Wang Yi Adakan Pembicaraan Telepon dengan Menlu RI
2022-03-15 10:58:41    
https://indonesian.cri.cn/2022/03/15/ARTIq1k50V6047IshISG5spg220315.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.23Anggota
 Dewan Negara Tiongkok merangkap Menteri Luar Ngeri, Wang Yi mengadakan 
pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pada 
hari Senin kemarin (14/3).

Wang Yi menyatakan, Tiongkok dan Indonesia sama-sama merupakan negara 
berkembang besar dan ekonomi baru, kedua pihak hendaknya memperdalam 
kepercayaan strategis dan kerja sama pragmatis di bawah pimpinan kedua pemimpin 
negara, memainkan peranan positif demi memelihara perdamaian serta kestabilan 
internasional dan regional. Retno menyatakan, Indonesia sangat mementingkan 
pengembangan hubungan dengan Tiongkok dan bersedia bersama Tiongkok mendorong 
hubungan kedua negara meningkat ke jenjang yang lebih tinggi. 

Kedua pihak secara fokus bertukar pendapat mengenai situasi Ukraina. Retno 
menyatakan, Indonesia dengan tegas menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah 
negara lain, mengimbau agar segera menghentikan peperangan, mendorong dialog, 
dan meredakan ketegangan situasi, mencegah terjadinya krisis kemanusiaan. 
Indonesia bersedia meningkatkan konsultasi dan koordinasi dengan Tiongkok 
terkait hal ini. Sebagai negara ketua G20, Indonesia berpendapat, cita-cita 
awal berdirinya G20 ialah mendorong kerja sama internasional, maka seharusnya 
lebih memfokuskan ekonomi makro dan urusan pembangunan.

Wang Yi menguraikan pendirian konsisten Tiongkok dalam masalah Ukraina, dan 
menyatakan bahwa Tiongkok akan melaksanakan gagasan Presiden Xi yaitu “empat 
keharusan”, dengan caranya sendiri memainkan peranan konstruktif untuk 
meredakan situasi, mendorong perundingan perdamaian dan mencegah terjadinya 
krisis kemanusiaan. Sanksi sepihak hanya akan memperumit situasi dan 
mempergawat konfrontasi. Konsultasi dan negosiasi adalah kecerdasan politik dan 
tradisi diplomasi negara Timur, fakta membuktikan bahwa cara ini sangat 
efektif. Tiongkok bersedia bersama Indonesia terus berupaya mendorong 
perundingan perdamaian. 

Wang Yi menekankan, di bawah situasi dewasa ini, kedua pihak hendaknya lebih 
menghargai perdamaian dan kestabilan di Asia Timur dan kawasan Asia Pasifik. 
Selama beberapa tahun ini, di kawasan ini telah terbentuk struktur kerja sama 
regional dengan ASEAN sebagai intinya, hal ini sangat penting. Tiongkok dengan 
tegas mendukung sentralitas ASEAN, mendukung peningkatan dan perluasan struktur 
kerja sama regional dengan ASEAN sebagai intinya. Tiongkok menyambut negara di 
luar wilayah untuk memainkan peranan positif mereka demi perdamaian dan 
kestabilan kawasan ini, tapi tidak akan mengizinkan mereka menciptakan 
kegoncangan dan ketegangan di kawasan ini, tidak mengizinkan mereka untuk 
membawa konfrontasi antar kubu berbeda ke dalam kawasan ini, dan tidak 
mengizinkan mereka memanfaatkan negara kecil dan menengah sebagai alat 
konfrontasi negara besar.   

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/47E0A3E0FDB04713B8B145001D3A30C4%40A10Live.

Reply via email to