Sidang Ke-5 KRN Tiongkok Ke-13 Dibuka 2022-03-05 09:49:31 https://indonesian.cri.cn/2022/03/05/ARTIXMk1eO4HIyCm4Tep48iH220305.shtml
Sidang ke-5 Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok ke-13 pagi hari ini (5/3) dibuka di Balai Agung Rakyat Beijing, Presiden Tiongkok Xi Jinping serta para pemimpin lainnya menghadiri pembukaan tersebut. Jumpa pers Sidang ke-5 Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok ke-13 diadakan di Beijing hari Jumat kemarin (4/3). Dalam jumpa pers tersebut, juru bicara Sidang ke-5 KRN ke-13 Zhang Yesui menyatakan bahwa pemerintah Lithuania secara serius melanggar prinsip Satu Tiongkok, melanggar komitmen politik yang diberikan pihak Lithuania dalam dokumen penggalangan hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Pemerintah Tiongkok telah memberikan respons yang tegas dan layak. Kini pihak Lithuania harus bertanggung jawab atas masalah yang terjadi dalam hubungan bilateral Tiongkok-Lithuania. Dalam perdagangan internasional, Tiongkok tidak pernah mendiskriminasikan negara atau perusahaan mana pun, sama sekali tidak ada masalah apa yang disebut sebagai “ekonomi koersif”. Tiongkok mengharapkan UE mengambil pendirian yang objektif dan adil, tidak membesar-besarkan masalah yang terjadi antara Tiongkok dan Lithuania, lebih-lebih tidak boleh meningkatkannya ke aspek hubungan Tiongkok dan Eropa. Sidang ke-5 KRN ke-13 memberikan keterangan pers pada hari Jumat kemarin (4/3). Formula “Nol Dinamis” Tidak Berarti “Nol Infeksi” Juru bicara Sidang ke-5 KRN ke-13 Zhang Yesui menjawab pertanyaan tentang formula “nol dinamis” yang diterapkan oleh pemerintah Tiongkok dalam penanggulangan pandemi COVID-19, dan kebijakan apa yang akan dijalankan Tiongkok untuk menjaga keseimbangan antara operasional stabil ekonomi domestik dengan pemeliharaan rantai pasok global. Zhang Yesui menatakan, kebijakan “nol dinamis” dimaksudkan untuk mencapai hasil maksimal dengan ongkos minimal melalui langkah-langkah “rantai lengkap” yang dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat sasaran. Kebijakan itu tidak mengejar “nol infeksi”, melainkan mengontrol pandemi sedini mungkin. Zhang Yesui menyatakan, tindakan pencegahan dan pengendalian apa pun tentunya akan memberikan pengorbanan tertentu, namun semua pengorbanan itu adalah layak jika dibandingkan dengan keselamatan jiwa dan kesehatan rakyat. Fakta menunjukkan bahwa kebijakan “nol dinamis” sesuai dengan keadaan riil Tiongkok, dan terbukti efektif sejak pelaksanaannya. Baik dilihat dari jumlah kasus positif maupun Kematian, atau dilihat dari data ekonomi secara keseluruhan, Tiongkok adalah salah satu negara yang paling sukses dalam penanggulangan pandemi di dunia. Berkat kebijakan penanggulangan pandemi yang kuat dan efektif tersebut, Tiongkok telah berhasil memelihara perkembangan ekonomi dan sosial yang stabil, sementara telah memberikan sumbangan penting untuk menjaga kestabilan rantai industri, industri pasok dan pertumbuhan ekonomi global. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/8B5547217765486EAABD5D0D49A7202C%40A10Live.
