SAYA SANGAT MENGHARGAI PENDAPAT PAK CHAN.
PADA KENYATAAN YANG MERASAKAN PENDERITAAN ADALAH PARA WARGA WADAS.
MAKA ALANGKAH BAGUSNYA APABILA PAK CHAN BERKENAN DATANG KE INDONESIA UNTUK
MENEMUI PARA WARGA DESA WADAS AGAR MEREKA SADAR BAHWA SETIAP PEMBANGUNAN
MEMANG BUTUH PENGORBANAN MAKA PARA WARGA DESA WADAS WAJIB IKHLAS
MENGORBANKAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN MEREKA DEMI KEPENTINGAN PEMBANGUNAN DEMI
BUKAN MENYENGSARAKAN NAMUN MENYEJAHTERAKAN RAKYAT.

Pada tanggal Sel, 15 Feb 2022 pukul 07.56 Chan CT <[email protected]>
menulis:

> Dari pengamatan sepintas pro-kontra penambangan Wadas yang sudah terjadi
> sejak 2018, saya melihat ada masalah POLITIK disitu! Sekelompok warga
> digunakan sekadar untuk menentang kebijakan pemerintah, ... BUKAN untuk
> kepentingan rakyat sesungguhnya!
>
> Artinya, kalau saja data yang terdengar betul sebagaimana adanya, lebih
> 350 warga Wadas yang sudah setuju penambangan sedang yang menentang sekitar
> 70-an saja. Sekitar 80% sudah SETUJU!
>
> Berdasarkan sistem demokrasi, penambangan itu sudah bisa dijalankan! Tentu
> pihak pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan juga tidak bisa main
> kekerasan saja, lakukanlah penelitian BENAR dan SALAH perbedaan pendapat
> penambangan yang terjadi itu berdasarkan kenyataan objektif yang ada,
> secara ilmiah,...! Menimbang untung-rugi hasil produksi tambang dan
> kepentingan/kesehatan warga sekitar Wadas.
>
> Kalau saja nilai produksi tambang diperhitungkan tidak sebesar target
> sedang kerusakan lingkungan dan polusi merusak kesehatan warga juga tidak
> bisa direduksi sekecil mungkin, tentu berapa besar persentasi warga yang
> setuju juga harus ditolak! Bisa saja warga yang setuju itu hanya untuk
> mendapatkan keuntungan sementara, dibayar pengusaha?!
>
> Tapi kalau saja kebalikkannya, diperhitungkan nilai produksi tambang lebih
> besar darai target dan kerusakan lingkungan tidak sebesar sebagaimana
> diteriakkan dan polusi juga bisa diatasi, tentu penambangan Wadas itu bisa
> dijalankan, ...!
>
>
> *From:* BILLY GUNADIE
> *Sent:* Tuesday, February 15, 2022 12:11 AM
> *To:* [email protected] ; Chan CT
> *Cc:* GELORA45_In
> *Subject:* Re: [GELORA45] Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan
> di Wadas
>
>
> Dasar biang kera..
>
>
>
> Sent from Rogers Yahoo Mail on Android
> <https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
>
> On Mon., Feb. 14, 2022 at 7:40 a.m., Sunny ambon
> <[email protected]> wrote:
>
> Pranomo mengadakan kunker (Kunjungan Kera) ke beberapa daerah, kunjungan
> kerjanya itu tidak lain supaya dipilih menjadi raja. hehehehehe
>
> On Mon, Feb 14, 2022 at 1:43 AM Chan CT <[email protected]> wrote:
>
> Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas
>
> * Senin, 14 Februari 2022 05:29 WIB*
> [image: Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas]
>
> *Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui warga penolak penambangan
> kuari terkait rencana pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kabupaten
> Purworejo, Minggu (13/2/2022). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng*
> Semarang (ANTARA) -
> Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui kelompok warga yang kontra
> penambangan kuari terkait rencana pembangunan Bendungan Bener di Desa
> Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Minggu (13/2).
>
> Ganjar yang datang sendirian tanpa pengawalan aparat kepolisian, disambut
> dengan hangat oleh masyarakat yang sudah menunggu di Masjid Nurul Huda, dan
> tidak nampak ketegangan sama sekali dalam pertemuan itu.
>
> Usai melaksanakan shalat dzuhur, Ganjar yang duduk lesehan di teras masjid
> mengawali sambutannya dengan meminta maaf kepada warga Wadas atas kejadian
> yang kurang menyenangkan pada Selasa (8/2).
>
> "Saya minta maaf pada bapak ibu atas peristiwa yang terjadi, makanya saya
> datang ke sini secara langsung. Yang kedua, saya ke sini ingin mendengarkan
> langsung dari masyarakat dari persoalan yang ada, saya juga ingin takziah
> karena mendengar ada sesepuh di Desa Wadas yang meninggal, semoga Husnul
> Khatimah," kata Ganjar.
>
> Orang nomor satu di Jateng itu kemudian mendengarkan unek-unek dan
> peristiwa penangkapan yang dialami beberapa warga.
>
> "Kami takut Pak, suami saya ditangkap tanpa tahu masalahnya. Sekarang di
> rumah dan kalau lihat polisi atau pria asing berbaju hitam jadi ketakutan.
> Setiap hari mengurung diri di rumah, pintu selalu dikunci. Anak-anak juga
> trauma pak," kata Waliyah, salah satu warga.
>
> Warga lain, Ana menceritakan jika dirinya dan suaminya ditangkap oleh
> pihak kepolisian saat konflik terjadi.
>
> Suaminya ditangkap saat sedang berada di perjalanan menuju Purworejo,
> sedangkan dirinya ditangkap saat berada di desa.
>
> "Kasihan anak saya pak, masih kecil. Bagaimana rasanya ditinggal kedua
> orang tuanya yang ditangkap polisi, Pak. Kami warga masih trauma," ujarnya.
>
> Usai mendengarkan keluhan warga, Ganjar mengaku akan menindaklanjutinya
> dan sejumlah pihak yang berkepentingan akan diajak berdialog mengenai hal
> ini.
>
> "Ada tiga hal yang akan kita kerjakan setelah pertemuan ini, pertama kita
> akan melakukan evaluasi teknis, kedua metode pendekatan dan ketiga terkait
> apa yang selama ini menjadi polemik, apakah yang pro atau kontra. Nah yang
> ketiga ini sepertinya kurang, makanya saya datang ke sini dan ingin
> mendengarkan secara langsung," kata Ganjar.
>
> Disinggung terkait dengan tuntutan warga untuk mencabut izin lokasi
> penambangan kuari di Desa Wadas, Ganjar menyatakan hal itu yang akan
> dibicarakan secara teknis.
>
> "Belum, itu masalah teknis yang harus kita bicarakan. Tidak sekedar bicara
> cabut atau tidak cabut, tapi itu teknis. Itu yang saya katakan evaluasi
> teknis yang akan kami lakukan. Semua opsi masih ada peluang, makanya kita
> bicarakan," ujarnya.***2***
>
> Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
> Editor: Adi Lazuardi
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7E47526C10E940119DA51CAB1EF7B943%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7E47526C10E940119DA51CAB1EF7B943%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CMYqKk6B2Rce27rw%2BiJbNLL3p8LvOGe_qj5XAG_yHPOQ%40mail.gmail.com
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CMYqKk6B2Rce27rw%2BiJbNLL3p8LvOGe_qj5XAG_yHPOQ%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1378197804.846505.1644855099895%40mail.yahoo.com
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1378197804.846505.1644855099895%40mail.yahoo.com?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EE3CF870BEFB493C990F3778BB867418%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EE3CF870BEFB493C990F3778BB867418%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPR3qNAU8Djs85XuwKXkivaQ0BCR%2Bpijr5BHC2-DgqsRVQ%40mail.gmail.com.

Reply via email to