Kemenlu Rusia: 
AS dan Sekutunya Tak Berniat Selesaikan Krisis Ukraina
2022-02-27 11:54:52    
https://indonesian.cri.cn/2022/02/27/ARTIINSsbouewcs8PTA6AVfY220227.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.14Juru
 bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova hari Sabtu kemarin(26/2) 
menyatakan, Rusia berpendapat bahwa Amerika Serikat dan setukunya tidak berniat 
menyelesaikan krisis Ukraina.

Menurut pernyataan dikeluarkan situs web Kemenlu Rusia pada kemarin malam, saat 
menanggapi pertemuan para pemimpin anggota NATO yang digelar secara virtual 
pada Jumat lalu, Zakharova mengatakan, negara-negara anggota NATO tidak ingin 
mengadakan perundingan, juga kurang ada keinginan untuk meningkatkan keamanan 
Eropa di atas dasar sama derajat dan keamanan yang tidak terpisahkan. NATO 
ingin terus memberikan perlengkapan senjata termasuk rudal pertahanan udara 
kepada Urakina, ini menunjukkan AS dan sekutunya tidak berniat menyelesaikan 
krisis Ukraina.

Zakharova mengatakan, NATO melakukan ekspansi militer di tanah negara tetangga 
Rusia, menggunakan sumber negara tetangga untuk mencegah Rusia, Rusia tidak 
dapat mengabaikan aksi konfrontasi serupa, apalagi pada saat tuntutan keamanan 
inti Rusia tidak ditanggapi. Dia menyatakan, sebelum mengimbau Rusia 
bertanggung jawab atas aksi “demiliterisasi” di Ukraina, NATO harus terlebih 
dulu bertanggung jawab pada petualangan militernya sendiri.

Dikabarkan, pertemuan virtual para pemimpin anggota NATO Jumat lalu memutuskan 
bahwa menambah pengiriman pasukan reaksi cepat di negara anggota NATO timur, 
tapi tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina.



Ukraina: Presiden Zelensky Tolak “Ultimatum”
2022-02-27 11:52:13    Penasihat Kantor Kepresidenan Ukraina, Mykhail Podolyak 
hari Sabtu kemarin(26/2) menyatakan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 
menolak “Ultimatum”, hanya menerima perundingan secara keseluruhan.


Podolyak mengatakan di akun sosial media Kantor Kepresidenan Ukraina, Zelensky 
menolak syarat apapun yang tidak dapat diterima oleh Ukraina dan “ultimatum”, 
hanya menerima perundingan secara keseluruhan.

Sementara itu, menurut laporan Kantor Berita Ukraina, Zelensky menyatakan 
sambutan atas pengorganisasian perundingan perdamaian Ukraina-Rusia yang 
diajukan oleh Turky dan Azerbaijan.

Kemarin pagi, kantor berita Rusia, TASS News Agency melaporan dengan mengutip 
perkataan Sekretaris Penerangan Presiden Rusia Dmitry Peskov, karena Ukraina 
menolak tawaran perundingan dengan Rusia, pasukan utama Rusia telah memulihkan 
aksi militer di Ukraina.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5AB577738B7042B4BABC9879217A0BB1%40A10Live.

Reply via email to