Hahahaa, ... bung Jaya, saya datang ke menemui warga Wadas juga tidak akan bisa 
menyelesaikan soal! Percuma saja, ...

Masalah penyelesaian konflik warga Wada sehubungan pembangunan waduk dan 
penambangan itu, biarlah diselesaikan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranomo! 
Mudah2an saja dalam waktu degkat ini bisa menemukan solusi yang terbaik, bagi 
kepentingan rakyat Wadas khususnya!

Salam,
ChanCT


From: Jaya Suprana 
Sent: Tuesday, February 15, 2022 10:07 AM
To: Chan CT 
Cc: BILLY GUNADIE ; [email protected] ; GELORA45_In 
Subject: Re: [GELORA45] Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas

SAYA SANGAT MENGHARGAI PENDAPAT PAK CHAN. 
PADA KENYATAAN YANG MERASAKAN PENDERITAAN ADALAH PARA WARGA WADAS. 
MAKA ALANGKAH BAGUSNYA APABILA PAK CHAN BERKENAN DATANG KE INDONESIA UNTUK 
MENEMUI PARA WARGA DESA WADAS AGAR MEREKA SADAR BAHWA SETIAP PEMBANGUNAN MEMANG 
BUTUH PENGORBANAN MAKA PARA WARGA DESA WADAS WAJIB IKHLAS MENGORBANKAN 
LINGKUNGAN PEMUKIMAN MEREKA DEMI KEPENTINGAN PEMBANGUNAN DEMI BUKAN 
MENYENGSARAKAN NAMUN MENYEJAHTERAKAN RAKYAT.

Pada tanggal Sel, 15 Feb 2022 pukul 07.56 Chan CT <[email protected]> 
menulis:

  Dari pengamatan sepintas pro-kontra penambangan Wadas yang sudah terjadi 
sejak 2018, saya melihat ada masalah POLITIK disitu! Sekelompok warga digunakan 
sekadar untuk menentang kebijakan pemerintah, ... BUKAN untuk kepentingan 
rakyat sesungguhnya!

  Artinya, kalau saja data yang terdengar betul sebagaimana adanya, lebih 350 
warga Wadas yang sudah setuju penambangan sedang yang menentang sekitar 70-an 
saja. Sekitar 80% sudah SETUJU! 

  Berdasarkan sistem demokrasi, penambangan itu sudah bisa dijalankan! Tentu 
pihak pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan juga tidak bisa main kekerasan 
saja, lakukanlah penelitian BENAR dan SALAH perbedaan pendapat penambangan yang 
terjadi itu berdasarkan kenyataan objektif yang ada, secara ilmiah,...! 
Menimbang untung-rugi hasil produksi tambang dan kepentingan/kesehatan warga 
sekitar Wadas.

  Kalau saja nilai produksi tambang diperhitungkan tidak sebesar target sedang 
kerusakan lingkungan dan polusi merusak kesehatan warga juga tidak bisa 
direduksi sekecil mungkin, tentu berapa besar persentasi warga yang setuju juga 
harus ditolak! Bisa saja warga yang setuju itu hanya untuk mendapatkan 
keuntungan sementara, dibayar pengusaha?!

  Tapi kalau saja kebalikkannya, diperhitungkan nilai produksi tambang lebih 
besar darai target dan kerusakan lingkungan tidak sebesar sebagaimana 
diteriakkan dan polusi juga bisa diatasi, tentu penambangan Wadas itu bisa 
dijalankan, ...!


  From: BILLY GUNADIE 
  Sent: Tuesday, February 15, 2022 12:11 AM
  To: [email protected] ; Chan CT 
  Cc: GELORA45_In 
  Subject: Re: [GELORA45] Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas


  Dasar biang kera.. 



  Sent from Rogers Yahoo Mail on Android


    On Mon., Feb. 14, 2022 at 7:40 a.m., Sunny ambon
    <[email protected]> wrote:

    Pranomo mengadakan kunker (Kunjungan Kera) ke beberapa daerah, kunjungan 
kerjanya itu tidak lain supaya dipilih menjadi raja. hehehehehe 

    On Mon, Feb 14, 2022 at 1:43 AM Chan CT <[email protected]> wrote:

      Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas
       Senin, 14 Februari 2022 05:29 WIB
       
      Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui warga penolak penambangan 
kuari terkait rencana pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kabupaten 
Purworejo, Minggu (13/2/2022). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

      Semarang (ANTARA) - 
      Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui kelompok warga yang kontra 
penambangan kuari terkait rencana pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, 
Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Minggu (13/2).

      Ganjar yang datang sendirian tanpa pengawalan aparat kepolisian, disambut 
dengan hangat oleh masyarakat yang sudah menunggu di Masjid Nurul Huda, dan 
tidak nampak ketegangan sama sekali dalam pertemuan itu.

      Usai melaksanakan shalat dzuhur, Ganjar yang duduk lesehan di teras 
masjid mengawali sambutannya dengan meminta maaf kepada warga Wadas atas 
kejadian yang kurang menyenangkan pada Selasa (8/2).

      "Saya minta maaf pada bapak ibu atas peristiwa yang terjadi, makanya saya 
datang ke sini secara langsung. Yang kedua, saya ke sini ingin mendengarkan 
langsung dari masyarakat dari persoalan yang ada, saya juga ingin takziah 
karena mendengar ada sesepuh di Desa Wadas yang meninggal, semoga Husnul 
Khatimah," kata Ganjar.

      Orang nomor satu di Jateng itu kemudian mendengarkan unek-unek dan 
peristiwa penangkapan yang dialami beberapa warga.

      "Kami takut Pak, suami saya ditangkap tanpa tahu masalahnya. Sekarang di 
rumah dan kalau lihat polisi atau pria asing berbaju hitam jadi ketakutan. 
Setiap hari mengurung diri di rumah, pintu selalu dikunci. Anak-anak juga 
trauma pak," kata Waliyah, salah satu warga.

      Warga lain, Ana menceritakan jika dirinya dan suaminya ditangkap oleh 
pihak kepolisian saat konflik terjadi.

      Suaminya ditangkap saat sedang berada di perjalanan menuju Purworejo, 
sedangkan dirinya ditangkap saat berada di desa.

      "Kasihan anak saya pak, masih kecil. Bagaimana rasanya ditinggal kedua 
orang tuanya yang ditangkap polisi, Pak. Kami warga masih trauma," ujarnya.

      Usai mendengarkan keluhan warga, Ganjar mengaku akan menindaklanjutinya 
dan sejumlah pihak yang berkepentingan akan diajak berdialog mengenai hal ini.

      "Ada tiga hal yang akan kita kerjakan setelah pertemuan ini, pertama kita 
akan melakukan evaluasi teknis, kedua metode pendekatan dan ketiga terkait apa 
yang selama ini menjadi polemik, apakah yang pro atau kontra. Nah yang ketiga 
ini sepertinya kurang, makanya saya datang ke sini dan ingin mendengarkan 
secara langsung," kata Ganjar.

      Disinggung terkait dengan tuntutan warga untuk mencabut izin lokasi 
penambangan kuari di Desa Wadas, Ganjar menyatakan hal itu yang akan 
dibicarakan secara teknis.

      "Belum, itu masalah teknis yang harus kita bicarakan. Tidak sekedar 
bicara cabut atau tidak cabut, tapi itu teknis. Itu yang saya katakan evaluasi 
teknis yang akan kami lakukan. Semua opsi masih ada peluang, makanya kita 
bicarakan," ujarnya.***2***
      Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
      Editor: Adi Lazuardi

      -- 
      Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google 
Grup.
      Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
      Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7E47526C10E940119DA51CAB1EF7B943%40A10Live.

    -- 
    Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
    Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CMYqKk6B2Rce27rw%2BiJbNLL3p8LvOGe_qj5XAG_yHPOQ%40mail.gmail.com.

  -- 
  Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
  Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
  Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1378197804.846505.1644855099895%40mail.yahoo.com.

  -- 
  Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
  Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
  Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EE3CF870BEFB493C990F3778BB867418%40A10Live.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0E80F2A91716455791B979AE93E93F3D%40A10Live.

Reply via email to