*Minyak goreng kosong di pasar, hal ini sesuai keterangan ahli ilmu rimba dikatakan bahwa serangan hama jokekritinos yang memakan buah-buah sawit, mengganggu panen untuk produksi minyak, jadi dimohon seribu maaf, kata raja ahli rimba. Hingga kini para cendikiawan biologi dan ilmuwannya sedang menyelidiki hama tsb. Apakah hama ini mutasi dari Covid-19 yang menyebar ke kebun sawit. Siang malam para ilmuwan berjunkir balik otak untuk menemukan vaksin buat pohon sawit. Bila sudah berhasil menemukan vaksin sawit ati anti hama tsb, sang raja yang maha mulia akan panggil para ilmuan ke istana untuk bikin pesta kampanyenya. Jadi monggo-monggo harap sabar sebab sabar itu subur, tidak sabar cepat ke liang kubur. Demikian keterangan ahli nujum yang tak mau di foto dan dicantumkan namanya. Hehehe silahkan makan makanan rebus-rebus karena banyak minyak/lemak tidak begitu sehat untuk jantung.*
https://regional.kompas.com/read/2022/03/12/133847678/emak-emak-di-kaltim-meninggal-dunia-saat-antre-minyak-goreng?page=all#page2 Emak-emak di Kaltim Meninggal Dunia Saat Antre Minyak Goreng Kompas.com - 12/03/2022, 13:38 WIB [image: Kondisi depan mini market saat korban jatuh pingsan dan meninggal di Jalan Kampung Cina RT 05 Kelurahan Teluk Bayur, Berau, Kaltim, Sabtu (12/3/2022).] SAMARINDA, KOMPAS.com - Seorang emak-emak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) meninggal saat sedang mengantre minyak goreng, Sabtu (12/3/2022) pagi. Emak-emak bernama Sandra (41) ini mulanya jatuh pingsan saat berkerumun di depan sebuah minimarket di Jalan Kampung Cina RT 05 Kelurahan Teluk Bayur Kecamatan Teluk Bayur, Berau. "Setelah jatuh, warga melakukan pertolongan. Namun meninggal saat menuju rumah sakit," ungkap Kapolsek Teluk Bayur AKP Kasiyono saat dihubungi Kompas.com, Sabtu. Baca juga: Polisi Kantongi Ciri-ciri Terduga Pelaku Penipuan Jeriken Minyak Goreng Isi Air di Bojonegoro Kasiyono menjelaskan, minimarket tersebut belum buka saat peristiwa itu terjadi. Hanya saja, kerumunan warga sudah memadati depan minimarket sejak pukul 07.00 Wita. Sementara minimarket dijadwalkan buka pukul 08.00 Wita. "Warga sudah standby depan Alfamidi sebelum buka," kata dia. Kasiyono menuturkan, korban berangkat dari rumahnya dengan berjalan kaki menuju Alfamidi sekitar pukul 07.00 Wita. Rumahnya hanya berjarak sekitar 80 meter dari minimarket. Korban ternyata sempat mengeluh sakit dada sebelum berangkat ke minimarket tersebut. "Sebelum berangkat, ibu ini sempat pamit sama suaminya. Dia mengeluh sakit dada. Sempat diurut suami pakai minyak kayu putih. Sempat dilarang suaminya, tapi korban bilang 'enggak masalah, kalau ramai saya enggak beli'," tutur Kasiyono menirukan ucapan korban. Baca juga: Warga Baubau Saling Dorong Berebut Minyak Goreng, Kadis Perdagangan: Minyak Goreng Masih Terbatas Setelah sampai di lokasi, ternyata warga sudah memadati di depan minimarket. Sementara posisi korban agak terpisah dari kerumunan. Setelah sampai di lokasi, ternyata warga sudah memadati di depan minimarket. Sementara posisi korban agak terpisah dari kerumunan. Ia tiba-tiba jatuh pingsan dan sempat kejang-kejang. Warga yang ada di lokasi lalu memberi pertolongan menuju rumah sakit RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb. Namun korban meninggal dalam perjalanan. "Kata saksi di lokasi, ibu ini sempat batuk-batuk, kemudian jatuh pingsan," terang dia. Menurut keterangan suami, kata Kasiyono, korban memiliki riwayat penyakit asma. Kini korban sudah di rumah duka dan akan langsung dimakamkan pada hari ini, Sabtu. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BmhEgohz9a0EBk5fxAavf6iDjdtfew3veNBaOOU0XyqA%40mail.gmail.com.
