Gugatan atas Sejarawan Bonnie Triyana Ditolak Kejaksaan Belanda
Matius Alfons - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 07:37 WIB

Sejarawan Bonnie Triyana (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta - Sejarawan Bonnie Triyana sempat dilaporkan oleh Federasi Hindia 
Belanda (FIN) terkait kontroversi soal istilah 'Periode Bersiap'. Kini 
Kejaksaan Belanda memutuskan membatalkan gugatan pelapor.
"Betul, dalam bahasa Belanda-nya disebut 'geseponeerd', artinya Kejaksaan 
Belanda menolak gugatan penggugat (FIN) atas diri saya," kata Bonnie saat 
dihubungi, Kamis (17/2/2022).

Baca juga:
Duduk Perkara Sejarawan Bonnie Triyana Dipolisikan di Belanda

Bonnie mengatakan Kejaksaan Belanda tidak mengabulkan gugatan Federasi Hindia 
Belanda atas dirinya. Dengan demikian, kata dia, tidak ada lagi peluang dirinya 
diadili atau ditangkap oleh pihak berwajib.


"Kejaksaan Belanda tidak mengabulkan gugatan penggugat. Artinya peluang saya 
diadili di Belanda sudah tak ada lagi. Kalau gugatan kepada saya ya sudah 
ditolak. Artinya saya tidak akan diadili bahkan ditangkap oleh polisi di 
Belanda sebagaimana yang kabarnya sempat beredar di Indonesia," jelasnya.

Meski begitu, Bonnie mengaku belum mengetahui alasan Kejaksaan Belanda menolak 
gugatan tersebut. Padahal, gugatan tersebut sudah ditolak sejak 9 Februari 2022.



"Nggak jelas karena apa. Saya nggak tahu dan belum bertanya pada lawyer saya di 
sini. Karena sejak beberapa hari lalu sibuk dengan pembukaan pameran," ujarnya.

Lebih lanjut, Bonnie memastikan pihaknya akan mencari informasi berkaitan 
dengan ini pada pagi hari waktu setempat. "Sekarang masih malam di sini. Besok 
saya akan kontak laywer. Sebetulnya keputusan itu sudah sejak tanggal 9 
Februari lalu tapi saya baru sempat umumkan di Twitter," imbuhnya.

Baca juga:
Ini Pelapor Sejarawan Bonnie Triyana ke Polisi Belanda

Sebelumnya diberitakan, Bonnie pun membenarkan soal laporan dari FIN ini. Dia 
dilaporkan karena artikelnya soal penolakannya pada istilah 'Bersiap'.

"(Benar) kan sudah ramai diberitakan," ujar Bonnie kepada detikcom, Senin 
(24/1/2022).

Bonnie juga mengatakan pihaknya sudah mendapatkan bantuan dari pihak Kedutaan 
Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda. Pihaknya tengah mengikuti proses 
hukum ini.

"Semua membantu," lanjut Bonnie.

(maa/knv)

Baca artikel detiknews, "Gugatan atas Sejarawan Bonnie Triyana Ditolak 
Kejaksaan Belanda" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-5945885/gugatan-atas-sejarawan-bonnie-triyana-ditolak-kejaksaan-belanda.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Duduk Perkara Sejarawan Bonnie Triyana Dipolisikan di Belanda
Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 21:03 WIB


Sejarawan Bonnie Triyana (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Sejarawan Indonesia, Bonnie Triyana, dilaporkan Federasi Hindia 
Belanda (FIN) ke pihak kepolisian Belanda. Bonnie Triyana dilaporkan perkara 
istilah 'Bersiap' hingga memicu polemik di parlemen Belanda.
Seperti dilansir dari laman resminya, Senin (24/1), FIN adalah organisasi dan 
berita independen Hindia Belanda. FIN memiliki minat pada isu-isu Hindia 
Belanda.

Baca juga:
Ini Pelapor Sejarawan Bonnie Triyana ke Polisi Belanda

Adapun organisasi memiliki beberapa misi, yaitu:

(1) melindungi dan memajukan warisan sejarah dan budaya Hindia Belanda;
(2) memperkuat pengetahuan sejarah seputar bekas Hindia Belanda dan;
(3) mewakili kepentingan Hindia Belanda, dimanapun di dunia.

Bonnie Triyana membenarkan soal laporan dari FIN ini. Bonnie dilaporkan karena 
artikelnya soal penolakannya pada istilah 'Bersiap'.



Baca juga:
Mosi Prancis Tuding Genosida Uighur Bikin China Emosi

"(Benar) Kan sudah ramai diberitakan," ujar Bonnie kepada detikcom.

Bonnie juga mengatakan pihaknya sudah mendapatkan bantuan dari pihak Kedutaan 
Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda. Pihaknya tengah mengikuti proses 
hukum ini.

"Semua membantu," lanjut Bonnie.

Lihat juga video 'Sejarawan Sebut Tak Ada Ikrar Sumpah Pemuda 1928':



Perkara yang Dilaporkan FIN

Kontroversi 'Periode Bersiap' dimulai saat sikap Bonnie yang menghapus istilah 
'Bersiap' dan muncul dalam pameran Revolusi! Indonesia Merdeka di Rijksmuseum. 
Bonnie sendiri merupakan kurator tamu di Rijksmuseum.

Tulisan Bonnie yang bikin geger itu tayang di surat kabar lokal NRC dengan 
judul 'Schrap de term Bersiap want die is racistisch' pada 10 Januari 2022. 
Dalam tulisannya, Bonnie mengatakan istilah 'Bersiap' itu perlu dihapus karena 
rasis.

Baca juga:
Gegara Artikel, Sejarawan Bonnie Triyana Dilaporkan ke Polisi Belanda

Istilah 'Bersiap' di Belanda sendiri umum diketahui sebagai sejarah kekerasan 
anti-kolonial orang Indonesia pada periode 1945-1950.

Namun, oleh Bonnie, istilah ini justru dipakai pejuang Indonesia sebagai 
aba-aba perang untuk menyerang orang Belanda yang baru tiba di Kamp Jepang. Di 
kalangan masyarakat Indonesia sendiri, Bersiap dianggap sebagai periode para 
pejuang mengganyang Belanda-Nica yang membawa sekutu.

Baca juga:
Sejarah Masjid Kemayoran Surabaya Hadiah dari Pemerintah Hindia Belanda

Oleh karena itu, Bonnie menilai istilah Bersiap bermuatan rasis. Sedangkan 
orang Belanda menganggap periode itu sebagai peristiwa yang tak termaafkan.

Atas pandangannya ini, sikap Bonnie menjadi polemik hingga di parlemen Belanda. 
Bonnie pun akhirnya dilaporkan ke kepolisian Belanda.

(rfs/rfs)

Baca artikel detiknews, "Duduk Perkara Sejarawan Bonnie Triyana Dipolisikan di 
Belanda" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-5912784/duduk-perkara-sejarawan-bonnie-triyana-dipolisikan-di-belanda.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CC24F0C2C018480C8641872F682D82AD%40A10Live.

Reply via email to