Mahfud Md 'Jawab' Tantangan Debat dari Fadli Zon soal Keppres 1 Maret
Isal Mawardi, Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 04 Mar 2022 21:04 WIB

Mahfud Md (dok.Kemenko Polhukam)

Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md menanggapi pernyataan anggota Komisi I DPR 
RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon untuk berdiskusi atau berdebat terkait 
peran presiden ke-2 RI Soeharto dalam peristiwa serangan umum (SU) 1 Maret 
1949. Fadli juga mengajak sejarawan yang ikut andil dalam merumuskan Keppres 
tentang serangan 1 Maret 1949.

Mahfud malah mempersilakan Fadli untuk mengajak langsung sejarawan dimaksud. 
Menurutnya, Fadli juga bisa langsung mengajak Gubernur DI Yogyakarta untuk ikut 
berdebat.

"Silakan, langsung ajak sendiri kalau mau debat, Pak. Pak @fadlizon kan bisa 
hubungi dia, bahkan bisa juga langsung ajak debat ke Gubernur DIY," tulis 
Mahfud via akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, seperti dilihat detikcom, 
Jumat (4/3/2022).



Baca juga:
Fadli Zon Balas Mahfud, Kini Lempar Tantangan Debat soal Keppres 1 Maret!

Mahfud mengungkapkan bahwa sejumlah pihak telah berdiskusi tentang serangan 
umum 1 Maret 1949. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut diskusi 
tersebut sudah dilakukan sejak 2018.

Anggota Komisi I DPR Fadli Zon (Arbi Anugrah/detikcom)
"Tim Naskah Akademik Pemda DIY dan sejarawan UGM itu sudah berdiskusi sejak 
2018. Saya tak ikut di sana. Saya juga tak sempat jadi panitia debat," sambung 
Mahfud.

Adapun sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dimaksud sebagai anggota 
tim naskah akademik ialah Sri Margana.

Maukah Sri Margana Debat?

Sri Margana sempat mengungkapkan pandangannya soal polemik Keppres 1 Maret 1949 
dan sedikit isi dari naskah akademiknya. Dia menilai langkah pemerintah dan 
Mahfud Md dalam memberi penjelasan soal tidak adanya nama Soeharto dalam 
Keppres dimaksud sudah tepat.

Margana mengungkapkan bahwa nama Soeharto disebut sebanyak 48 kali dalam naskah 
akademik Keppres serangan umum 1 Maret itu. Dia menegaskan Keppres disusun 
dengan bahasa administratif dan bukanlah historiografi.

"Keppres bukanlah historiografi. Keppres disusun dalam bahasa administratif, 
ringkas, namun representatif. Fungsinya lebih sebagai keputusan penetapan 'Hari 
Penegakan Kedaulatan Negara' sebagai event nasional untuk membangun 
nasionalisme dan semangat mengisi kemerdekaan dan bukan legitimasi 
historiografi," tuturnya, Kamis (3/3).

Baca juga:
Mahfud Md: Penentu Kebenaran Sejarah Bukan Fadli Zon!

detikcom sudah menghubungi Sri Margana terkait ajakan Fadli Zon berdebat soal 
serangan umum 1 Maret. Margana merespons, tapi enggan menanggapi.

Fadli Zon Tantang Debat

Sebelumnya, Fadli Zon menyerukan tantangan debat ke Mahfud Md. Fadli menantang 
Mahfud untuk berdebat dan adu fakta soal serangan umum 1 Maret 1949.

"Pak @mohmahfudmd mari ajak diskusi/debat saja sejarawan di belakang Keppres 
itu. Kita bisa adu data dan fakta. Tapi jangan belokkan sejarah!" kata Fadli 
Zon lewat cuitan akun @fadlizon yang dibagikan kepada wartawan.

"Kebetulan Doktor saya bidang sejarah dari @univ_indonesia," imbuh Fadli.

Politikus Gerindra ini juga mengatakan dirinya persis meneliti berkaitan dengan 
persoalan Serangan Umum 1 Maret 1949 tersebut. Dia mengatakan saat itu Jenderal 
Sudirman enggan bertemu Sukarno dan Hatta untuk rekonsiliasi nasional Juli 1949 
sebelum dibujuk Soeharto.

"Saya juga meneliti PDRI. Negara hampir pecah gara-gara konflik PDRI vs Tracee 
Bangka. Jenderal Sudirman pun mulanya 'enggan' bertemu Soekarno-Hatta untuk 
rekonsiliasi nasional Juli 1949. Baru setelah dibujuk Pak Harto akhirnya mau 
bertemu," ujarnya.

Simak Video: Polemik Keppres 1 Maret: Mahfud Jelaskan, Fadli Zon Menyanggah






(isa/zak)

Baca artikel detiknews, "Mahfud Md 'Jawab' Tantangan Debat dari Fadli Zon soal 
Keppres 1 Maret" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-5968844/mahfud-md-jawab-tantangan-debat-dari-fadli-zon-soal-keppres-1-maret.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/579B7ACF151F4B1D9195290A5DF27070%40A10Live.

Reply via email to