https://www.antaranews.com/berita/2703957/ikan-mati-di-danau-maninjau-bertambah-petani-rugi-hingga-rp26-miliar?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home
Ikan mati di Danau Maninjau bertambah, petani rugi hingga Rp2,6 miliar
Selasa, 15 Februari 2022 00:59 WIB
Bangkai ikan mengapung di Danau Maninjau. (Antarasumbar/Yusrizal)
Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin pagi menjadi 120 ton pada
Senin sore dengan ukuran siap panen
Lubukbasung (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam,
Sumatera Barat, mencatat kematian ikan di Danau Maninjau secara massal
bertambah menjadi 130 ton dengan kerugian petani mencapai Rp2,6 miliar.
"Ikan yang mati itu bertambah dari 40 ton pada Senin pagi menjadi 120 ton pada
Senin sore dengan ukuran siap panen," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan
Pangan Agam Rosva Deswira di Lubukbasung, Sumatera Barat (Sumbar), Senin.
Ia mengatakan ke 120 ton ikan itu berada di Rambai, Nagari Koto Malintang,
sebanyak 50 ton tersebar di 76 petak keramba jaring apung milik 30 petani.
Setelah itu di Linggai, Nagari Duo Koto, sebanyak 80 ton tersebar di 100 petak
keramba jaring apung milik 15 petani.
"Kematian ikan itu terus bertambah dan penyuluh perikanan Kecamatan Tanjungraya
sedang melakukan pendataan," katanya.
Dengan kejadian itu, kata dia, menyebabkan petani mengalami kerugian sekitar
Rp2,6 miliar karena harga ikan tingkat petani sekitar Rp20 ribu per kilogram.
Baca juga: Menteri Trenggono tawarkan budi daya air tenang di Danau Maninjau
Untuk itu ia mengimbau petani agar memanen ikan secara dini dan dipindahkan ke
kolam air tenang, agar tidak ikut mati.
"Ini untuk mengantisipasi kerugian material cukup banyak," katanya.
Ia mengatakan ikan ini mati akibat kekurangan oksigen semenjak Jumat (11/2)
sore, setelah curah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu cukup
tinggi.
Setelah itu ikan mengalami pusing dan mengapung ke permukaan danau. Beberapa
jam kemudian ikan menjadi mati dan mengapung.
"Bangkai ikan mengapung di permukaan Danau Maninjau," katanya.
Ia mengatakan kematian ikan secara massal ini merupakan perdana pada 2022.
Sedangkan selama 2021 sebanyak 1.764 ton dengan kerugian sekitar Rp35,28 miliar.
Baca juga: Kerugian matinya ikan Danau Maninjau capai Rp35,28 miliar
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2022
TAGS:
ikan danau maninjau
ikan mati
keramba ikan
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220214194337.a4478f9f1e16a9d7a4430d60%40upcmail.nl.