https://suaraislam.id/mahfud-md-minta-polri-periksa-pendeta-saifuddin-ibrahim/ Mahfud MD Minta Polri Periksa Pendeta Saifuddin Ibrahim
17 Maret 2022 *Jakarta (SI Online) – *Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara terkait pernyataan seorang pendeta yang meminta 300 ayat Al-Qur’an dihapus. Sebelumnya, pendeta bernama Saifuddin Ibrahim meminta ratusan ayat Al-Qur’an dihapus melalui video yang diunggah di Youtube. Terkait pernyataan tersebut, Mahfud MD meminta Polri agar segera turun tangan menyelidiki pendeta Saifuddin Ibrahim. Baca juga: *HNW Desak Polisi Tindak Saifuddin Ibrahim yang Minta 300 Ayat Al-Qur’an Dihapus <https://suaraislam.id/hnw-desak-polisi-tindak-saifudin-ibrahim-yang-minta-300-ayat-al-quran-dihapus/>* Menurut Mahfud, pernyataan pendeta Saifuddin yang meminta sejumlah ayat-ayat Al-Qur’an dihapus membuat gaduh masyarakat. Bahkan, kata dia, pernyataan pendeta Saifuddin tersebut juga menyulut kemarahan banyak orang, terutama umat Islam. “Waduh itu bikin gaduh itu, itu bikin banyak orang marah. Oleh sebab itu saya minta kepolisian itu segera menyelidiki itu,” kata Mahfud dikutip dari laman resmi Youtube Kemenko Polhukam, Rabu (16/3/2022). Tidak hanya itu, Mahfud juga meminta kepolisian segera menghapus akun Youtube Pendeta Saifuddin Ibrahim tersebut. Sebab, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mendapatkan informasi bahwa akun pendeta tersebut sampai saat ini belum ditutup. “Kalau bisa segera ditutup akunnya karena kabarnya belum (ditutup) sampai sekarang,” kata Mahfud. Mahfud menambahkan, pernyataan pendeta Saifuddin Ibrahim mengenai ayat Al-Qur’an itu jelas membuat resah masyarakat. Selain itu, pernyataan tersebut juga merupakan bentuk provokasi, dan mengadu domba antar umat beragama. “Kita tidak akan melarang orang berbicara, tapi jangan memprovokasi hal-hal yang sensitif seperti itu,” tutur Mahfud MD. Sebelumnya, Saifuddin Ibrahim menjadi perbincangan hangat di media sosial usai meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar menghapus 300 ayat Al-Qur’an Dalam video berdurasi sembilan menit yang diunggah pada Senin (14/3/2022) itu, pria yang berprofesi sebagai pendeta itu mengaku sudah menyampaikan berulang kali kepada Menag terkait hal tersebut. “Saya sudah mengatakan berulang kali kepada Pak menteri Agama dan inilah menteri agama yang saya kira menteri agama yang toleransi dan damai tinggi terhadap minoritas,” ucap Saifuddin. “Mohon menteri agama agar situasi seperti ini dikondusifkan, jangan takut dengan kadrun,” kata dia. red: farah abdillah 17 Maret 2022 *Jakarta (SI Online) – *Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara terkait pernyataan seorang pendeta yang meminta 300 ayat Al-Qur’an dihapus. Sebelumnya, pendeta bernama Saifuddin Ibrahim meminta ratusan ayat Al-Qur’an dihapus melalui video yang diunggah di Youtube. Terkait pernyataan tersebut, Mahfud MD meminta Polri agar segera turun tangan menyelidiki pendeta Saifuddin Ibrahim. Baca juga: *HNW Desak Polisi Tindak Saifuddin Ibrahim yang Minta 300 Ayat Al-Qur’an Dihapus <https://suaraislam.id/hnw-desak-polisi-tindak-saifudin-ibrahim-yang-minta-300-ayat-al-quran-dihapus/>* Menurut Mahfud, pernyataan pendeta Saifuddin yang meminta sejumlah ayat-ayat Al-Qur’an dihapus membuat gaduh masyarakat. Bahkan, kata dia, pernyataan pendeta Saifuddin tersebut juga menyulut kemarahan banyak orang, terutama umat Islam. “Waduh itu bikin gaduh itu, itu bikin banyak orang marah. Oleh sebab itu saya minta kepolisian itu segera menyelidiki itu,” kata Mahfud dikutip dari laman resmi Youtube Kemenko Polhukam, Rabu (16/3/2022). Tidak hanya itu, Mahfud juga meminta kepolisian segera menghapus akun Youtube Pendeta Saifuddin Ibrahim tersebut. Sebab, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mendapatkan informasi bahwa akun pendeta tersebut sampai saat ini belum ditutup. “Kalau bisa segera ditutup akunnya karena kabarnya belum (ditutup) sampai sekarang,” kata Mahfud. Mahfud menambahkan, pernyataan pendeta Saifuddin Ibrahim mengenai ayat Al-Qur’an itu jelas membuat resah masyarakat. Selain itu, pernyataan tersebut juga merupakan bentuk provokasi, dan mengadu domba antar umat beragama. “Kita tidak akan melarang orang berbicara, tapi jangan memprovokasi hal-hal yang sensitif seperti itu,” tutur Mahfud MD. Sebelumnya, Saifuddin Ibrahim menjadi perbincangan hangat di media sosial usai meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar menghapus 300 ayat Al-Qur’an Dalam video berdurasi sembilan menit yang diunggah pada Senin (14/3/2022) itu, pria yang berprofesi sebagai pendeta itu mengaku sudah menyampaikan berulang kali kepada Menag terkait hal tersebut. “Saya sudah mengatakan berulang kali kepada Pak menteri Agama dan inilah menteri agama yang saya kira menteri agama yang toleransi dan damai tinggi terhadap minoritas,” ucap Saifuddin. “Mohon menteri agama agar situasi seperti ini dikondusifkan, jangan takut dengan kadrun,” kata dia. red: farah abdillah -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2ATtCY%3Dr3ooiiGV1MX--AK7tfBLuUx6DihFpJQKfMgHmw%40mail.gmail.com.
