https://www.republika.co.id/berita/r86bpf349/stok-sapi-aman-mentan-masyarakat-di-sumut-dan-aceh-jangan-khawatir


Stok Sapi Aman, Mentan: Masyarakat di Sumut dan Aceh Jangan Khawatir

Kamis 03 Mar 2022 21:46 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah



*Mentan SYL meninjau peternakan sapi di Deli Serdang pastikan stok daging
aman.*

*Foto: Kementan*

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)
kembali melakukan kunjungan ke peternakan sapi di wilayah Deli Serdang,
Sumatera Utara. Ia memastikan ketersediaan* sapi siap potong *
<https://republika.co.id/tag/sapi-siap-potong>bagi masyarakat aman dan
tercukupi.

Dalam kunjungannya, Syahrul menyampaikan masyarakat seharusnya tidak perlu
khawatir dan termakan isu tentang kekurangan daging sapi. “Ketersediaan
daging untuk masyarakat Sumatera Utara dan sekitarnya aman dan tercukupi
hingga nanti Lebaran," ujarnya di sela kunjungannya ke PT Juang Jaya Abdi
Alam di Deli Serdang, seperti dilansir dari keterangan resmi, Kamis (3/3).

PT Juang Jaya Abdi Alam milik Dicky  Adiwoso merupakan salah satu
perusahaan peternakan yang fokus menggemukkan sapi dari jenis Brahman Cross
yang didatangkan dari Australia. Perusahaan peternakan sapi terbesar di
Sumatera ini mempunyai ketersediaan sapi sebanyak 3.600 ekor di Deli
Serdang dan 18 ribu ekor di Lampung.

Menteri SYL saat di kandang yang di Deli Serdang menyampaikan, dengan
melihat ketersediaan sapi di tempat tersebut, Ia yakin ketersediaan sapi
siap potong cukup memenuhi kebutuhan wilayah Sumatra Utara dan sekitarnya
hingga Mei sampai Juni nanti aman.

“Dengan melihat ketersediaan di Jawa yang kemarin kami kunjungi khususnya
Jabodetabek, Sulawesi dan hari ini kita di Sumatera Utara semua aman,
seperti apa yang mereka laporkan ke kita sama dengan yang di lapangan, dan
kita dapat lihat ketersediaan sapi cukup," tuturnya.

Secara keseluruhan, kata dia, mereka menyampaikan tidak ada masalah untuk
usaha penggemukan sapi berikutnya. "Termasuk kontrak dengan negara-negara
yang memberikan peluang bisnis untuk perusahaan-perusahaan ini tidak ada
masalah dan harga pun juga masih sesuai, belum ada kenaikan yang
signifikan," jelas Syahrul.

“Jika kita lihat ketersediaan sapi-sapi di sini kita yakini dapat menyuplai
kebutuhan sapi siap potong untuk Ramadhan hingga Lebaran nanti," lanjutnya.
Ia sampaikan, sesuai arahan presiden agar memvalidasi data yang dilaporkan
secara periodik telah dilakukannya di lapangan.

Menurut dia, datanya sama, ketersediaan daging dan sapi cukup, sehingga
jika terjadi dinamika harga saat adanya momen-momen tertentu itu wajar.
Hanya saja jangan sampai ada kekhawatiran yang berlebihan karena dikiranya
ada kekurangan stock, padahal stok mencukupi dan bahkan berlebih.

Lebih lanjut Ia sebutkan, berdasarkan update data per 2 Maret 2022 hasil
pendataan dan verifikasi secara faktual data ketersediaan daging
sapi/kerbau bulan Maret hingga Mei 2022 sebanyak 234.091,2 ton, sedangkan
kebutuhan sebanyak 202.937,8 ton, sehingga masih ada surplus sebanyak
31.153,4 ton.

Ia sebutkan, komposisi ketersediaan daging tersebut terdiri dari: (1).
Produksi Sapi/Kerbau Lokal sebanyak 445.884 ekor atau setara daging
80.268,0 ton; (2). Total Sapi Bakalan Impor siap potong pada bulan
Maret-Mei sebanyak 143.464 ekor atau setara daging 27.500,6 ton; (3).
Daging Sapi/Kerbau beku impor sebanyak 95.114,8 ton.

Menurutnya, validasi data prognosa ketersediaan dan kebutuhan daging
sapi/kerbau ini secara periodik telah dibahas bersama dengan Kementerian
dan Lembaga terkait lainnya, serta assosiasi peternakan. Syahrul
menambahkan, sentra-sentra sumber produksi sapi ada tersedia by name by
address.

Sementara, David Yasin Manager Farm PT Juang Jaya Abdi Alam menyampaikan
populasi sapi saat ini sebanyak 3.643 ekor, dengan sapi siap potong untuk
bulan Maret 2022 sebanyak 950 ekor dan untuk bulan April sebanyak 1.450
ekor, serta bulan Mei sebanyak 1.250 ekor.

Dirinya menyebutkan, untuk menambah populasi sapi, PT Juang Jaya Abdi Alam
berencana impor pada bulan Maret 2022 sebanyak 1.800 ekor. Berikutnya juga
akan dilakukan impor pada bulan April sebanyak 1.200 ekor. "Distribusi saat
ini ke Sumut 68 sampai 70 persen dan Aceh 30 sampai 32 persen," jelas dia.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2C7LVJF8G8FT9t700KN1m792fiWmxudh3REh-tdk__bbA%40mail.gmail.com.

Reply via email to