Saya sangat mengerti kalau ada warga tani yang jadi beringas. Siapa yang tidak 
jadi beringas ketika sumber penghasilannya akan hilang dan lingkungan hidupnya 
akan mendpat dampak negatif. Masih terbayang di ingatan saya perempuan yang 
duduk di mesin yang akan menghancurkan rumahnya di Kulon Progo. Tak peduli lagi 
dia dengan  nyawanya. Yang jelas keberingasan rakyat (wah, saya pasti akan 
dituduh menggunakan rakyat untuk kepentingan politik orang-orang sepaham dengan 
saya!) TAK BISA DIBANDINGKAN dengan keberingasan polisi dan TNI yang bersenjata 
lengkap dan disertai dengan hukum dan UU yang  selalu berpihak kepada yang 
berkuasa! Kaum tani hanya punya dua tangan dan dua kaki, seberapa besarnyapun 
keberingasannya, begitu dia dikeroyok  dan digebuki Polisi dan TNI yang 
bersenjata sampai giginya dan digiring ke kantor polisi dan masuk penjara, 
habislah keberingasannya! 


Siapa yang ngomporin kaum tani untuk berjuang mempertahankan tanahnya? Saya 
bias termasuk orang yang “ngomporin” kaum tani, seperti nasihat Wiji Tukul 
“hanya ada satu kata “Lawan”. Dan saya tidak marah disebut begitu, karena yakin 
saya “ngomporin” perjuangan yang saya anggap benar dan adil. Ah, sudah tentu, 
benar dan adil dari perspektif rakyat (ah, lagi-lagi saya “menyalahgunakan” 
rakyat!?), jelas bukan dari perspektif penguasa.

Rakyat yang menolak perampasan tanahnya, sering kali dituduh menolak 
pembangunan. Soalnya sejak ORBA dengan Soeharto, “pembangunan” tidak 
menyelesaikan masalah kemiskinan, pengangguran, penghisapan dan penindasan. 
Hanya menguntungkan mereka yang berkuasa dan kelas menengah keatas. Tiap tahun 
ratusan jumlah konflik tanah di seluruh Indonesia, tak satupun yang mendapat 
solusi yang menguntungkan rakyat! Selalu rakyat yang masuk penjara dan tanahnya 
hilang atau rumahnya digusur. Ingat juga yang terjadi di Bulukumba sekarang…
Ada pembangunan neo-liberal dan ada pembangunan yang mengabdi kepada 
kepentingan rakyat!! SELALU MUNCUL MASALAH KEPADA SIAPA ORANG BERPIHAK!

Aneh, siapa sih yang “mempolitisi” kasus perampasan tanah ini? Apakah kebijakan 
pemerintah untuk membuka tambang dan membangun waduk itu bukan politik? Jelas, 
perlawanan terhadap “politik” pemerintah itu juga bersifat politik!! Tidak 
perlu ada orang yang “khusus” “mempolitisasi”  konflik itu. Sungguh lucu!

Persis seperti China menuduh AS “mempolitisi” Olympiade dengan boikotnya…Lho, 
sport dunia itu MEMANG bertsifat politik! Dasar revisionis, ingin membutakan 
dirinya sendiri dan tidak mengakui bahwa kebudayaan tidak dapat dilepaskan dari 
POLITIK!  

Ada orang yang bilang tidak mau terlibat dalam politik. Padahal sikap “tidak 
mau terlibat dalam politik” itu sendiri adalah sebuah sikap politik!

Sent from Mail for Windows

From: nesare hotmail
Sent: Tuesday, February 15, 2022 3:02 PM
Cc: GELORA45_In
Subject: RE: [GELORA45] Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas

Ada warga yg menentang proyek tambang iya dan pembayaran lahan yg belum 
selesai. Rasanya sedikit yg menentang bendungan Bener nya walaupun ada.
Fakta: warga yg menentang ada yg beringas; ada yg ngomporin; ada aparat yg 
kurang menguasai komunikasi massa; ada perbedaan persepsi warga yg menolak dan 
petugas BPN yg datang mengukur (warga takut dgn kedatangan tukang ukur dari BPN 
krn blm dapet duit ganti untung dan tukang ukur persepsinya lain: koq takut, 
Wong kami datang hanya buat ngukur tanah saja); ada yg gak ngerti masalah dan 
hanya narik kesiimpulan; dan yg paling parah mereka2 yg mempolitisir masalah 
Wadas ini utk kepentingan sendiri2.

Kalau bendungannya dibatalkan ya rugi rakyat disekitarnya krn itu utk ngatur 
air pada saat kemarau dan banjir. Ada yg lucu mereka2 yg menolak ada yg 
berargumen: kami tidak ada masalah air selalu ada krn turun dari gunung. Ya ini 
mungkin benar krn sawah miliknya tidak kena banjir waktu musim hujan dan air 
tetap masih ada waktu kemarau. Tetapi sudut pandangnya diperlebar dgn melihat 
sawah seluruh desa, kecamatan dst akan lain. Jelas bendungan itu perlu utk 
ngatur air. Ini masuk proyek strategis nasional dan anggarannya trilyunan 
rupiah.

Ya memang akan lebih baik bagi mereka2 yg berkoar2 sebaiknya turun lapangan 
melihat dgn mata kepala sendiri apa yg terjadi di Wadas, tetapi jangan lupa jgn 
menarik kesiimpulan demi menopang opini sendiri dan golongannya. Ini namanya 
politisasi. Kalau merasa gak mampu berbuat banyak, ya diskusi spt di warung 
kopi ini sdh cukup. Siapa tahu ada yg baca dan bisa melihat permasalahan lbh 
objektif. Jadi belum apa2 sdh marah2 duluan. Penghakiman thd opini seseorang 
itu sgt mudah dilakukan kalau control thd diri sendiri kurang.

Nesare

From: [email protected] <[email protected]> On Behalf Of 
Chan CT
Sent: Tuesday, February 15, 2022 7:41 AM
To: Jaya Suprana <[email protected]>
Cc: BILLY GUNADIE <[email protected]>; [email protected]; GELORA45_In 
<[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas

Hahahaa, ... bung Jaya, saya datang ke menemui warga Wadas juga tidak akan bisa 
menyelesaikan soal! Percuma saja, ...
 
Masalah penyelesaian konflik warga Wada sehubungan pembangunan waduk dan 
penambangan itu, biarlah diselesaikan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranomo! 
Mudah2an saja dalam waktu degkat ini bisa menemukan solusi yang terbaik, bagi 
kepentingan rakyat Wadas khususnya!
 
Salam,
ChanCT
 
 
From: Jaya Suprana 
Sent: Tuesday, February 15, 2022 10:07 AM
To: Chan CT 
Cc: BILLY GUNADIE ; [email protected] ; GELORA45_In 
Subject: Re: [GELORA45] Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas
 
SAYA SANGAT MENGHARGAI PENDAPAT PAK CHAN. 
PADA KENYATAAN YANG MERASAKAN PENDERITAAN ADALAH PARA WARGA WADAS. 
MAKA ALANGKAH BAGUSNYA APABILA PAK CHAN BERKENAN DATANG KE INDONESIA UNTUK 
MENEMUI PARA WARGA DESA WADAS AGAR MEREKA SADAR BAHWA SETIAP PEMBANGUNAN MEMANG 
BUTUH PENGORBANAN MAKA PARA WARGA DESA WADAS WAJIB IKHLAS MENGORBANKAN 
LINGKUNGAN PEMUKIMAN MEREKA DEMI KEPENTINGAN PEMBANGUNAN DEMI BUKAN 
MENYENGSARAKAN NAMUN MENYEJAHTERAKAN RAKYAT.
 
Pada tanggal Sel, 15 Feb 2022 pukul 07.56 Chan CT <[email protected]> 
menulis:
Dari pengamatan sepintas pro-kontra penambangan Wadas yang sudah terjadi sejak 
2018, saya melihat ada masalah POLITIK disitu! Sekelompok warga digunakan 
sekadar untuk menentang kebijakan pemerintah, ... BUKAN untuk kepentingan 
rakyat sesungguhnya!
 
Artinya, kalau saja data yang terdengar betul sebagaimana adanya, lebih 350 
warga Wadas yang sudah setuju penambangan sedang yang menentang sekitar 70-an 
saja. Sekitar 80% sudah SETUJU! 
 
Berdasarkan sistem demokrasi, penambangan itu sudah bisa dijalankan! Tentu 
pihak pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan juga tidak bisa main kekerasan 
saja, lakukanlah penelitian BENAR dan SALAH perbedaan pendapat penambangan yang 
terjadi itu berdasarkan kenyataan objektif yang ada, secara ilmiah,...! 
Menimbang untung-rugi hasil produksi tambang dan kepentingan/kesehatan warga 
sekitar Wadas.
 
Kalau saja nilai produksi tambang diperhitungkan tidak sebesar target sedang 
kerusakan lingkungan dan polusi merusak kesehatan warga juga tidak bisa 
direduksi sekecil mungkin, tentu berapa besar persentasi warga yang setuju juga 
harus ditolak! Bisa saja warga yang setuju itu hanya untuk mendapatkan 
keuntungan sementara, dibayar pengusaha?!
 
Tapi kalau saja kebalikkannya, diperhitungkan nilai produksi tambang lebih 
besar darai target dan kerusakan lingkungan tidak sebesar sebagaimana 
diteriakkan dan polusi juga bisa diatasi, tentu penambangan Wadas itu bisa 
dijalankan, ...!
 
 
From: BILLY GUNADIE 
Sent: Tuesday, February 15, 2022 12:11 AM
To: [email protected] ; Chan CT 
Cc: GELORA45_In 
Subject: Re: [GELORA45] Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas
 

Dasar biang kera.. 
 
 
 
Sent from Rogers Yahoo Mail on Android

On Mon., Feb. 14, 2022 at 7:40 a.m., Sunny ambon
<[email protected]> wrote:
 
Pranomo mengadakan kunker (Kunjungan Kera) ke beberapa daerah, kunjungan 
kerjanya itu tidak lain supaya dipilih menjadi raja. hehehehehe 
 
On Mon, Feb 14, 2022 at 1:43 AM Chan CT <[email protected]> wrote:
Ganjar Pranowo temui warga kontra penambangan di Wadas
 Senin, 14 Februari 2022 05:29 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui warga penolak penambangan kuari 
terkait rencana pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, 
Minggu (13/2/2022). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - 
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui kelompok warga yang kontra 
penambangan kuari terkait rencana pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, 
Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Minggu (13/2).

Ganjar yang datang sendirian tanpa pengawalan aparat kepolisian, disambut 
dengan hangat oleh masyarakat yang sudah menunggu di Masjid Nurul Huda, dan 
tidak nampak ketegangan sama sekali dalam pertemuan itu.

Usai melaksanakan shalat dzuhur, Ganjar yang duduk lesehan di teras masjid 
mengawali sambutannya dengan meminta maaf kepada warga Wadas atas kejadian yang 
kurang menyenangkan pada Selasa (8/2).

"Saya minta maaf pada bapak ibu atas peristiwa yang terjadi, makanya saya 
datang ke sini secara langsung. Yang kedua, saya ke sini ingin mendengarkan 
langsung dari masyarakat dari persoalan yang ada, saya juga ingin takziah 
karena mendengar ada sesepuh di Desa Wadas yang meninggal, semoga Husnul 
Khatimah," kata Ganjar.

Orang nomor satu di Jateng itu kemudian mendengarkan unek-unek dan peristiwa 
penangkapan yang dialami beberapa warga.

"Kami takut Pak, suami saya ditangkap tanpa tahu masalahnya. Sekarang di rumah 
dan kalau lihat polisi atau pria asing berbaju hitam jadi ketakutan. Setiap 
hari mengurung diri di rumah, pintu selalu dikunci. Anak-anak juga trauma pak," 
kata Waliyah, salah satu warga.

Warga lain, Ana menceritakan jika dirinya dan suaminya ditangkap oleh pihak 
kepolisian saat konflik terjadi.

Suaminya ditangkap saat sedang berada di perjalanan menuju Purworejo, sedangkan 
dirinya ditangkap saat berada di desa.

"Kasihan anak saya pak, masih kecil. Bagaimana rasanya ditinggal kedua orang 
tuanya yang ditangkap polisi, Pak. Kami warga masih trauma," ujarnya.

Usai mendengarkan keluhan warga, Ganjar mengaku akan menindaklanjutinya dan 
sejumlah pihak yang berkepentingan akan diajak berdialog mengenai hal ini.

"Ada tiga hal yang akan kita kerjakan setelah pertemuan ini, pertama kita akan 
melakukan evaluasi teknis, kedua metode pendekatan dan ketiga terkait apa yang 
selama ini menjadi polemik, apakah yang pro atau kontra. Nah yang ketiga ini 
sepertinya kurang, makanya saya datang ke sini dan ingin mendengarkan secara 
langsung," kata Ganjar.

Disinggung terkait dengan tuntutan warga untuk mencabut izin lokasi penambangan 
kuari di Desa Wadas, Ganjar menyatakan hal itu yang akan dibicarakan secara 
teknis.

"Belum, itu masalah teknis yang harus kita bicarakan. Tidak sekedar bicara 
cabut atau tidak cabut, tapi itu teknis. Itu yang saya katakan evaluasi teknis 
yang akan kami lakukan. Semua opsi masih ada peluang, makanya kita bicarakan," 
ujarnya.***2***
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Adi Lazuardi
-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/7E47526C10E940119DA51CAB1EF7B943%40A10Live.
-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CMYqKk6B2Rce27rw%2BiJbNLL3p8LvOGe_qj5XAG_yHPOQ%40mail.gmail.com.
-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1378197804.846505.1644855099895%40mail.yahoo.com.
-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EE3CF870BEFB493C990F3778BB867418%40A10Live.
-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0E80F2A91716455791B979AE93E93F3D%40A10Live.
-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BL0PR07MB5441D4B28E0CC5D52EB5D768F0349%40BL0PR07MB5441.namprd07.prod.outlook.com.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1016060928.426703.1644939923795%40yahoo.com.

Reply via email to