*Tiap kali  gula, cabe, garam, keledai, etc  habis di pasar. Apakah sengaja
keadaan demikian dibuat  agar harga penjualan bisa dimainkan oleh  pihak
tertentu  untuk memaksimalkan keuntungan?*

https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/58135/beberapa_pasar_di_yogya_kehabisan_stok_kedelai_


Beberapa Pasar di Yogya Kehabisan Stok Kedelai

Rabu , 16 Februari 2022 | 17:54

[image: Beberapa Pasar di Yogya Kehabisan Stok Kedelai]

Sumber Foto Antara/Raisan Al Farisi
Dokumentasi/Pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu di Pasir Koja,
Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/2/2022).

* POPULER*


Listen to this

YOGYAKARTA - Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta mengatakan harga kedelai
baik kedelai impor maupun lokal di kota tersebut tidak mengalami kenaikan,
namun stok di beberapa pasar tradisional sudah kosong selama beberapa hari.

"Dari pantauan di lapangan, harga kedelai masih normal. Tetapi di beberapa
pasar mulai kosong. Bahkan di Pasar Prawirotaman stok kosong sejak Senin
sampai hari ini," kata Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan
Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Riswanti di
Yogyakarta, Rabu (16/2/2022).

Sedangkan untuk harga, kedelai impor di pasar tradisional tetap dijual
Rp12.000 per kilogram dan Rp16.500 untuk kedelai lokal.

Menurut dia, konsumsi kedelai di Kota Yogyakarta tidak terlalu besar karena
jumlah perajin tahu dan tempe di kota tersebut juga tidak terlalu banyak.

Namun demikian, lanjut dia, stok kedelai di pasar-pasar tradisional di Kota
Yogyakarta diburu oleh perajin tahu dan tempe dari kabupaten lain di DIY
saat stok kedelai di wilayah mereka kosong.

"Terutama di Pasar Beringharjo yang menjadi tempat ‘kulakan’. Banyak yang
mengalihkan pembelian ke pasar ini saat kedelai di kabupaten lain mulai
kosong atau harga naik," katanya.

Meskipun stok kedelai kosong dalam beberapa hari, namun hingga saat ini,
Riswanti mengatakan, belum ada kelangkaan produk tahu dan tempe yang dijual
di pasar tradisional di Kota Yogyakarta.

"Kalau untuk harga produk tahu dan tempe, kami tidak melakukan pemantauan
karena kedua produk tersebut tidak masuk dalam jenis komoditas pokok yang
harus dipantau secara rutin," katanya. *(E-5)*

Namun demikian, lanjut dia, pada tahun lalu sempat terjadi kelangkaan
produk tahu dan tempe imbas dari mogoknya perajin karena harga kedelai yang
mengalami kenaikan.

"Sempat selama satu atau dua hari tidak ada tahu dan tempe yang dijual di
pasar. Kalau untuk kali ini, mudah-mudahan tidak sampai menyebabkan tahu
dan tempe kembali langka," katanya.



Sumber Berita: Antara

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DVHq2n5jSvo1ydSqaAVGuf_e1J6ywu5As1me0fpp3jJQ%40mail.gmail.com.

Reply via email to