmNUvgGnP2-HLogA%40mail.gmail.com.

Reply via email to