Sindonews di BaBe:
Kisah Tan Go Wat, Kakek Raden Patah Saudagar Cina yang Mengislamkan Ja...
Klik untuk baca artikel:
http://share.babe.news/s/SbQZMpYrTR

Kisah Tan Go Wat, Kakek Raden Patah Saudagar Cina yang Mengislamkan Jawa
 
Sindonews
12 Februari 2022 pukul 09.35
Follow



Gerbang makam Syekh Quro dan Syekh Bentong yang kini ramai dikunjungi peziarah 
di Desa Pulokalapa terletak di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Provinsi 
Jawa Barat. Foto: Istimewa 

SYEKH Bentong atau Syekh Bantiong merupakan saudagar muslim asal china yang 
juga dikenal dengan nama Kiyai Bah Tong alias Tan Go Wat. Dia merupakan putra 
Syekh Quro putra Syekh Yusuf Siddik yang masih putra Syekh Jamaluddin Akbar 
al-Husain







Pada tahun 1416 M, armada angkatan laut Tiongkok mengadakan pelayaran keliling, 
atas perintah Kaisar Cheng-Hu atau Kaisar Yunglo, Kaisar Dinasti Ming yang 
ke-III. Armada angkatan laut tersebut dipimpin oleh seorang muslim, Laksamana 
Cheng Ho alias Sam Po Tay Kam.

Dalam rombongan armadanya, terdapat seorang ulama Islam bernama Syekh Hasanudin 
berasal dari Campa, bermaksud berdakwah di Jawa. Dalam pelayaran menuju 
Majapahit, armada Cheng Ho singgah di Pura, Karawang.

Ketika armada Cheng Ho singgah di Pura Karawang, Syekh Hasanudin atau Syekh 
Quro dan pengiringnya turun, di antara pengiringnya adalah putranya yang 
bernama Syekh Bentong alias Kiyai Bah Tong alias Tan Go Wat.

Setelah beberapa waktu lama menemani sang ayah berdakwah di wilayah Sunda, 
termasuk ikut mendirikan pondok pesantren pertama di Jawa Barat, Syekh Bentong 
berkeinginan meluaskan syiar ke kawasan lain. Maka itu, ia bersama keluarganya 
berangkat ke timur dan kemudian menetap di Gresik.

Syekh Bentong selanjutnya tinggal di Gresik menjadi Saudagar dan da’i. Dari 
istrinya Siu Te Yo, ia mempunyai seorang puteri diberi nama Siu Ban Ci, puteri 
ini yang diperistri oleh Prabu Brawijaya V Kertabumi, Raja Majapahit.

Dari perkawinannya dengan Siu Ban Ci, memperoleh putera yang diberi nama Jin 
Bun oleh kakeknya. Jin Bun alias Praba alias Raden Hasan alias Raden Fatah, 
selanjutnya menjadi Senapati Jin Bun Ngabdur Rahman Panembahan Palembang 
Sajidin Panatagama menjadi Sultan Demak pertama. 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C4862383E12A4D62B1AF9C7134D3B412%40A10Live.

Reply via email to