Jika Politikus Inggris Mau Adil, Silakan Kembalikan Malvinas Kepada Argentina
2022-02-13 12:08:17    
https://indonesian.cri.cn/2022/02/13/ARTIWXoghyuhPhVwf2mVA6iF220213.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.13Tiongkok
 dan Argentina mengeluarkan pernyataan bersama untuk memperdalam kemitraan 
strategis komprehensif selama kunjungan Presiden Argentina Alberto Angel 
Fernandez di Tiongkok. Tiongkok dalam pernyataan menegaskan kembali mendukung 
tuntutan Argentina terkait pelaksanaan kedaulatan di Kepulauan Malvinas, dan 
selekasnya memulihkan perundingan untuk menyelesaikan masalah secara damai 
menurut resolusi terkait PBB.









Ini adalah pendirian konsekuen Tiongkok, tidak hanya menghormati piagam PBB, 
tapi juga mendukung negara-negara berkembang memelhiara hak dan kepentingan 
yang sah, juga mencerminkan tanggung jawab untuk menentang kolonialisme dan 
memelihara keadilan internasional, telah mendapat pujian meluas dari masyarakat 
internasional.

Akan tetapi, sejumlah orang Inggris tak bisa tahan lagi. Menteri Luar Negeri 
Inggris di media sosialnya membicarakan soal “penghormatan kedaulatan” dengan 
Tiongkok. Majelis rendah Inggris meluluskan mosi yang tidak bersifat legal 
untuk meghasut pemerintah Inggris meningkatkan hubungan dengan Taiwan Tiongkok.

Seketahui umum, hakikat masalah Malvinas adalah masalah peninggalan 
kolonialisme. Pada tahun 1816, Argentina memperoleh kedaulatan terhadap 
Kepulauan Malvinas setelah terlepas dari pemerintahan koloniliasme Spanyol. 
Pada tahun 1833, Inggris yang mengadakan penjajahan di Amerika Latin menduduki 
Malvinas. Pada tahun 1965, PBB meluluskan resolusi yang mengategorikan masalah 
ini sebagai “Dekolonisasi” dan mendesak Inggris dan Argentina menyelesaikan 
masalah melalui perundingan bilateral, tapi ditolak oleh Inggris.

Nyata sekali, masalah Malvinas terjadi antara kedua negara yang berkedaulatan, 
termasuk masalah internasional. Tiongkok selalu mendukung tuntutan adil 
Argentina terhadap Malvinas, ini sesuai dengan resolusi terkait PBB dan 
mencerminkan kesepakatan yang dicapai komunitas internasional.

Apa yang dilakukan Inggris sekarang ialah segera memulihkan perundingan dengan 
Argentina dan menyelesaikan masalah Malvinas secara damai, melainkan bukan 
mengabaikan resolusi PBB, dan menyerangi Tiongkok dengan menggunakan masalah 
Taiwan.

Yang perlu ditekankan, masalah Taiwan sama sekali adalah urusan dalam negeri 
Tiongkok, hakikatnya berbeda dengan masalah Malvinas. Di dunia ini hanya 
terdapat satu Tiongkok, Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari Tiongkok. Ini 
adalah patokan dasar hubungan internasional, juga adalah dasar politik Tiongkok 
untuk menjalin dan mengembangkan hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. 
Saat menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok, Inggris dengan jelas 
mengakui Taiwan adalah satu provinsi Republik Rakyat Tiongkok. Maka, Majelis 
rendah Inggris secara terang-terangan menantang Prinsip Satu Tiongkok, tidak 
saja melanggar komitmen Inggris kepada Tiongkok, tapi juga melanggar prinsip 
dasar hukum internasional yang tidak mengintervensi urusan dalam negeri.

Pada abad ke-21 ini, masa penjajahan Barat telah berlalu. Jika politikus 
munafik Inggris ingin bertindak adil, hendaknya terlebih dahulu mengembalikan 
Malvinas kepada Argentina.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/74F993BF5F5047BB8A19F9EC42AAC643%40A10Live.

Reply via email to