PM Tiongkok: Pintu Tiongkok dan AS Hendaknya Tak Tertutup Lagi
2022-03-11 15:42:26    
https://indonesian.cri.cn/2022/03/11/ARTIDZfSLiey1trs3xCj3uyn220311.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.6





Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang di depan jumpa pers usai penutupan Sidang 
Kongres Rakyat Nasional Tiongkok Jumat siang hari ini (11/3) menyatakan bahwa 
Tiongkok menargetkan laju pertumbuhan ekonomi domestik tahun 2022 hingga 5,5 
persen, ini adalah tingkat stabilitas yang tinggi, pada hakikinya termasuk 
kemajuan, target ini tidak mudah diwujudkan. 




Li Keqiang menunjukkan, volume total ekonomi Tiongkok tahun lalu sudah mencapai 
110 trilyun Yuan RMB, terus bertumbuh dapat dikatakan adalah pertumbuhan pada 
basis yang tinggi. Peningkatan 5,5% PDB Tiongkok sebesar triliunan yuan ke atas 
sama dengan agregat ekonomi negara-negara menengah. Ditinjau dari perspektif 
dunia, memelihara pertumbuhan cepat dan mantap suatu ekonomi yang begitu besar 
pada dasarnya adalah sebuah masalah yang besar.

Li Keqiang menunjukkan, tindakan yang diambil Tiongkok tahun ini tidak hanya 
menghadapi keadaan jangka pendek, namun juga berdasarkan keadaan sekarang dan 
memandang jangka panjang, tidak akan memajukan masa depan, dan berkelanjutan. 
Modernisasi Tiongkok adalah proses jangka panjang, Tiongkok perlu menyelesaikan 
masalah yang muncul dalam pembangunan dengan cara pengembangan.



Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang Jumat hari ini (11/3) menyatakan, 50 tahun 
yang lalu, Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) memecahkan perselisihan dan 
memulai perjalanan normalisasi hubungan kedua negara. Walaupun kedua pihak 
sudah saling membuka pintu, tidak seharusnya ditutup kembali, lebih-lebih tidak 
boleh melepaskan keterkaitan.

Li Keqiang mengatakan, Tiongkok dan AS mempunyai perbedaan yang besar di bidang 
sistem sosial, budaya sejarah dan tahap pembangunan, tentu saja akan 
mengakibatkan perselisihan, tetapi, kerja sama hendaknya menjadi arus utama 
bagi kedua negara. 

Meskipun Tiongkok dan AS mempunyai persaingan pasar di bidang ekonomi dan 
perdagangan, tapi itu seharusnya menjadi persaingan yang baik dan setara. Tahun 
lalu, volume perdagangan kedua negara melampaui 750 miliar Dolar US, meningkat 
sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut telah membuktikan bahwa 
kerja sama Tiongkok dan AS berpotensi luas. 

Jika AS melonggarkan pembatasan ekspornya terhadap Tiongkok, volume perdagangan 
bilateral masih akan bertumbuh lagi, kedua negara dan rakyat kedua negara pun 
akan mendapatkan manfaatnya. Tiongkok bersedia bersama AS memilih jalan lebar 
yang kondusif dan mengupayakan keuntungan bersama dalam jangka panjang.






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/91C6F61E3CDA4E8D99DB59A5612B7639%40A10Live.

Reply via email to