https://www.beritasatu.com/ekonomi/899773/luhut-tegaskan-simbara-cegah-korupsi-setoran-minerban/?view=all



ome <https://www.beritasatu.com/> > Ekonomi
<https://www.beritasatu.com/ekonomi>
Luhut Tegaskan Simbara Cegah Korupsi Setoran Minerba

Selasa, 8 Maret 2022 | 13:58 WIB
Oleh : FER <https://www.beritasatu.com/feri-awan-hidayat>

[image: Luhut Binsar Pandjaitan.]

Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: kominfo.go.id)

*Jakarta, Beritasatu.com - *Sejumlah kementerian dan lembaga berkolaborasi
meluncurkan sistem informasi mineral dan batu bara antar kementerian dan
lembaga (*Simbara <https://www.beritasatu.com/tag/simbara>*), yaitu
aplikasi sistem informasi pengawasan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)
dan tata niaga mineral dan batu bara (minerba).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi *Luhut Binsar
Pandjaitan <https://www.beritasatu.com/tag/luhut-binsar-pandjaitan>* menilai,
kehadiran Simbara dapat mencegah korupsi setoran mineral dan batu bara
(minerba). Pasalnya, sistem terintegrasi tersebut bisa menjadi sarana untuk
memantau proses perdagangan, termasuk perizinan minerba dari hulu hingga
hilir.

"Pengembangan Simbara telah mengidentifikasi celah-celah rawan korupsi
sekaligus menutupnya dengan berbagai mekanisme baru, pengenaan blokir
otomatis, dan pergerakan batu bara di pintu mana saja jika ditemukan
dokumen yang tidak konsisten. Ini hal nyata upaya pencegahan korupsi
berbasis elektronik," kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam peluncuran
aplikasi Simbara di Jakarta, Selasa (8/3/2022).

*BACA JUGA*

*Tertibkan Perdagangan Minerba, Pemerintah Luncurkan Aplikasi Simbara
<https://www.beritasatu.com/ekonomi/899741/tertibkan-perdagangan-minerba-pemerintah-luncurkan-aplikasi-simbara>*

Luhut menjelaskan, peluncuran Simbara jadi momentum bagi
kementerian/lembaga untuk bekerja secara terintegrasi. Menurut dia, selama
bertahun-tahun prosesnya masih tercerai berai antara kementerian/lembaga.

"Portal sistem informasi minerba ini saya kira sangat baik. Ini juga akan
membantu pundi-pundinya Kementerian Keuangan," ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut menambahkan, di dalam Simbara akan tercatat nomor transaksi
penerimaan negara dan laporan hasil verifikasi yang akan digunakan untuk
verifikasi dalam pemberian izin ekspor mulai dari penerbitan, laporan
surveyor, penerbitan pemberitahuan ekspor barang, hingga penerbitan surat
persetujuan berlayar.

"Ini baru awal integrasi, saya ulangi, baru awal integrasi. Masih banyak
anomali dan ireguleritas dari data mentah yang masuk dari berbagai
kementerian/lembaga yang tadinya belum terintegrasi, sekarang
terintegrasi," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

*BACA JUGA*

*Harga Batu Bara Diprediksi Terus Melonjak Akibat Invasi Rusia
<https://www.beritasatu.com/ekonomi/898863/harga-batu-bara-diprediksi-terus-melonjak-akibat-invasi-rusia>*

Dugaan ireguleritas itu antara lain penggunaan Nomor Transaksi Penerimaan
Negara (NTPN) yang tidak semestinya, NTPN tidak valid, hingga salah format.

"Saya minta tim teknis untuk segera menindaklanjuti, analisis data, dan
perbaikan serta penegasan konsekuensi jika dipastikan ireguleritas tersebut
adalah kecurangan. Saya minta tim ini betul-betul dikaji, didalami dan
diambil tindakan. Saya mohon Ketua KPK, di sini kita bermain," tegas Luhut.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DtM83Z_e%2BSy5x0YDwrigoBYM8nyz7evsSFrbkpfX-kBg%40mail.gmail.com.

Reply via email to